BMW GS

All posts tagged BMW GS

Penampilan yang berubah total …

Bmw R1250GS memiliki penampilan yang berubah total! yup perubahan total berubah setotal totalnya. Boleh dibilang tidak ada satupun penampilan GS1200A yang tersisa di motor ini. Maklum motor ini dirancang untuk menghadapi ketampanan si “flamboyan” multistrada 1200 dan disaat yang sama dipersiapkan untuk menggebuk si “outback” KTM 1190 Adventure R Terbaru.

 

 

Frame Trellis Modular dan Mesin dengan sistem pendinginan “unik” … Riding mode ? Yes !!!

bicara soal perubahan teknis , ada dua catatan penting pada R1250GS ini. Pertama motor ini menggunakan pendinginan dua tahap. Yaitu pendinginan air 60% dan udara 40% hal ini didasari dengan “beban” yang dimiliki motor ini. Maklum pendinginan air datang dari dua unit radiator, sementara pendinginan udara hadir dari oil Cooler dan Tiupan kipas radiator. oh ya, sebagai tambahan BMW R1200GS ini memiliki fitur yang dinamakan E-Gas.

“E-gas” systems yang berfungsi sebagai fitur cruise control serta 5 tipe riding mode (“Rain”, “Road”, “Dynamic”, “Enduro” & “Enduro Pro”), yang secara otomatis mengatur sistem Automatic Stability Control (ASC), Anti-locking Brakes System (ABS), and Dynamic Damping Control (DDC) semi-active suspension operation.

About these ads

BMW G650GS – Kombinasi antara  faktor “Ekonomis” dan “Enduro”

cukup kaget mbah melihat BMWG650GS ini. Maklum motor bmw ini tidaksaja menggunakan mesin konvensional (bukan boxer) tetapi juga dari ukuran dan kapasitasnya. BMW G650GS ini memiliki kapasitas mesnin 650cc 1 silinder yang tak lain merupakan kapasitas paling kecil di keluarga GS. Sementara konsep motor ini adalah penggabungan dari motor “ekonomis” karena memiliki production cost yang “rendah” untuk ukuran BMW sementara menjaga konsep “enduro” yang dipegang teguh oleh keluarga GS”

GS650 – 1 silinder … yup 1 silinder

yang jelas seperti juga KTM690LC ataupun Yamaha MT03 dimana motor berkapasitas 650cc hanya menggunakan mesin 1 silinder. Artinya torsi motor lebih besar dibandingkan tenaga motor. Betul saja, tenaga motor memang cuma 48 hp @ 6500 rpm tetapi torsinya mencapai 60 nm @ 6500 rpm. Karakter ini memang dibutuhkan untuk motor “heavy” enduro maupun komuter dimana sering ditempatkan pada kondisi “start-stop”

Fitur khas GS memang tetap ada disini

Windscreen tinggi plus Dashboard minimalis namun fungsional tetap eksis pada GS650 ini. Hanya saja fitur memang lebih disiederhanakan demi memotong bobot dan production cost. Tetapi bmw tetaplah bmw, kwalitas material yang digunakan masih jauh diatas rata rata.

Undertail Exhaust dan Rak Bagasi 

yang menarik meski menggunakan mesin 1 silinder tetapi G650 ini menggunakan 2 knalpot undertail Plus sudah memiliki rak belakang siap untuk dipasangi box vertical. Yang jelas dibandingkan keluarga GS lainya untuk urusan ketinggian motor, rasanya motor tipe inilah yang paling cocok digunakan orang indonesia :D

Andalkan Mesin Boxer … Mesin BMW paling bandel yang legendaris

Kang JJ keliling Dunia naik BMW GS1200, Ewan Mc Gregor keliling Bumi utara selatan – barat timur bareng Chalie Boorman naik GS1200 Adventure. Hampir seluruh petualang dunia mengandalkan BMW buat bertualang. Tercatat cuma Paolo Pirozzi yang naik Multistrada  1200, itupun baru dilakukan ditahun 2010 alias setelah Ducati merombak abis desain Multistradanya.

Suspensi Telelever + Mesin Boxer … Kendara perang bukan metrosexual

Penampilan BMW baik varian GS, F800 hingga S1000RR nggak bisa dibilang ganteng, seperti wajah Arnold Schwarzenegger yang mengerikan namun jauh dari kesan ganteng seperti mbah dukun :mrgreen: motor BMW khas dengan suspensi telelever alias suspensi upside down ataupun teleskopik namun ditopang oleh suspensi monoshok di bagian tengah. Mesin boxer yang terkenal ganas dan mengandalkan pendinginan udara tanpa radiator memastikan mesin tidak akan mengalami masalah overheat dalam kondisi apapun, itu terbukti!

Sedikit overprice dan nggg … 175 cm minimum please !

BMW Motrrad memiliki 2 kekurangan dari sekian banyak keunggulan. Pertama BMW motorrad relatif overprice, hal yang ntah kenapa nggak bisa mbah jelaskan. Karena ketika dibandingkan dengan motor CBU lainya tetep aja produk BMW Motorrad ini relatif lebih mahal. Tetapi masalah harga bisa diatasi jika mau merogoh kocek lebih dalem. Masalah kedua, dan ini rada ribet :lol: Tinggi! Motor BMW bener bener jangkung. Bahkan buat biker setinggi 174 cm seperti mbah ini aja masih kudu jinjit! Dan masalah ini nggak bakal bisa di atasi, kalaupun motor dipaksa dipendekin, mmm esensi enduronya pun ilang! Tapi yang jelas kalo mau off road plus garuk tanah, jelas pilihan ada pada keluarga BMW Motorrad !