Track Day

 
Karakter mesin mirip panigale

Yamaha YZF R1M dan R1 menggunakan mesin dengan kovigurasi crossplane Crankshaft, artinya silinder tidak bergerak seirama, tapi beda dengan YZF R1M edisi 2009-2014, versi terbaru ini lebih halus, meski beda dengan mesin 4 silinder. Dan bagi biker yang terbiasa dengan motor Ducati Panigale 1199 series maka karakter mesin YZF R1M ini mirip dengan mesin Superquadronya ducati.

Bahkan disaat motor Idle sekalipun suaranya pun sama percis, agak kasar tapi tidak sekasar mesin 3 silinder Counter Rotating nya Mv tetapi tidak sehalus inline 4 … Plek plek panigale!

    

Perfoma … Kombinasi 2 twin dan 4 inline!

Meskn crossplane cranckshaft terbaru ini pun sama persis dengan panigale, tapi bedanya seperti di enhance secara signifikan lebih smooth dibawah namun lebih teriak diatas. Tenaga motor mulai keluar di 5.500 rpm, dan teriak di 11.000 rpm! Sehingga torsi pun melimpah!

bagi yang terbiasa dengan mesin torqi seperti Ducati dan MvAgusta jelas ini adalah surga, karena main di RPM bawah torsi melimpah dan rasa haus untuk main di rpm atas terobati dengan mesin ini! 

  Dibawa nikung … Diem bener!
It deliver what is promises! Orang mengira R1 terbaru ini seperi Aprilia RSV4 total trackday bastard! Tapi ternyata tidak! Soalnya mbah mengira R1 akan liar di tikungan seperti RSV4 tapi ternyata motor ini smooth banget. Seperti motor Supersport 600cc , motor diam saat masuk tikungan dan mudah banget di flip! Saat masuk dan keluar S kecil! 

Rasanya ini berkat segudang elektronic aid mulai dari traction control, anti Lift control (mencegah motor naik) dan lean angle sensor mencegah motor untuk low side, hal ini 180 derajat berbeda dari RSV4 yang seakan ingin membunuh pengendaranya … It like an angel int her most beautiful form!

  
Straight Powernya … Wuanjeeeng !!!

Gimana soal straight? Nah ini yang membuat mbah kaget. Membandingkan dengan 1199 panigale, disaat semua riding aid dinyalakan maka tenaga di kebiri, dan power tersendat karena intervensi cut off dari anti spin control, tapi ternyata enggak! Di YZF R1 terbaru ini mereka tidak melakukan intervensi secara kasar! Bahkan membiarkan pengendara mengeksplorasi motor secara penuh! Topspeednya Wuanjeng!

Masuk R11 di gigi dua mbah jalan di kecepatan 90 sedikit tegak gaspol masuk kecepatan 150, quick shifter gigi tiga 190, quick shift 240 naik dikit gigi 5 mau masuk 260 nyali ciut! Ditangan profesional 330 bukan hal yang sulit! Ini memang ultimate trackday machine that wouldnt kill you on purpose! 

 

trackday – coaching clinnic & Race simulation

Tanggal 27 agustus kemarin YRC dan Yamaha R Club CBU mengadakan acara Trackday -Coaching Clinnic dan Race simulation di sirkuit sentul. Pesertanya adalah komunitas Big Bike Yamaha R series CBU alias Moge Yamaha.

Acara yang di support oleh dream garage ini dihadiri hampir 30 pengguna motor besar, diutamakan Yamaha R Cbu series dan beberapa peserta potensia customer dan sahabat … Termasuk Harlan Fadhillah, legenda balap nasional dan pembalap R Series!


Harlan memberikan wejangan pada peserta

Safety concern …

meski hampir seluruh peserta trackday memiliki riding skill yang cukup, namun dari pada kenapa kenapa, YRC tetap memberi wejangan kepada peserta untuk tetap tidak meremehkan faktor keselamatan berkendara. apalagi disini tidak cuma trackday ada simulasi race dan  test ride

 

 Kolektor Superbike … El presindente MVOCI 

trackday dan race simulation

Konsep acara Ini sederhana dan simpel tapi seru, ya maklum Dream Garage Memang spesialis EO event Moge sport. Peserta dipersilahkan membawa moge sendiri, melakukan latihan dan boleh jika mau ikut race simulation alias semacam fun race!

Disini tidak ada fanatik merk, persis acara Mv Agusta , mesmi hostnya yamaha tapi peserta yang bawa motor non Yamaha juga gak masalah! Semua welcome ! Termasuk mbah yang cuma bawa badan pun boleh join!

 

IMG_8520

mbah bareng Beni Wantri … salah satu konsumen pertama R1 M

Test Ride 3 – 5 lap !

nah ini nih yang paling krusial buat mbah, maklum sesi test ride ini biker dibebasin mencoba YZF R1 di sirkuit! dan memang disinilah habitat Yamaha R1 sesungguhnya. Gimana hasilnya Tunggu aja artikel berikutnya yah!

mbah mencoba YZF R1 ini beberapa lap, dan beberapa cuplikan sudah mbah posting di Instagram, tunggu artikel lengkapnya ya!

 

 

   
pirelli special Tyre … Pirelli diablo rain !

Tentunya sering kan liat balapan saat hujan? Nah motor bisa ngebut dikecepatan hingga hampir 300 km jam? Nah ini dia rahasianya, ban spesialis basah! Dengan alur yang dirancang untuk membuang air ke sisi luar ban menjauhi motor dan kompon spesial yang akan optimal dikala hujan atau melintasi lintasan basah.

Adalah komponen super lunak dan heat generated. Kamsudnya? Tipe komponen seperti ini mengandung silica yang membuat ban amat mudah menjadi panas sehingga tempreatur ban bisa optimal dan motor tidak mudah slip!

 Fakta menarik Pirelli Diablo Rain …

Inilah yang menariknya dari Pirelli Tyre, ban yang digunakan di World Superbike ini bisa juga anda miliki, harganya pun masih masuk akal sekali … Nah disini fakta menarik dari Pirelli diablo Rain …

  • Kompon ban mengandung Silica sehingga amat mudah panas, kendati Hujan, ban ini akan meleleh di aspal layaknya ban Slick di sirkuit kering.
  • Tread ban ini meski kesanya seperti ban normal tapi sebenarnya berbeda dengan ban jalan raya, karena khusus untuk membuang air bukan menghadapi jalanan kotor atau berlibang.
  • Tempreature ban ini amat mudah panas, dengan titik leleh tinggi, jadi digunakan di lintasan kering ban ini akan sangat mudah terbakar dan meleleh!
  • Sensitif justru berbeda dengan ban slick, ban ini khsusu hujan  dan aspal dingin. Sedikit saja ketemu aspal kering tempreatur akan naik dengan cepat!

  
Secara hukum tidak melanggar

Akhirnya jelas sudah bahwa konvoi motor besar di even terbesar bike week nasional yang di selenggarakan di Jogjakarta dipastikan legal dan tidak melanggar hukum. Setidaknya itu adalah penjelasan dari pemerintah terkait kasus penghadangan oleh pesepeda.

Artinya meskipun di upayakan atau di coba di sorot dari sisi dan alasan bagai manapun konvoi tersebut “ternyata” tidak melanggar hukum. http://m.detik.com/news/berita/2994803/mungkinkah-elanto-si-penghadang-moge-dipidanakan-ini-kata-polda-diy

  
Harus saling Interospeksi & adanya perbaikan moral

Tetapi menurut mbah pemoge dan peserta konvoi maupun biker yang menghadiri Jogja Bike Rendervous sendiri bukan bebas dari kesalahan, karena cukup banyak alasan moral, sopan santun hingga kasus yang bisa memicu kecemburuan sosial yang bisa dihindari dan di perbaiki. Agar tidak ada lagi insiden maupun gesekan dengan warga setempat. Berikut saran mbah agar kejadian ini tidak berulang lagi …

  • Mengohormati warga – ini alasan utama kenapa insiden tersebut terjadi, ingat peserta konvoi adalah pendatang atau tamu maka hendaknya mereka menghormati warga sekitar maupun mereka yang jalurnya dilewati
  • Tidak provokatif – peserta konvoi hendaknya tidak ikut ikutan mengelakson apalagi melakukan blayer kepada pengguna jalan lainya, karena sudah ada aparat yang bertanggung jawab
  • Disiplin – dalam konvoi harus disipilin, salah satunya tidak mengabil jalur lain ataupun bergerak zig zag hingga mengganggu pengguna jalan lainya.
  • Santun & Ramah suka atau tidak suka, kehadiran motor besar, mahal dan keren akan menjadi hiburan tersendiri bagi warga, alangkah indahnya jika pengendara memberikan senyuman dan sikap ramah  selama berkendara, dijamin susasana dan ikatan sesama biker dan penduduk semakin baik .