Kuda Gila : Bisa mempengaruhi hasil kejuaraan Dunia
Bukan kuda hitam, tapi kuda gila. Mereka para kuda Gila ini bisa saja tampil sebagai juara seri atau menjadi penentu hasil kejuaraan dunia. Kenapa ? Skill mereka mumpuni, motor mereka kenceng, hanya saja penghalang mereka adalah rekan setim. Pasalnya sering kali mereka dikorbankan menjadi Back up!

Nicky Hayden – Ducati Gudang Garam Merah
Nicky Hayden tahu betul rasanya menjadi juara dunia. Pasalnya doi adalah kampiun dunia tahun 2006. Nicky secara skill memang tidak sebaik pembalap kuda gila lainya. Tetapi ia mempunyai satu senjata pamungkas. Apakah itu ? Konsistensi dan kejutan. Ia pun cukup efektif memanfaatkan konsistensinya dalam kejuaraan dunia. Terbukti ia menjadi satu satunya juara dunia dengan kemenangan paling sedikit!

Marco Simoncelli – Gresini honda
Super Sic, menjadi satu satunya pembalap tim satelit yang masuk dalam kategori ini. Supersic tidak takut siapapun, karena statusnya sebagai pembalap junior dan tim satelit Supersic membalap tanpa beban. Tahun ini bersama Aoyama ia mendapatkan durian runtuh, RC212V besutanya adalah motor dengan spek pabrikan. Sama dengan armada Repsol!

Andrea Dovizioso – Repsol Honda
Bersaing tidak saja dengan tim lawan, di timnya sendiri ia harus berusaha keras karena disitu bernaung dua T-Rex. Dovizioso dalam tekanan untuk selalu tampil maksimal. Karena tim yang dibelanya adalah Repsol Honda, tim terbesar di motoGP nggak heran ia terbebani untuk selaku tampil maksimal!

Ben Spies – Semakin Didepan Yamaha
Juara dunia WSBK 2009 dan Rookie of the Year 2010 ini bersama tim terbaik dan juara bertahan jorge lorenzo. Ia mendapatkan warisan sang mahaguru Valentino Rossi. Seharusnya ia mampu menyumbangkan setidaknya 1-2 kemenangan, tapi ingat, meski bersama tim terbaik, ia bukan bersama rekan setim yang terbaik.
KOMENTAR