Mutunya Luar Biasa !!! Tapi Masing Masing punya rintangan untuk jadi Kampiun !
musim 2012 ini diwarnai dengan beberapa berita heboh. Mulai dari meningkatnya kapasitas motor dari 800 menjadi 900-1000cc , kehadiran tim CRT dan yang paling seru adalah perebutan posisi ke 3 alias top 3 klasemen akhir. Yup pembalap kuda hitam ini memiliki kemampuan merebut pole position, naik podium dan bahkan kemenangan dalam sebuah seri. Namun rasanya “terlalu muluk” jika tahun ini mereka bisa tampil jadi juara dunia … Skill, instinct dan motor … mereka punya, tetapi ada faktor yang menjadi ganjalanya, ini yang mbah akan bahas

Valentino Rossi – Ducati Corse : Chatter pada ban depan !
mungkin ini untuk pertama kalinya bagi penggemar motogp untuk menempatkan juara dunia 7 kali sebagai pembalap “kuda hitam” ketibang unggulan. Namun kali ini alasanya sangat kuat. Sepertinya Valentino Rossi masih belum mampu mengatasi masalah chatter pada ban depan, kendati geometri motor sudah dirubah total, bahkan frame motor pun dirubah dari carbon menjadi twin spar. Tapi Rossi tetaplah rossi, ia bisa saja membuat kejutan
1-2 kemenangan dimusim 2012 bukan hal yang mustahil !

Andrea Dovizioso – Yamaha Tech 3 : Inferioritas motor Satellite
musim lalu Dovizioso membuktikan ia lebih baik dibadingkan Dani Pedrosa. Berhasil duduk di peringkat 3 klasemen akhir dengan mengandalkan konsistensi untuk selalu finis dan naik podium jelas merupakan bukti bahwa Dovizioso memiliki potensi kuat memenangkan balapan. Hanya saja, musim ini Dovi berada di tim Tech 3 bukan tim factory. Terlebih dovi yang mengandalkan konsistensi mengadapi kendala berat ketika harus menghadapi tim pabrikan sementara ia dipersenjatai motor yang inferior

Ben Spies – Yamaha Factory : Konsistensi dan Dominasi Lorenzo
kejadianya mirip dengan yang dialami Collin Edwards. Mereka terlalu menjadi “side kick” yang benar benar hanya menjadi penghias. Padahal Ben Spies musim lalu mampu dua kali memenangkan balapan. Tetapi Aura Lorenzo begitu juat. Belum lagi nilai jual ben spies yang dismal semakin membuat pembalap ini dalam tekanan. Tetapi patut diingat, bahwa spies terkadang kurang konsisten cukup ironis mengingat ia mendapatkan motor yang terbaik !

Nicky Hayden – Ducati Corse : Dari Dulu memang Targetnya 3 besar !!!
jika Rossi, Dovizioso dan Spies “diharapkan” menjadi juara dunia, lain halnya dengan Hayden. Pembalap ini memang dari jaman dulu sudah di “plot” untuk masuk 3 besar dan enggak pernah dituntut untuk menjadi juara dunia
tetapi takdir memang lain, setidaknya Hayden sudah lebih sukses dibandingkan Pedrosa
tetapi dengan gaya membalapnya yang mirip Dovizioso, target 3 besar adalah hal yang amat lumrah bagi seorang hayden !










KOMENTAR