motor warna doff …

saat ini warna doff atau matte juga lagi populer di motor sport. motor menjadi terlihat sporty dan elegan, meski tidak cantik. tapi ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan ketika memilih warna doff tersebut

salah satunya adalah dari segi perawatan. karena motor warna doff ini tidak bisa di poles , hanya bisa di cuci saja dengan sabun. jangan lupa di bilas jika tidak mau warna motor menjadi “bulukan” , karena inilah motor warna doff menjadi sedikit tricky dalam sisis perawatan

sisi positif warna doff

namun disisi lain, keunggulan motor berwarna doff adalah mereka  asalkan bersih saja sudah cukup. tidak perlu di rawat secara khusus motor akan terlihat begitu segar dan fresh, sementara warna metalic akan terlihat jelas saat mereka hanya di cuci  dan ketika mereka sudah di poles

beberapa motor yang dikenal memiliki line up doff antara lain Honda CBR1000RR terbaru, F4RR dan Aprilia RSV4 R …

Morbidelli vs Alex

dominasi Vds musim ini memasuki babak baru, setelah sebelumnya morbidelli menjadi penguasa tunggal, kini tim yang di sponsori oleh Estrela Galitia juga memiliki race winner dalam sosok alex marquez.

artinya membuktikan tim ini bisa menang dan tidak bergantung dengan satu pembalap saja karena kedua pembalap mereka terbukti bisa tampil dominan … ini positif bagi mereka

Luthi dan Nakagami ?

dengan naik kelasnya Zarco dan Rins otomatis dua sosok race winner dan world Champions capabke di Moto2 tinggal tersisa Thomas Luthi dan Nakagami. keduanya race winner, keduanya podium gatherer, namun kedua nya pula rawan mengalami kesalahan di saat krusial dan sering kali kehilangan momentum.

yang lebih ironis kedua pembalap ini sudah lama sekali berkutat di Moto2 bandingkan dengan Morbidelli dan Alex, mereka hitunganya masih sangat hijau di kelas ini

Factory plus

cal crutchlow adalah pembalap nomor 3 HRC, dia di plot sebagai pembalap uji dan disaat yang sama dituntut mendapatkan prestasi termasuk podium dan kemenangan. jadi memang pressure yang di miliki cal crutchlow bisa dibilang lebih besar dibandingkan Dani Pedrosa yang notabene sebagai pembalap pabrikan.

karena asumsinya adalah Jika Marc Marquez adalah pencetak kemenangan, pedrosa adalah pencetak poin, disisi lain Crutchlow ada dua misi, sebagai development rider dan disaat yang sama dia harus menjadi pelapis pedrosa sebagai pencetak poin

ada Zarco …

jika musim sebelumnya cal crutchlow di plot sebagai pembalap independent terbaik, tanpa pesaing yang dominan, musim ini ada Johan Zarco, yang didukung tim kuat Tech3 makanya beban cal crutchlow pun semakin bertambah, mengingat gelar juara dunia independen tidak lagi menjadi hak prerogratif mutlak cal crutchlow

di lemans pun akan semakin rumit karena diprediski Zarco akan tampil kesetanan karena ini adalah home race dari sang proffesor !

Marquez bisa bermain long game

akankah marc marquez mengincar kemenangan di Le Mans? atau justru marquez memilih main aman dengan mengincar podium? karena musim balapan masih sangat panjang dan bagi marquez yang melihat the bigger picture bermain long game adalah menjadi opsi menarik.

memang balapan akan membosankan jika pembalap bermain long game, tapi perihal 25 poin dan 16 poin hanya terpaut 9 poin. tapi 25 ke 0 gap nya terlalu riskan untuk diambil. khususnya mereka yang mengincar gelar juara dunia.

poin is a poin

prediksi mbah adalah di Lemans ini Marquez akan bermain long game, tidak akan ngotot menjadi juara dan memilih mengincar posisi podium. benar demikian? yah balik lai Marc Marquez tidak bisa di prediski dan keputusan aneh bisa dia ambil dalam sekejap.

nah jika begitu kita liat strategi apa yang dilakukan oleh marc marquez di lemans ini

line up 250cc kudu digarap

saat ini pabrikan aprilia tidak punya line up 250cc atau 300cc, padahal pabrikan lain sudah memiliki line up serupa seperti BMW G310, KTM 200/250/390 RC … meskipun pabrikan tersebut berkolaborasi dengan pabrikan india namun potensi mereka bermain di segmen ini sudah cukup jelas.

disisi lain pabrikan Italy yang saat ini masih konsisten barmain di kapasitas kecil adalah Aprilia, karena Ducati-MvAgusta bisa dibilang mustahil punya nyali bermain di segmen ini. dan peluang aprilia pun cukup besar disini

garap bersama suzuki

terlebih Aprilia pun punya pengalaman di kelas ini. ingat 2 stroker terakhir 250cc mereka yang legendaris RS250 adalah motor bermesin 250cc. dan bisa saja mereka mengembangkan line up mereka di kelas ini dalam konfigurasi V250cc. jika tidak yakin dengan pabrikan india, maka pabrikan jepang pun sah sah saja.

salah satunya adalah suzuki yang cukup konsisten bermain untuk mengembangkan motor bersama pabrikan eropa. dan keputusan ini bisa jadi pertimbangan tersendiri bagi mereka