Liputan Langsung – Indobikermags @ FIM SBK malaysia

Setelah terakhir kali mendapat akses meliput MotoGP di tahun 2011 , kini Indobikermags kembali mendapat undangan untuk meliput secara langsung FIM Superbike Malaysia di Sepang.

Tidak tanggung tanggung mbah mendapatkan cukup banyak akses, termasuk unlimited access ke padock Tim Mv Agusta Reparto corse …

 Thx for MV Agusta MVAI – Pirelli RPMS & Mv Agusta Reparto Corse 

Terus terang liputan dan akses ini hanya dapat karena bantuan dan dukungan dari Mv Agusta Indonesia MVAI selaku ATPM Mv Agusta Indonesia, Pirelli RPMS dan juga Undangan langsung dari Mv Agusta Reparto Corse …

Oh ya persoalan bahasa mbah dapat bantuan dari Direktur Asia Pasific Spidi … Bro Roberto Spadola :) oke , lanjut !

   
Honda CBR1000RR adalah motor “tertua” di Suzuka 8 Hour

Memang Honda gagal menjadi juara pertama di Suzuka 8 Hour 2015 kemarin. Mereka harus puas menjadi Runner Up. Tapi harus diingat hal tersebut terjadi karena tim utama mereka , Musashi Honda gagal Finish setelah Stoner Mengalami kecelakaan Hebat. Tapi tahukah anda bahwa Honda CBR1000RR merupakan peserta “Tertua” di ajang Balap ketahanan paling bergengsi di dunia tersebut? Coba kita bandingkan dengan motor lainnya

  • Yamaha YZF-R1M (2014)
  • Suzuki GSXR1000 (2010)
  • Kawasaki ZX10R (2011)
  • Ducati 1199 Panigale (2011)
  • BMW Motorrad (2014)
  • Honda CBR1000RR (2008)

membuat produk Awet dan Tak lekang zaman … honda memang jago!

Sebuah Fakta yang tidak bisa dipungkiri adalah kemampuan Honda memproduksi Motor yang awet, Tidak lekang dimakan zaman baik secara desain, performa dan teknologi memang salah satu keunggulan Honda dibanding kompetitornya. Selain CBR1000RR, honda CBR600RR pun tidak kalah awetnya. Beralih ke motor masal, Lihat bagaimana Honda Tiger mampu bertahan hampir 20 tahun, Astrea series yang bertahan hingga kini …

Artinya memang sudah dalam garis desain honda bahwa mereka memang membuat motor tidak sekedar untuk jangka pendek, namun untuk dipakai waktu lama tanpa perlu penggunanya kehilangan fungsi dan performa motor tersebut

 

  
Bocoran Main Dealer … Versys 250

Bukan sulap bukan sihir, tapi mbah bisa memastikan bahwa KMI akan Merilis Versys 250 pada acara Motorshow tahun ini. Motor ini akan diproduksi secara CBU kemudian di lokalkan untuk menjaga harga yang kompetitif. Jika penasaran apa fitur Versys 250 ?

  • berbasis mesin Kawasaki Ninja250R FI Twin
  • Menggunakan rangka diamond turunan Z250
  • Menggunakan suspensi depan upside down dan belakang monoshock
  • Memiliki tampilan serupa Kawasaki Versys 650

  
Dibandrol di angka 65 jeti …

kawasaki KMI diperkirakan dengan adanya penurunan nilai tukar rupiah dan regulasi perpajakan yang semakin mencekik memprediksi motor ini bakal di bandrol dibawah 70 juta rupiah OTR ibukota. Itu estimasi maksimal, meski menurut mbah di kisaran 60-65 juta masih sangat relevan

Yang pasti motor ini akan dirilis di Kuartal ke 3 tahun ini yaitu pada saat IMOS (Indonesia Motorshow) … Gak percaya? wong main dealer aja udah di training kok! 

   
Triumph memulai … Mestinya Honda mengikutinya

Trend motor retro classic sudah dimulai sejak tahun 2012. Triumph menjadi ujung tombak penjualan motor ini. Lewat Troupe Brute Rides Industries motor ini menjadi populer. Kemudian trend ini diikuti oleh Kawasaki dengan armada Estrela. Terakhir royal einfield

Artinya mengkuti trend seperti ini bukanlah hal yang taboo. Bahkan brans yang relatif baru seperti Royal Einfied dan Line up estrella aja bisa laris manis kok!

 Honda harus jeli

Kondisi ini membuat mbah penasaran, mestinya Honda AHM melakukan hal yang serupa. Terlebih nama CB Series adalah pemain lama, semua biker sudah tahu apa itu Honda CB. Belum lagi pilihanya banyak. Mulai dari medium capacity, middle weight hingga 1100cc !

Yah ini sekedar opini, mudah mudahan aja di dengar oleh AHM , kalo enggak peminat terpaksa impor sendiri :)

IMG_6300.JPG

Komentar Menarik dari Bocah_koplak

Perdebatan antara keunggulan fungsional dengan kekuatan brand memang seakan tidak ada hentina, seperti juga membahas keunggulan Rossi vs Stoner. Akan menjadi topik seru dan akan menjadi bahasan menarik. Tetapi ada satu komentar yang menurut mbah patut disimak, berikut kutipannya

Kalau lebih mementingkan fungsi dan performa jawaban ini bisa tepat, meskipun yg punya/pengen H2 mungkin nyalinya ga sampai utk mentokin putaran selongsong gas, akhirnya cuma adu hebat dengan kertas/brosur. Biasanya dan kebanyakan seperti itu …

 Sudah dari sononya manusia itu ber-insting kompetisi, saat nyali tidak bisa/ingin dikompetisikan lagi akhirnya lari kemana? Ke prestise/class.

Tidak perlu diperdebatkan/stress mikir kenapa pondok indah itu disebut elite, kenapa orang lebih milih nyetir sendiri ferrari/lambo/porche dibanding santai disopiri di mercy dengan harga yg lebih murah, kenapa motor italy lebih dikagumi dari yg lain. Coba lah liat sekitar kita denger raungan moge pada nengok begitu yg lewat moge jepang pada bergumam … oh honda, yamaha, suzuki, kawasaki dll, begitu yg lewat italian pada komen … wuih ducati, mv, aprilia dst.

This is the battle of prestige and class, you may disagree with that, but people around you have admitted that several things are in better class and/or prestige than others.

IMG_6327.JPG

Realita kehidupan dan kenyataan pasar …

tetapi terlepas dari logika yang ada, kenyataan inilah yang harus dihadapi konsumen, pebisnis dan umat manusia. sudah merupakan basic instinct manusia untuk selalu menjadi yang paling dominan. mulai dari fisik, penampilan, otak dan sekarang adalah status sosial. Dalam dunia motor mereka membandingkan kapasitas mesin, lalu bergeser ke performa motor, tidak puas mereka bergeser ke prestasi balap, masih kurang juga mereka beralih ke sisi historis, sampai pada titik instink paling alamiah yaitu dari sisi ekslusifitas dimana mereka tabu untuk di samakan dengan orang lain.

sebagai pedagang, suka tidak suka, setuju tidak setuju inilah keadaan, disinilah roda ekonomi berputar. and gak perlu membahas kaum jetset dengan ferarri, lambo, Aston martin, Ducati, Mv Agusta sampai Bimota … monggo berkaca kenapa penjualan motor meningkat menjelang lebaran? apakah karena ingin pamer ? butuh motor ? bukan itu ! tetapi karena kebutuhan dasar manusia untuk tampil menjadi yang dominan. Hanya “skalanya” saja yang berbeda!