
Mencegah Isu menjadi liar … Lebih baik AHM “kejar bola” ….
isu Recall yang melanda Honda CBR250R di india seperti yang dibicarakan di motorbeam.com memang sampai detik ini belum memiliki pengaruh yang signifikan di indonesia. Tetapi di era informasi begitu mudah di dapatkan oleh konsumen dan masyarakat menurut mbah alangkah baiknya jika pihak AHM melakukan “kejar bola” terhadap isu ini. Ketibang menunggu perkembangan dari Honda India.
masih ingat kasus ”isu rangka” coak ? memang hal tersebut memang sekedar isu, tetapi tentunya terbukti bisa menjadi topik bahasan hangat nan liar, karena AHM sendiri sedikit terlambat untuk melakukan klarifikasi. Tentunya di segmen CBR250R dimana konsumenya akan jauh lebih kritis dan lebih sensitif terhadap kwalitas produksi, ketibang NMP, ada baiknya strategi “kejar bola” diterapkan oleh AHM daripada menunggu isu tersebut menjadi besar.

Jika memang “recall” itu perkara “kecil” … membendung isu, itu baru perkara sulit !
buat pabrikan paling besar sejagat, perihal recall itu hanyalah perkara spele. Bahkan merecall motor Goldwing GL1800 aja yang berjumlah lebih dari 126.000 unit saja mereka tidak mengalami kesulitan. Apalagi sekdar melakukan recall pada motor yang masih berusia seumur jagung, hal itu jauh lebih mudah dilakukan oleh Honda.
Tetapi lain ceritanya jika mereka (Honda) mendapatkan image buruk akibat terlambat melakukan klarifikasi, yang ironisnya masih belum terbukti apakah ternyata produk tersebut patut di recall atau sekedar random quality check. Masalahnya jika “isu” dan “katanya” sudah tersebar dan menjadi bola salju, hal yang benar pun bisa berubah menjadi salah! Ini lah mengapa ada baiknya AHM melakukan klarifikasi terlebih dahulu
![]()























KOMENTAR