vendornya gimana nih?

oke, ini mumpung lagi rame, banyak yang bingung banyak yang mencoba menjadikan sebagai bahan blek kempen …

soalnya salah satu produk yang di tampilkan adalah PCX Modifikasi karya Vendor aka Third Party ternyata merupakan barang KW alias palsu dan ini jelas salah besar … karena bagai mana bisa vendor tersebut menggunakan knalpot palsu pada produknya!

Vendor dikasih bahan buat modif … di modif, kok jadi pabrikanya yang di salahin ya?

gini, disini mbah bicara sebagai petinggi ATPM dengan pengalaman 10 tahun lebih, (Ducati-Mv) dan maap maap, disini ATPM pun gak bisa berbuat banyak. kenapa karena prosesnya sudah jelas dimana (1) atpm memberikan motor (unit) (2) vendor dalam hal ini memodifikasi unit tersebut (3) atpm terima beres dan memajang hasil modifikasi tersebut !

jadi intinya ATPM dan dalam hal ini AHM gak salah? ya enggak … yang disalahkan ya modifikator alias vendornya … kok bisa bisanya pake knalpot KW ? trus perasaan dulu bukin artikel soal knalpot KW pada ngebelain knalpot KW, eh ini rame rama jadi pendekar anti knalpot KW ?? tanya kenapa? … tanya sendiri lah! kalo gw mah jelas … membela yang bayar … gak mau bayar minta di bela? NGEWONG AMA JABLAY AJA KUDU BAYAR … :mrgreen:

Honda PCX mencoba jadi market leader

usaha honda memang gak pernah langsung berhasil. ingat bagaimana mereka mencoba menguasai skutik. butuh dua kali mereka membuat skutik, Vario G1 dan vario G2 …

di segmen sport juga sama, mereka dua kali bikin honda CBR, versi satu silinder dan versi dua silinder!

Sekarang giliran PCX

nah situasinya aga berbeda. soalnya PCX di versi awal gak gitu serius, di datengin CBU yang jelas jelas motor jadi operpress, nah sekarang mereka menghadirkan versi lokal.

jadi gimana? bisa gak? merkea jadi market leader si segmen premium skutik?

Chaz Davies – dan Panigale V2

ini adalah musim terakhir chaz davies membalap diatas ducati 1199 Panigale R. memang soal kemenangan itu bukan masalah bagi panigale. namun sejak keterlibatanya di WSBK musim 2013 sampai 2017 panigale 1199R belum sama sekali merasakan gelar juara dunia pembalap dan konstruktor

padahal pendahulunya 1098 berhasil jadi juara dunia 2x, 999 3x dan 916-998 berhasil menjadi juara sebanyak 6x

akan menjadi catatan tersendiri

bagi chaz davies yang musim 2019 akan menggunakan panigale V4 jika dia berhasil menjadi juara dunia musim ini, setidaknya akan menyelamatkan konsistensi ducati di ajang world Superbike!

namun melihat konsistensi jonathan rea dan naiknya camier di atas honda ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi chaz davies dan ducati panigale 1199R nya

From Non Finnisher to Top 5

jika melihat pengembangan yang dilakukan Leon Camier bersama MvAgusta F4 adalah merubah motor yang sebenarnya non finnisher (jarang finis) menjadi motor top 5 contender. di musim 2015 F4RC hanya bisa finis di posisi 13 klasemen akhir, sementara di musim 2016 dan 2017 F4RC bisa berada di posisi 8 besar klasemen akhir.

sebagai catatan F4RC sendiri baru turun penuh di WSBK pada musim 2014 dan baru mulai dikembangkan dengan leon Camier di musim 2015

CBR1000RR SP2 … Championship Contender

sementara di musim perdananya CBR1000RR SP2 lebih kacau lagi. dia berada di posisi dasar klasemen dengan prestasi hanya beberapa kali finis di posisi 10 besar. padahal versi sebelumnya di tangan alm Nicky Hayden motor ini langganan podium dan bisa menjadi juara seri.

di tangan leon camier motor ini sudah berhasil menjadi penantan Rea, setidaknya dalam sesi uji coba. sekarang tinggal bagaiamana Camier bisa mengaplikasikanya di balapan yang sesungguhnya !