
tmcblog.com
Seperti Ninja 250R … CBR 250R memberikan fitur yang baru dikenal oleh publik
Sebagai refreshing lagi, kita telah mendapatkan Ninja 250R yang hadir untuk pasar global. Artinya motor yang kita beli memiliki fitur yang sama dengan yang ada di amerika atau eropa. Nah begitu juga CBR250R. Produk “global” tersebut umumnya hadir dengan kemasan yang berbeda dibandingkan produk “regional” seperti Honda Super Fit ato Jupiter MX. Karena produk ini memang dirancang untuk memenuhi masyarakat secara umum tidak saja untuk kawasan tertentu!

Riding Position agak “ngangkang”
Fitur yang paling kentara adalah ukuran tangki yang melebar ketibang memanjang. Bisa dibedakan dibandingkan CBR150 atau Ninja 150R. Nah hal ini untuk mengakomodir buat bikers dengan tinggi diatas 165cm agar lebih nyaman kasarnya (buat biker jangkung, mengapit tangki dengan model memanjang = menyiksa si burung
) tapi itu betul. Konon disebut “syndrom tangki anorexia”

Posisi Stang yang lebih melebar
Bisa dibandingkan dengan motor sport untuk pasar regional. posisi Stang CBR250R lebih melebar. Memang buat biker yang berukuran “mini” efeknya adalah mereka harus lebih membungkuk dan “stretch”, tapi buat bikers dengan tinggi diatas 1.65 posisi stang yang melebar artinya posisi mengemudi tersebut lebih rilex. Terutama untuk perjalanan jarak Jauh!

Fitur DRL dan dashboard yang mengutamakan “Tachometer” ketibang speedometer
Nah jika kita melihat moge, bisa dijamin nggak bakal ada switch untuk mematikan lampu. Karena memang mereka telah mengaplikasikan fitur DRL. Begitu juga dengan CBR 250R. Nah fitur lainya adalah Dashboard CBR250R mengaplikasikan display kombinasi. Dimana Tachometer dibuat analog dan besar, sedangkan speedometer dibuat kecil dan digital. Nah ini adalah khas motor sport. Karena saat melakukan “track day” di sirkuit, fokus pengendara ada pada RPM bukan pada speedometer.
… Nah gimana? Monggo di share

KOMENTAR