Track Day

Honda in Love

  

Balapan di CEV Moto2 … Bebas politik

Terus terang jadi dimas ekky tuh enak dan kalo boleh dibilang ya beruntung. Maklum dikala dunia balap motor nasional malah gonjang ganjing, Dimas Ekky yang musim ini hanya berlaga di luar negri (CEV Moto2 – FARRC – Suzuka 8 hour) ya aman aman aja. Karena kompetisi bergulir dengan lancar plus bebas intrik.

Sebenarnya ada dua pembalap lagi yang beruntung, yaitu Gerry Salim, Andy Gilang. Dibawah asuhab AHM mereka pun dengan nyaman bisa balapan di Asia Dream Cup!

 FARRC bisa jadi jawaban

Sebenarnya mereka yang membalap di FARRC pun cukup oke, seperti Fadli dan Yudisthira. Karena meski dibalapan lokal gonjang ganjing masih ada ajang yang mereka bisa lakukan dengan serius!

Lalu gimana dengan team atau pembalap yang gak bisa balap internasional? Akhirnya solusi lain adalah ikut di semua ajang yang availabel, seperti ITS, R series atau OMR. Pokoknya selama bisa balap ya balap! Semangat!

Honda in Love

 For trackday and Collector Purpose

Terus terang ini semua gara gara ulah Dimas Ekky #20 yang tau tau ngelempar biji panas di group Cafe (babi) Racer. Nawarin Moriwaki Honda MD250 

Ini agak tricky, soalnya bicara motor special engine berbasis GP Mono adalah satu langkah sebelum menggunakan motor Moto3 jadi gak bisa dianggap enteng

 Livernya udah Honda ART One Hart
Nah Honda Moriwaki yang ditawarkan ini udah rapih banget, terlebih Livernya udah 1 Hati One Hart ART. Maklum ini motor memang punya pribadi Dimas Ekky buat latihan  (ngedampingin HD Nightrod & Goldwing koleksinya)  makanya kondisinya sempurna banget :)

Kendalanya sih cuma satu, kalo diangkut ama mbah, paling jadi pajangan … Kalo di sentul paling Nico julian yang geber -_- tapi apapun itu Moriwaki Honda MD250 bisa jadi alternatif menarik sih ….

Honda in Love

  

Pirelli One Make Tire Race @ Pirelli Indonesia Trackday series

Okeh, dari fakta yang mbah dapat adalah kenapa Pirelli RPMS berani all out dalam ajang Indonesian Track day Series? Jawabanya adalah satu : direct to consument aproach , kamsudnya mbah? Ini adalah strategi marketing klasik yang sangat effektif dimana Produsen dalam hal ini Pabrikan ban Pirelli RPMS secara langsung melakukan pendekatan dengan konsumen melalui even Pirelli Indonesia Trackday Series. artinya Brand Awarenes dipastikan langsung didapat.

Sementara ditengan even Pirelli ITS , mereka mengadakan balapan One Make Tire Race, artinya bagi peserta yang ikut diharuskan menggunakan ban Pirelli. Jadi tidak hanya Brand Awareness, tapi juga Direct Selling ! Ibaratnya sekali gebat dapat dua 😆

  Suka gak suka Pirelli adalah “bench mark” ban superbike 

Memang ada berbagai merk ban untuk motor, tetapi suka tidak suka ban Pirelli adalah Benchmark dari ban yang digunakan superbike. Seluruh line up Mv Agusta, Ducati, Aprilia menggunakan ban Pirelli, sementara pabrikan Non Italy yang selama ini menggunakan ban merk lain kini beralih menggunakan Pirelli. Sebut saja Honda CBR1000RRSP, Yamaha R1M hingga BMW S1000RR pun kini menggunakan ban  Pirelli Super Corsa!

Dikombinasikan dengan Even Pirelli Indonesia Trackday Series, Pirelli RPMS tidak saja mendapatkan Brand Awareness, tetapi juga peningkatan brand Image dan Direct selling!  

Honda in Love

  

Kelas 150cc 2stroke Open …  

Bicara kelas open memang seru, bayangin motor balap ex MotoGP 125 dihadapkan pada Motor sport 150cc era 90an, suzuki RGR 150, hasilnya? Ya males juga dibahas! Penggeber Honda NSR RS-RW dipastikan ngacir dengan laptime bermain di angka 1.45 an alias sama dengan laptime kelas JSBK! 

Pertarungan seru terjadi dikelas 150cc 2 stroke, bayangkan Honda NSR150SP vs Yamaha TZM vs Ninja 150RR pun bertarung sengit selama 7 lap! Raungan mesin 2 tak khas pun bergema di sirkuit sentul dalam gelaran Pirelli ITS …. Seru!

 No Politic … Pure Passion !

Disini Pirelli Indonesia Trackday series regulasi memang dibuat kendor (kecuali urusan safety pembalap) tetapi tidak ada satu pihak yang protes! Baik secara tim maupun Individu! Karena disini dipastikan tidak ada kepentingan politik ! Kepentinga bisnis tentu ada, tapi faktor passion jauh lebih berperan!

Bagi peserta Ajang ITS ini jelas sebagai sarana mereka balapan, berkompetisi dan Fun! Ajang lain tidak lagi mengakomodir kelas ini! Makanya kehadiran Pirelli Indoensian Trackday series menjadi sarana sempurna bagi penggemar motor roda dua nasional !

Honda in Love

 diikuti lebih dari 500 peserta berbagai kelas

Seri ke dua Pirelli Indonesia Trackday series yang dilangsungkan kemarin di sirkuit sentul sukses di gelar. Setidaknya tercatat lebih dari 500 peserta / individu yang berpartisipasi dalam acara even rutin yang digelar sebanyak 4 seri dalam setahun ini.

Peserta yang mengikuti even ini berasal dari kelas 150cc 4tak (pro-junior) 150cc 2tak  (pro-junior) 250cc (pro-junior) R25 OMR dan kelas Superbike (pro-junior)

 openclass … Everybody can race!

Salah satu keunggulan dalam even Pirelli Indonesia Trackday Series adalah banyaknya kelas yang diperlombakan, bahkan ada kelas Open dimana semua bisa ikut balapan! Sehingga tidak ada restriksi bagi peserta maupun tim yang ingin berpartisipasi.

Sebagai contoh adalah kesal open 2 stroke 150cc dari mulai suzuki RGR, Ninja 150R hingga motor Honda RSRW 125 motoGp 125 pun turun disatu kelas! Imbang ? Enggak sih, tapi semua bisa fun! 

 Memanjakan Konsumen … Di dekati tim profesional

Berbeda dengan even balap yang sudah … Gak jelas (IRS) dimana pesertanya didominasi tim balap pro dan pabrikan, Pirelli Indonesia Trackday series justru mengincar “end user participant” maksudanya adalah mereka konsumen yang memiliki passion di dunia balap!

Tetapi meski demikan bukan berarti tim pabrikan profesioanal enggak turun di ajang ini, terbukti diluar tim Mv Agusta Indonesia , tim Anjani, Daikin dan main dealer sudah mulai serius main di ajang ini …

  
Peserta SBK class (Pro-Junior) lebihi IRS

Salah satu indikator kesuksesan Pirelli Indonesia Trackday Series adalah banyaknya peserta, yaitu di kelas Superbike (Pro-Junior) pada prinsipnya meski dinamakan Superbike Pro tetapi pesertanya adalah mereka yang turun di kelas IRS Supersport, sementara kelas Junior adalah mereka yang turun di kelas Superstok

Pirelli Indonesian Trackday series memang bukanlah kejurnas, tetapi antara balapan, dan business adalah dua hal yang tidak mungkin dipisahkan dan setidaknya Pirelli ITS memberikan angin segar bagi penggemar roda dua nasiona!