motogp

All posts tagged motogp

  

Klik untuk Video : https://instagram.com/p/2Fh-m_Bg3f/
Yang minta balapan tanpa “TC” … Dipasitkan tidak pernah Trackday pake Hi Performance bike ! (Foto : Maho Albino)

Terus terang kadang kadang mbah suka senyum dan mesem mesem sediri ketika banyak komentar yang mengatakan bahwa MotoGP akan lebih seru jika tidak ada Traction Control. Nah terus teranf aja, komentar itu biasanya dilontarkan dari mereka yang “pastinya” tidak pernah melakukan Trackday atau pake motor Hi Performance bike! Kenapa? Terus terang ada banyak hal yang sebenarnya hanya terjadi karena keberadaan TC atau Traction Control.

  • Rekor Lap time : Bisa pecah dari tahun ketahun karena adanya sistem ini
  • Power Delivery : Power to weight ratio dan power distribution hanya bisa optimal dengan adanya TC
  • Akselerasi & Torsi : melesat dari 0-100 kurang dari 2 detik, dan 100-300 hanya dalam beberapa detik itu hanya bisa dilakukan dengan bantuan electronic!
  • Keselamatan dan Kontrol : TC terbukti mampu meningkatkan keselamatan pembalap sekaligus membantu kotrol atas power motor …

  

Mengendarai Motor diatas 100hp on wheel itu sesuatu banget … Itu bukan teknologi baru

Teknologi Traction Control itu di kembangkan di MotoGP sejak mereka menggunakan mesin 4 tak alias ECU injeksi. Teknologi ini mulai di perkenalkan kepada publik ditahun 2007 lewat Ducati 1098R (1200cc) kini ditahun 2013 onwards, Motor Eropa khsusunya BMW dan MV Agusta menjadikan teknologi ini sebagai standar, bahkan BMW Motorrad lebih jauh membuat sistem ABS depan belakang as an standrad! Semua ini semata mata dilakukan agar keselamatan pembalap dan pengendaraterjamin. Kenapa? Karena bicara Power dan Torsi, motor jalan raya supersport saat ini sudah mendekati tenaga Motor GP500 era 90an dan torsinya sudah sama! Itu supersport, sementata Superbike, Power mereka udah sama dengan Motor MotoGP era awal! Angka 180-200 hp adalah tenaga standar pabrik! Makanya teknologi TC itu begitu penting! Nah seperti apa sih TC itu?

  • Tipe TC : saat ini TC dibagi dua, TC untuk motor Jalan raya, track atau balapan. Tiap TC memiliki Pre-Set tersebdiri
  • Fungsi dasar TC : fungsi dasar TC adalah mengintevensi Power Output dari Motor ketika sensor mendeteksi ban kehilangan grip!
  • Sensitifitas TC : selain Pre-SET , level sensitifias TC bisa bervariasi, makin sensitif motor makin sulit diajak menikung atau akselerasi karena sensor akan mendeteksi slide dan spin, begitupun sebaliknya ….
  • Riding Tanpa Electornic Aid ? Sekarang tidak cuma TC, ada yang disebut Launch Control (Untuk Start) anti Whille Control dan Riding Mode. nah bisakah riding tanpa Electronic Control? Bisa! Untuk kecepatan rendah dengan rpm rendah … Kalau kecepatan tinggi? Ya coba sendri, terus hasilnya gimana? Ntar ceritain ya!

  

Duet Lorenzo – Rossi sedang gila !

Bicara soal prestasi musim ini, dari 5 balapan pertama Yamaha berhasil menjadi juara 4 kali, dua dari Valentino Rossi, dua dari Jorge lorenzo. Sementara tim Honda hanya berhasil juara 1 kali dan 1 kali runner up! Hal ini diperparah dengan buruknya penampilan Hiroshi Aoyama selama menggantikan Pedrosa dan buruknya penampilan Pedrosa itu sendiri. Belum cukup! marquez pun masih dirundung Apes! 

Finish ke 5 di Qatar, Out di Argentina, Finis ke 4 di Le mans, kurang apa coba? Artinya memang Marquez membalap sendirian. Cal Crutchlow pun gak banyak membantu juga! Doi cuma sekali naik podium!

 Gelar juara Pembalap sulit ditebak kalau konstruktor … Ini dalam genggaman

Bicara gelar juara dunia pembalap memang masih terlalu dini, pertama memang selisih poin ada 35 poin, tapi balapan masih panjang, kemudian Lorenzo – Rossi bukanlah team mate yang baik, duel keduanya bisa menguntungkan Marquez. Jadi terlalu dini untuk mengklaim pembalap Yamaha menjadi juara dunia.

Tapi lain halnya dengan konstruktor. honda praktis fight dengan seorang Marquez, sementara Yamaha selain Lorenzo – Rossi ada Pol espargaro dan Bradley Simth. Mereka bisa jadi buffer yang pas buat menambah poin … Makanya jika sampe gak jadi juara dunia konstruktor mending Tim Balap Yamaha di Motogp bubar aja!

 

Pebalap AHM, Dimas Ekky Siap Berkompetisi di Moto2 CEV Spanish 

Jakarta – Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM), Dimas Ekky Pratama siap mengikuti seri perdana CEV Spanish Championship kelas Moto2 European Championship di sirkuit Algarve, Portugal (26/4). Keikutsertaaan pebalap binaan AHM di CEV Spanish Championship merupakan‎bagian dari pembinaan balap berjenjang perusahaan untuk mengantarkan pebalap Indonesia menuju jenjang balap tingkat dunia, MotoGP.


CEV Spanish Championship telah lama dikenal sebagai salah satu jenjang balap terbaik menuju MotoGP. Melalui ajang ini, lahir para pebalap berprestasi yang mampu menggenggam gelar juara dunia MotoGP, seperti Marc Marquez dan Casey Stoner. Tahun ini, CEV Championship digelar dengan membuka berbagai kelas, seperti Moto3 Junior World Championship, Moto2 European Championship, Superbike European Championship. Dimas Ekky Pratama merupakan pebalap Tanah Air pertama binaan AHM yang menapakkan karir balap di ajang CEV Spanish Championship kelas Moto2.


  

 

Pebalap AHM, Dimas Ekky Siap Berkompetisi di Moto2 CEV Spanish 
Kejuaraan CEV Spanish Championship kelas Moto2 European Championship  berlangsung sebanyak 7 seri di berbagai sirkuit  balap Eropa, yaitu sirkuit Algarve, Portugal (April), Catalunya, Spanyol (Juni), Aragon, Spanyol (Juli), Albacete, Spanyol (September), Navarra, Spanyol (Oktober), Jerez, Spanyol (November), dan Valencia, Spanyol (November).

Dimas Ekky Pratama merupakan pebalap binaan AHM yang mulai bergabung dengan Honda sejak 2013. Sejak dibina AHM, berbagai prestasi telah dicetak Dimas Ekky Pratama seperti prestasi nasional sebagai peringkat 3 Kejuaraan Nasional Supersport 600cc pada 2013 hingga prestasi internasional seperti Juara 1 Suzuka 4-Hour Endurance Race Championship pada 2013, mencetak sejarah pertama kali pebalap Indonesia lolos 7 besar kejuaaran dunia Suzuka 8-Hour Endurance Race Championship pada 2014 dan peringkat 9 Asia Road Racing Championship kelas supersports 600cc pada 2014. Tahun ini, Dimas Ekky Pratama juga melanjutkan keikutsertaannya pada Asia Road Racing Championship kelas supersports 600cc.


 

2 tahun terakhir … Rossi dianggap Habis

Melihat reaksi publik baik di sosial media atas kemenangan rossi kemarin plus ketika marquez guprak ibarat terjadi hal luar biasa. Tapi terus terang aja, kegembiraan tersebut memang wajar dan harus dimaklumi. Maklum dalam dua tahun terakhir rossi memang sudah dianggap habis tidak saja oleh penggemar motogp pada umumnya bahkan dimata fans boynya sendiri. Maklum berbagai rekor yang tadinya “identik” dengan rossi direbut oleh marquez …

  • pembalap termuda yang jadi juara dunia yang identik dengan Rossi (padahal bukan) menjadi milik marquez.
  • rekor kemenangan semusim yang identik dengan rossi (sebenarnya milik doohan) direbut marquez
  • belum lagi rekor Rookie terbaik , rekor pole position termuda dan lainya pun direbut marquez …
  • jadi memang kemenangan kemaren menjadi sesuatu  banget bagi penggemar rossi 

 

Jadi amat lumrah penggemar Rossi begitu bahagia #banget

Bagi penggemar yang jagoanya sudah dianggap habis kemudian meraih kemenangan spektakular, wajar bila mereka bener benar senang. Dan ini amat manusiawi. ibarat selama ini ngumpet di pojokan, mereka akhirnya berani berkoar, bahwa jagoan mereka valentino Rossi masih bertaring. Hanya saja perlu diingat Rossi sendiri tidak pernah menganggap Marquez sebagai tandingan mengingat keduanya berbeda generasi …

Tapi inilah balapan, tanpa adanya Fans boy die hard dan fanatik buta, maka balapan tidak akan menarik! Jika semua fansboy rasional maka balapan telah kehilangan jiwa, menjadi dingin dan inilah mengala MotoGP merupakan ajang balapan terbaik di dunia ! Selamat untuk Valentino Rossi dengan strategi dan passionya berhasil memberikan energi bagi fansboynya yang selama ini bersembunyi diantara Fansboy Marquez , Lorenzo dan Pedrosa!

  

Marquez kembali pole position

Marc Marquez kembali tampil gemilang di QTT. Tanpa basa basi Marquez langsung memimpin di menit menit awal QP2 tanpa adanya persaingan dari pembalap lainya.

Justru persaingan ketat adalah memperebutkan posisi ke dua antara Cal Crutchlow, Iannone, Lorenzo dan Aleix Espargaro

 

Suzuki yang kian mengancam

Jika di dua seri sebelumnya Ducati Desmosedici GP15 tampil sebagai momok, kini Suzuki pun ikut serta, bersama Aleix Espargaro GSX-RR berhasil start di posisi ke dua! Berikut sedikit hasil QP2 Motogp Argentina

  • Marc Marquez (honda)
  • Aleix Espargaro (Suzuki)
  • Andrea Iannone (Ducati)
  • Cal Crutchlow (Honda)
  • Jorge Lorenzo (Yamaha)