Vinales , Lorenzo … tapi Rossi masih paling berbahaya 

memang saat ini euforia soalnkeganasan Vinales sedang seru serunya di bahas. tapi ternyata bagi juara dunia MotoGP ini justru dia tetap menganggap lawan paling berbahaya adalah Valentino Rossi. dan wajar soalnya bagi marquez Rossi adalah pembalap paling berpengalaman di motogp.

menurut mbah adalah kesalahan besar jika menganggap remeh soal Valentino Rossi. karena meski secara stamina rossi tidak se oke dulu namun rossi memiliki strategi balap yang paling mumpuni. bahkan sedikit banyak Marquez pun meniru taktik balap Valentino rossi.

Rossi – Vinales

namun buat marquez kehadiran Vinales sendiri banyak dianggap pengamat sebagai keuntungan mengingat rossi sendiri akan mendapat perlawanan keras dari rekan setim nya sendiri. dan ini bisa membuat duel head to head tidak terfokus pada marquez saja.

belom lagi lorenzo meski masih tidak atau belum 100% namun lorenzo dan ducati bukanlah rossi dan ducati … banyak hal yang berubah dan dalam beberapa seri keduanya bisa menjadi kuda hitam

Menjual Design dan Brand

Apakah MvAgusta F4 lebih nyaman dibandingkan superbike jepang CBR1000RR ? tidak ! apakah tenaga Mv Agusta F4 lebih dahsyat dari Bmw S1000RR, juga tidak ! Apakah teknologi F4 lebih canggih dari pada R1M ? tentu tidak ! tetapi kenapa penjualan F4 series di tahun 2016 jauh lebih banyak dibanding kan CBR1000RR SP (4 unit) R1M (5 unit) dan S1000RR beberapa unit sementara F4 series mencapai belasan unit? 

oke, F4 saat ini dibandrol oleh MVI seharga 800 jeti On the road, sementara F4 RR cukup 1.000.000.000 saja … apakah mereka yang beli orang yang gak faham value for money? ya jelas tidak they are not stupid people with plenty of cash lho … tapi kenapa? 

karena di segmen ini konsumen mencari yang lain …

dari pengamatan mbah, ini karena di segmen ini konsumen sudah mencari yang lain. mereka mau kenceng, fine tinggal beli ZX10R atau R1M (om febs contohnya, doi beli R1M buat nyentul) sementara orang model om febs ini cukup banyak (mindsetnya) disisi lain bagi mereka konsumen mencari prestis dari motor lain. salah satunya italian bike. Jujur deh gak ada satupun superbike Italy yang nyaman, gak cranky dan smooth! gak ada! 

sama seperti kenapa orang beli jam Audrmars Piguet ratusan juta sementara I watch yang jauh lebih canggih cuma dihargai belasan juta! konon saat ke meeting dan resepsi mereka akan menggunakan AP, Richard Mille atau breitling ketibang I Watch … make any sense to you?

 

Tantangan Era Digital 

di era digital dimana informasi online begitu jadi andalan, Mv Agusta MVI seperti Juga MAI sebelumnya mengait rekanan dari Media Online non Mainstream tidak tanggung tanggung jumlahnya 10 orang

komposisinya adalah 7 blogger dan 3 blogger diundang dan diharapkan akan terus berkelanjutan dengan media tersebut

7 Blogger dan 3 Vlogger

7 blogger yang di gaet selain Mbah 🙄 adalah IWB, Ari Pispot, Monkey Motoblog, Kobay Maho, Pertamax7, Bonsai dan TMC. sementara untuk Vlogger adalah Jodhie Motovlog yang juga pengguna Mv Agusta Brutale 675, Aa Gally Wijaya dan Ron Bodat dunia motor.

meski TMC dan Ron Bodat berhalangan hadir, namun kehadiran blogger dan Vlogger tersebut begitu di apresiasi baik Oleh Chairman MvAgusta MAI om Will dan GM asia Pasific Mv Agusta Bro Jo.

Power kalah dari GSX-150R, suspensi dan kopling kalah dari R-15

secara power GSX-R lebih baik dari CBR150R, sementara sliper clutch pada R-15 dan suspensi upside down jelas menawarkan riding qualty lebih oke dibandingkan CBR150R (meski urusan kopling menurut mbah, slipper clutch oke buat mbah, tapi subjektif)

otomatis dalam kondisi ini yang menjadi keunggulan dari CBR150R adalah jaringan aftersales honda AHM dan resale value motor 

Gak Tinggal diam

nah sepertinya kondisi seperti ini sedikit banyak bisa mempengaruhi pemetaan pasar, dan melihat gelagat AHM kecil kemungkinan mereka akan berdiam diri. dan biasanya perubahan atau reaksi mereka dalam kondisi ini bisa dibilang akan masif.

asumsi pribadi mbah adalah bisa saja CBR150R akan dinaikan Hp nya via remapping dan mungkin edisi facelift akan menggunakan suspensi Upside down. untuk kopling? semi slipper sudah cukup … meski menurut mbah slipper lebih mantap!

Kayak Matic gede

mencoba motor heavy enduro tanpa kopling memang menarik, tetapi buat mbah ini lumayan butuh penyesuaian. maklum tidak ada kopling dan tidak ada gear lever. jadi terasa hampa gitu. mesi motor bisa di naik turunin secara manual via padle shift tetep aja rada rada bingung

permasalahan yang ada adalah motor ini memiliki banyak banget tombol, khususnya untuk shift up, lewat telunjuk, mbah suka keki sama tombol traction control

Lebih Lincah dan Ringan

jujur aja mbah bukanlah penggemar motor matic, tetapi tetep butuh penyesuaian sebelum mencoba Africa Twin. karena buat mbah control di motor adalah kopling. namun untungnya ukuran Africa twin sendiri tidak lebih besar dari R1200GS jadi gak terlalu sulit beradaptasinya. dari segi sizing dan dimensi

motor matic, bisa di pakai mode Drive, Sport dan manual, mbah mencoba semua mode, secara singkat bisa dikatakan meski ban depan ukurannya 21 inchi, tapi motor masih cukup lincah, lagi lagi ini jika dibandingkan dengan R1200GS. tapi secara kesimpulan lebih pede pake kopling …