Pengait kata (tags) tulisan ‘ cbr250r

09
Des
11

Honda AHM sebaiknya “reaktif” dalam menghadapi isu CBR250R

Mencegah Isu menjadi liar … Lebih baik AHM “kejar bola” ….

isu Recall yang melanda Honda CBR250R di india seperti yang dibicarakan di motorbeam.com memang sampai detik ini belum memiliki pengaruh yang signifikan di indonesia. Tetapi di era informasi begitu mudah di dapatkan oleh konsumen dan masyarakat menurut mbah alangkah baiknya jika pihak AHM melakukan “kejar bola” terhadap isu ini. Ketibang menunggu perkembangan dari Honda India.

masih ingat kasus  ”isu rangka” coak ? memang hal tersebut memang sekedar isu, tetapi tentunya terbukti bisa menjadi topik bahasan hangat nan liar, karena AHM sendiri sedikit terlambat untuk melakukan klarifikasi. Tentunya di segmen CBR250R dimana konsumenya akan jauh lebih kritis dan lebih sensitif terhadap kwalitas produksi,  ketibang NMP, ada baiknya strategi “kejar bola” diterapkan oleh AHM daripada menunggu isu tersebut menjadi besar.

Jika memang “recall” itu perkara “kecil” … membendung isu, itu baru  perkara sulit ! 

buat pabrikan paling besar sejagat, perihal recall itu hanyalah perkara spele. Bahkan merecall motor Goldwing GL1800 aja yang berjumlah lebih dari 126.000 unit saja mereka tidak mengalami kesulitan. Apalagi sekdar melakukan recall pada motor yang masih berusia seumur jagung, hal itu jauh lebih mudah dilakukan oleh Honda.

Tetapi lain ceritanya jika mereka (Honda) mendapatkan image buruk akibat terlambat melakukan klarifikasi, yang ironisnya masih belum terbukti apakah ternyata produk tersebut patut di recall atau sekedar random quality check. Masalahnya jika “isu” dan “katanya” sudah tersebar dan menjadi bola salju, hal yang benar pun bisa berubah menjadi salah!   Ini lah mengapa ada baiknya AHM melakukan klarifikasi terlebih dahulu :D

04
Okt
11

Regulasi Euro3 … Lonceng Kematian 2stroker 250cc dan kebangkitan 250cc 4stroker !!!

Emisi Euro3 membuat motor 2stroker kehilangan esensi

Regulasi emisi uni eropa mengenai batasan emisi yang diatur dalam standarisasi Euro3 otomatos membuat motor 2 stroker berkapastias 250cc tewas seketika. Aprilia RS250 stop, menyusul rekan sejawat yang sama sama legendaris yaitu Suzuki RGV-250R. Kalaupun kapasitas 125cc bertahan, mereka telah kehilangan esensi, liat aja gimana lemotnya Aprilia RS125 dan Cagiva Mito 525sp dibanding varian sebelumnya! Inilah mengapa disebut 2 strokers telah kehilangan esensi!

125cc 2 stoker terlalu pelan, pilihan jatuh ke 250cc 4 stroker!

Motor motor 2 stroker yang masih bertahan seolah terbelenggu khususnya dari segi performa. Sebaliknya bagi biker pemula mereka mendambakan motor berkapasitas kecil namun tetap garang, disinilah 250cc 4tak yang di tahun 90an sempat mati kembali bergairah. Diawali oleh Ninja 250R, kemudian CBR250R lalu Suzuki GW250 dan mudah mudahan Yamaha YZF-R250 sekarang saatnya era 250cc 4stroker berjaya kembali! Semangat!

05
Agu
11

Gempuran Honda AHM – Mentah ditangan Ninja250R !!!

Dengan kekuatan Finansial, Brand Image dan Jaringan 3s Sebenarnya Mustahil buat Pabrikan lain melawan Honda

Honda AHM boleh dibilang seperti raksasa yang cerdas nan kaya raya (biasanya raksasa pan identik dengan gedong aka gede dongo” nah ini lain. AHM memiliki kekuatan finansial yang tidak tertandingi untuk melawan kompetitornya. Salah satunya dengan cara mereka mbrojolin produk baru tiap beberapa bulan sekali. Bran image AHM sebagai motor Awet juga nyaris tak tersentu kecuali oleh yamaha. Jaringan 3s ? Hmm perlu dijelaskan? Nah tiga jurus ini begitu mujarab untuk membuat sebuh brand laris manis dipasaran. Tidak heran honda menjadi market leader hampir diseluruh line up yang mereka miliki. Kecuali  …

Kawasaki Ninja250R … Nilai jual mesin 2 silinder bisa berbicara lain!

nah hal serupa tidak berlaku di segemen Sport 250cc. Kendati honda menawarkan 2 line  up produk yaitu CBR250R Abs (46,5 jeti) dan CBR250R non ABS (39,5 jeti) yang menurut mbah memiliki harga psikologis luar biasa kuat namun prakteknya lain. N250R ternyata masih berkibar. Tapi sebenarnya fenomena ini bisa dibaca pakai logika sederhana nah hal ini meliputi 3 teori

  • Melihat segmen motor seharga 40 jetian dimana konsumen di sini setidaknya mampu mbeli motor sampai harga 50 jeti setidaknya. Sehingga harga psikologis 39,5 jeti menjadi sedikit “basi”
  • Konsumen di segmen ini biasanya ingin mencari pengalaman baru khususnya performa dan karakter motor. Nah makanya mesin 2 silinder konon tidak bisa di subtitusi dengan teknologi injeksi, dashboard digital dan rem abs
  • Branding, menarik kan ? Honda dikalahkan dengan “branding” yup! Di indonesia bran ninja 250R sudah begitu melekat dimata konsumen, sementara CBR250R ternyata tidak mampu menjadi “party crasser” yang cukup baik. dan Ninja 250R tetaplah menjadi raja di segmen ini,
07
Jul
11

Ninja 250R bangkit dan Kalahkan “duo” CBR250R

Ninj 250R berhasil mengalahkan jurus “jepit” AHM

Strategi “sandwich” ala AHM dengan merilis 2 tipe motor sekaligus yaitu CBR250R ABS dan non ABS dengan harapan dapan menjepit N250R yang cuma satu versi nampaknya tidak begitu berhasil bahkan boleh dibilang kesuksesan AHM itu cuma “semu” akibat sensasi produk baru semata, terbukti kini Ninja 250R kembali menjadi raja di kelas 250cc. 

Dalam data penjualan bulan Juni yang detikOto terima dari Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI), Kamis (7/7/2011) tampak Ninja 250R menunjukkan dominasinya. Di bulan keenam 2011 tersebut, Honda CBR250R hanya berhasil terjual 967 unit. Sementara Kawasaki Ninja 250R berhasil merengsek naik dengan penjualan sebesar 1.250 unit di bulan Juni lalu.Dengan begitu, Ninja 250R pun kembali menjadi raja motor sport kelas 250 cc. Di bulan Mei, Kawasaki Ninja 250R juga berhasil melepas 884 unit, lebih tinggi dari penjualan Honda CBR250R di bulan itu yang hanya 639 unit saja. (Kutipan dari Detikoto)

26
Jun
11

Penampakan CBR250R “Repsol” Edition …

… beberapa saat kemudian nerabas lampu merah ! xi xi xi …

Beberapa hari yang lalu, mbah menuju pulang dari daerah senayan, nah namanya mata blogger 8O biasanya ekstra awas khususnya terhadap motor dengan penampilan “unik” nah salah satunya CBR250R Repsol edition ini :D penampilanya mencolok, sempat mbah kira temen mbah, bro Alard atau Ubay yang naik repsol 1000, eh kok bukan. Ternyata CBR 250cc, uniknya motor ini telah pakai knalpot Akrapovic slip on, makanya suaranya aga beda :D … reflek mbah keluarin bb trus mbah foto. Pas difoto orangnya langsung mabur nrabas lampu merah … :mrgreen: jangan jangan mbah disangka paparazi kali :D

10
Jun
11

Kenapa Livery Repsol Begitu Digilai ?

Livery Repsol identik dengan Superioritas dan Kejayaan !

Repsol, merk oli yang sebenarnya gak begitu populer di indonesia :D tapi amat terkenal. Kenapa? arena livery Repsol ini identik dengan Dominasi Honda di Era balap motor modern, tercata Mick Doohan menyumbang 5x Gelar juara dunia , alex Criville 1x Valentino Rossi 2x dan Hayden 1x otomatis sudah 9x gelar juara dunia diperoleh repsol sejak keikut sertaanya di MotoGP.

Kalahkan Marlboro – Honda berhak diidentikan dengan “Repsol” mereka pun mengamininya :D

Apa yang dilakukan Honda dengan repsol cukup cerdik. Mereka pun bak gayung bersambut. Berbagai edisi Repsol Honda varian masal pun dibuat. Mule dari Honda NSR 150R SP yang legendaris itu, Seluruh line up Honda CBR1000R dan motor generasi baru seperti CBR 150R, Honda Blade dan akan segera menyusul Honda  CBR250R. Alasan lainya karena memang tingkat “keidentikan” Honda dengan repsol jauh melebihi ikatan antara Marlboro & Yamaha dan kini Marlboro Ducati. Makanya gak heran Repsol dan Honda adalah tidak terpisahkan.

21
Apr
11

Regulasi Balapan Harus Realistis, bukan Cuma Idealis !

omr ninja 250r lebih bergengsi ketibang Kejurnas 250cc

Sepinya peminat kejurnas 250cc … Regulasi harus Realistis

Banyaknya batasan dan larangan pada kejuaraan Nasional kelas 250cc yang berujung dikembalikan statusnya menjadi “open class” 250cc dikarenakan sepinya peminat. Regulasi ini memang relatif cukup ketat, akibatnya tidak hanya sepi peminat, tetapi juga turunya gengsi kejuaraan tersebut. Katakan saja dari segi lap time. Karena banyaknya larangan modifikasi, otomatis lap time di kejurnas pun jadi lebih rendah dibandingkan OMR Ninja 250. jadi bukanya menjadi positif malah jadi negatif. Peserta nggak ada, gengsi pun hilang :?

Regulasi diadakan agar dapat menaikan jumlah peserta, tapi jika tidak berhasil artinya perlu direvisi !

Nah pada awalnya banyaknya batasan pada kejurnas 250cc diharapkan menjadi magnet bagi peserta baik individual maupun tim agar mau berpartisipasi dengan asumsi biaya yang lebih murah. Oke, thats good! tapi kenapa dengana danya regulasi yang mampun melakukan penekanan justru malah sepi peserta? Ya jawabnya gampang! Karena biaya “oprek” mesin vs dana yang didapat dari sponsor itu relatif seimbang. Justru tanpa biaya “oprek” sponsor malah nggak mau dateng. Nah unik? nggak juga seh! Soalnya pada kenyataanya, sponsor lebih senang mendanai tim yang turun di ajang yang lebih bergengsi seperti OMR ninja 250r ketibang Kejurnas 250cc yang sepi peminat. Akibatnya pengeluaran tim yang turun di kejurnas justru lebih besar karena mereka harus berlaga dengan sponsor yang minim! Akhirnya Bisa disimpulkan regulasi yang model ini ada baiknya direvisi, toh tujuanya demi meningkatkan peserta dan meminimalisir pengeluaran tim bukan?

12
Apr
11

Sampe Kapanpun CBR250R nggak bakal Bisa ngalahin Ninja250R

Pembicaran menarik antara TMC blog dan Nico Julian

Disela sela sela acara makan siang, terbesit pembahasan mengenai pertempuran antara Ninja250R vs CBR250R. Dimana regulasi kejurnas 250cc kembali dirubah karena minimnya perserta. Salah satunya adalah menjadikan kelas 250cc menjadi “open class” ketibang kejurnas 250cc dengan regulasi ketat. sampe akhirnya pada pokok pembahasan mengenai peluang CBR250R menghadapi N250R dilevel kejurnas.

Sampe kapanpun CBR250R nggak bakal bisa ngelawan N250R !!!

Nah dari pada ribet melakukan analisa dan tebak tebakan mending kita tanyakan langsung sama juara nasional Ninja250cc dan Ninja150cc Nico Julian. Nah pasalnya beda dengan Dimas yang cenderung tembak langsung ke supersport. Nico memahami betul seluk beluk balapan kelas “capung ini” … Nico sendiri bilang di kelas 250cc dengan regulasi kejurnas, mustahil buat CBR250R yang satu silinder bisa menghadapi Ninja250R yang 2 silinder. Karena kekurangan jumlah silinder harus dikompensasi dengan kapasitas mesin yang lebih besar! Nggak heran kang Taufik sendiri menegaskan bahwa untuk menghadapi Ninja250R – CBR250 harus di bore up hingga 300-325 cc sebagai mana regulasi Superbike. Hal itu pun diamini oleh juara nasional 2010 :D


09
Apr
11

Honda CBR250R ABS – Sebegitu Berharganya kah “ABS” ?

Fitur ABS … terlalu mahal bila dibandingkan harga motor ?

setiap motor pasti butuh Rem. Mule dari Tromol, cakram, cakram hidrolis sampe cakrem hidrolis monoblock. Jadi jelas rem adalah “nyawa” bagi pengendara motor. Tapi jika rem motor telah dilengkapi fitur ABS artinya motor tersebut sudah melangkah ke level yang lebih tinggi lagi. Tetapi kembali ke permasalahan  antara Harga motor vs Fitur ABS. Fitur ABS dihargai 1/7 dari harga motor. Apakah sebuah fitur layak dibandrol segitu mahalnya? Apakah keberadaan fitur rem ABS sebegitu berharga sehingga Honda berani mematok angka fantastis (6.5 jeti) hanya untuk sebuah fitur ?

Motor yang jauh lebih bertenaga saja nggak pake rem ABS …

Sebut saja Aprilia RSV4, Ducati 1198sp hingga Yamaha YZF R-1 adalah Superbike terbaik di dunia dengan tenaga lebih dari 160 hp, bandingkan dengan CBR250R yang cuma 26 hp. Superbike tersebut tidak memiliki fitur yang bernama rem ABS, kalaupun ada hanyalah fitur opsional.  Kenapa? Meski dikatakan membantu mencegah slip, namun fitur ABS pada motor tidaklah sebegitu krusialnya dibanding ABS pada kendaraan roda 4. Lagi pula jika memang fitur ABS merupakan sesuatu yang “spesial” mbah yakin fitur tersebut sudah menjadi standar setiap line up. Bahkan Honda sendiri hanya menempatkan fitur “abs” sebagai aksesoris. Nah kalo  menurut mbah sih, selama masih bisa ngerem dengan normal, ngapain pilih yang mahal! ;)

Keberadaan “ABS” pada CBR250R tidak akan menjadikan Ninja250R ketinggalan jaman, tapi sebaliknya!

Terus terang harga 39.9 jeti pada CBR250R standar merupakan penawaran menarik dan terbaik dari kelas 250cc, bahkan dibandingkan Ninja 250R sekalipun. Tetapi mematok CBR250R ABS  seharga Ninja 250R tidak berarti menjadikan N250R sebagai produk dinosaurus yang ketinggalan jaman. Melainkan membuat CBR250R ABS merupakan motor over price dan over rated. Apakah dengan keberadaan rem ABS pengendara akan menjadi lebih mudah dalam mengerem? Sorry to say … nope! Tetep, di mata mbah harga 6.5 jeti buat fitur ABS mbah rasa berlebihan … tetep pilih CBR250R biasa atau Ninja 250R !


08
Apr
11

Hyosung GTR 250 FI – Fiturnya “Moge Banget”

Spesifikasi dan Fiturnya jauh lebih premium dibanding Ninja 250R dan CBR250R

Oke pertama nama Hyosung memang belum begitu dikenal ditanah air, tapi percayalah di Australia motor ini bener bener populer. Diperkirakan Hyosung bakal dibandrol lebih mahal dibanding motor 250cc yang selama ini ada ditanah air. Tapi menurut mbah sih wajar, soalnya fitur yang ada pada hyosung lebih premium dibanding calong kompetitornya itu!

Fitur “Moge” beneran ada disini! Ninja 250R dan CBR250R mah Kagak ade!

Oke pertama frame Deltabox, dulu NSR150R bikinan federal motor, Suzuki FXR dan TZM150 pernah ada, tapi sekarang ? CBR250 dan N250R menggunakan frame yang lebih inferior. Mesin, lupakan CBR250r, meski ninja 250R menggunakan mesin 2 silinder tapi mesin “V” twin memiliki suara dan karakter yang jauh berbeda. Fork depan sudah menggunakan upside down, memang ada superbike yang pake Shock teleskopik? Lalu yang terakhir adalah Rem depan cakram ganda ini baru keren? Jangan bicara Abe Es deh, double cakram itu keren dan pakem! Muuuaaaatep!

07
Apr
11

Apakah Harga “Psikologis” 39jeti menjadi sumber keunggulan CBR250R ?

Secara prosentasi masih kemenangan tipis !

Berdasarkan data AISI , Kamis (7/4/2011) Honda CBR250R pada bulan Maret 2011 terjual sebanyak 1.167 unit mengalahkan dominasi Kawasaki Ninja 250R yang menjamah pasar dengan angka 1.002 unit. Tidak signifikan memang tetapi hal ini memastikan bahwa Honda CBR250R telah sukses mengalahkan penjualan Ninja250R.

Konsumenya “melek teknologi” dan “melek ekonomi” … Faktor 39 jeti kah?

Sampe detik ini mbah sendiri belum mengetahui varian CBR250R manakah yang menjadi pilihan konsumen. Tetapi mbah mensinyalir  jika memang CBR250R non abs yang dipilih artinya bandrol psikologis AHM memang benar benar bekera. Pasalnya disegmen ini konsumenya pun melek teknologi dan melek harga. dan selisih 6.5 jeti itu signifikan!

30
Mar
11

Komparasi (4) CBR250R vs Ninja250R – Flexibilitas & Harga

Ronde 9 :  Flexibilitas

Bagi kebanyakan orang di indonesia memiliki motor premium adalah idaman. Tetapi kadang seseorang hanya mampu memiliki 1 motor saja, baik itu untuk keperluan harian ataupun kesenangan. Makanya bagaimanapun juga motor itu harus fleksibel !

Ninja 250 R :  Harian – Trek – Turing : 10/10

Ninja 250R telah terbukti mampu menjadi sarana motor harian, motor turing, dan sirkuit yang baik. Oleh sebab itu ibarat sebuah pesawat tempur Ninja 250r adalah F-15 eagle yang memang sudah combat proven dan dilengkapi oleh Martin Baker ejetion seat yang terbukti sempurna. Jadi Ninja 250 telah terbuti fleksibel!

CBR250R : Karakter ala “Ducati” bukan selera semua orang : 9 /10

Mesin satu silinder ala CBR250R memang oke, begitu juga sistem injeksinya. Tetapi tidak sperti Ninja250R, CBR250R belumlah terbukti. Wajar CBR250R relatif baru. Tetapi setidaknya teknologi yang digunakan memang sudah combat proven. Kalo pesawat CBR250R adah Sukhoi 30. Lebih canggih dari F-15 eagle, lebih baru namun belum combat proven. nah ini dia yang menjadi kunci. Zvesda ejection seat terbukti combat proven tapi tidak dengan Su-30. Itulah CBR, teknologi nya terbukti tapi motornya belum!

Ronde 10 : HARGA !!!!

Ninja 250 R : Rp 46.5 jeti On the road :  7/10

Ninja memang terbukti laris manis dengan harga 46,5 jeti. Tetapi bukan berarti itu harga yang sempurna. Pasalnya sudah 3 tahun lamanya kita disodori dengan model yang sama. Nah seharusnya sebagaimana tradisi motor jepang, tahun 3 artinya facelift besar. Dan ninja 250R mengabaikan hal itu! Dengan harga segitu rasanya kita wajib protes kepada KMI !

CBR 250R : Rp 40 jeti  & 46,5 jeti (ABS) : 10/10

Cerdas! itulah kata yang pas buat honda AHM. dua produk dengan harga yang terpaut 12%! Fitur ABS memang fitur premium, tapi tanpa ABS pun wajar jika bikers aman aman saja menggunakan rem biasa. Selisih harga 6,5 juta adalah jarak yang amat lebar buat dibelanjakan. mulai dari helm baru, hingga aksesoris bisa dibelanjakan. Nah kalo gini artinya mantab! Konsumen bebas memilih, apakah beli CBR 250R non abs seharga 40 jeti atau pilih fitur premium seharga 46.5 jeti … atau malah Ninja 250R dengan harga yang sama ? Kalo mbah mending pilih ninja dibanding CBR ABS ! Hmmm!

====================================================

Komparasi 1+2+3+4 = Ninja 250R (83/100) vs CBR 250R (84/100)




Jarak Tempuh

  • 11,440,237 Km

Arsip

INDOBIKERS, Indonesian Bikers Community


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 317 pengikut lainnya.