Belajar sama Anak Moge … biar attitude Fans boy rada bener

eh ini serius nih, kayaknya menurut mbah lebih baik para Fans Boy lebih baik belajar sama anak Moge. khususnya soal fanatisme terhadap brand, karena mereka jauh lebih classy soal yang satu ini.

maklum attitude fans boy memang kadang kadang keterlaluan, tidak bisa menerima sisi positif brand lain selain brand sesembahanya. dan gilanya udah nyembah brand, gak dibayar pula … makanya bingung deh

Belajar menerima Perbedaan

nah makanya belajar deh dengan anak anak moge, dengan motor diatas 200 jeti an anak anak moge gak ada yang membenci brand satu dengan brand lainya. merk boleh beda, jenis motor boleh beda, tapi apa? gak ada tuh yang benci dengan motor lainya. mereka pake motor ya pake aja, kalo suka ya beli aja, tapi gak ada yang sebegitu anti sama merk lainya. bahkan ngumpul bukan karena merk motor, tapi karena pengen ngumpulnya. padahal di anak moge, gak ada itu isilah senioritas atau brotherhood ala fans boy …

nah makanya coba deh buat para fansboy ga ada salah nya berguru pada anak anak moge buat belajar toleransi antar brand … gimana? free of charge juga kok!

Build Quality lebih bagus … motor lebih padet

oke pertama kali lihat motor ini adalah build quality motornya. PCX lokal ini ternyata memiliki build quality yang sama baiknya dibanding PCX cbu. dengan desain lebih padet dan gak kopong seperti kompetitornya.

desain body yang smooth dan aerodinamis memang gak bikin motor ini lebih kenceng sih, cuma yang jelas desain motor jadi lebih elegan. maklum kadang maxi skutik saat ini seperti budget skutik direndem minyak tanah

dirilisnya masih tahun depan

cuma mesti di ingat, motor ini belom resmi dirilis di pasar, karena PCX Lokal sendiri masih bakal dirilis tahun depan. kemungkinan akhir januari atau awal februari paling telat kepada konsumen.

ya udah sementara di plototin aja dulu motornya yah …

Kembali ke WSBK

setelah sempat hiatus dua musim penuh di WSBK, suzuki terakhir balap world SBK pada musim 2015 bersama Alex Lowes dan Randy de puniet, kemudian mundur dari ajang tersebut.

namun dengan hadirnya Suzuki GSX-R 1000 versi terbaru dan kesuksesan Tony Elias di AMA Moto America plus kemenangan seri guintoly di BSB membuat tim percaya kepada suzuki di ajang balap

Grilini …

saat ini tim Grilini yang sudah ikut WSBK beralih dari kawasaki menjadi Suzuki. meski tim privateer ini menjadi langkah awal suzuki GSX-R kembali ke ajang World Superbike.

belum dipastikan siapa pembalap tim grilini Suzuki nantinya …

Honda PCX 150 … di rilis ke pasar awal tahun

Honda PCX150 lokal resmi dirilis di Fairmont, dengan price range di antara 27 jeti sampai 32 jeti …

dengan warna Merah – Putih – Hitam dan gold sementara untuk tipe yang dijual adalah CBS dan ABS

Sudah dirilis di Tokyo Motorshow

saat ini Honda PCX 150 akan di jual di semua dealer Honda Reguler artinya seluruh jaringan dealer Honda AHM akan menjual PCX 150 ini

PCX 150 akan di jual mulai dari angka 27 jeti an untuk versi CBS dan sampai 32 jeti untuk veris ABS

Built Quality lebih baik …

oke, PCX lokal memang udah di tampilkan di Tokyo Motorshow, dan dari semua orang yang udah meraba langsung motor ini, yang jelas kualitas buatan dan finishing motor ini jauh lebih baik dibanding kompetitornya.

plastik motor lebih tebal dengan finishing moulding jauh lebih baik. bisa dikatakan setara dengan finishing dari Honda SH150i yang notabene motor CBU. dibanding PCX Lokal yang dibandrol jauh lebih mahal pun sama … bahkan ada peningkatan di beberapa sektor

Lebih Murah … trus kurangnya apa dong!

disisi lain dari segi pricing motor ini dibandrol lebih murah dari kompetitornya. artinya dengan built quality lebih baik harga lebih murah lalu kalo ditanya kurangnya apa dong?

jawaban mbah adalah sederhana, bisakah Honda PCX lokal menjadi market leader? dan ini yang perlu dibuktikan oleh Honda PCX nantinya!