
M.Fadli (ganas diatas R6 kini ZX6R … tetep hobinya Vespa)
Dulu Vespa identik dengan pak guru he he he
Jika ngerasain masa esde di tahun 80an atau awal 90an rasanya masih segar dalam ingatan kalo motor Vespa itu dianggap sebagai motor “pak guru”
memang vespa di akhir tahun 80an dan awal 90an berada di dalam masa masa penurunan (menurut mbah) dan di tahun tahun segitu motor bebek 2 tak sporti identik dengan motor trendy. Jadi jangan heran jika Vespa itu identik dengan kaum tua atau kaum konservatif yang jauh dari kesan trendi.
Dari Ducati 848 ke R6 … Tapi hobby tetep … Maen Pespa !
Sekarang jadi Style Metroseksual, Modis dan Trendy … terutama di kalangan pembalap Supersport.
Vespa mule bener bener ilang akhir tahun 99an, tapi seiring dengan hadirnya skutik dan dirintisnya Vespa lewat SKN vespa kembali bangkit. Produk Italy jangan harap bisa bersaing dengan produk jepang soal harga. Kendati dalam kapasitas kecil sekalipun. Sehingga di pertengahan tahun 2000an Vespa kembali hadir, tapi menyasar segmen yang terbatas. Makanya Vespa dikenal sebagai skutik “modis” nan trendy buat kalangan metrosexual. Terlebih setelah di pegang PT Piaggio indonesia Vespa kembali merintis kejayaanya. Tetapi di tengah ke modisan dan image metrosexual, apakah Vespa merupakan produk yang nggak maco ? Siapa bilang
Saat ini “main Vespa” lagi ngetrend dikalangan pembalap Supersport, seperti Fadli, Dimas hingga Nico. Makanya, ati ati kalo ketemu pengendara vespa, jangan sok nantang kalo apes bisa bisa ente dilibas sama “setan setan” supersport ini :mgreen:


































KOMENTAR