Track Day

   
Even motor paling populer nasional!

Jangan lupa, bagi penggemar motor sport, mulai dari kelas 150cc, 250cc, pemula & Pro kemudian kelas Free For all dan kelas Superbike  pemula & pro hadirilah ITS yang diadakan tanggal 8 november 2015 di sirkuit sentul!

Acara di mulai dari pukul 6.30 pagi hari hingga pukul 16.00 sore hari. Ini adalah seri pamungkas ITS untuk tahun 2015 ini!

Hampir 400 peserta & motor … Wow!

ITS disebut sebagai even balap motor nasional paling favorit bukan tanpa sebab! Karena even ini di ikuti oleh 400 peserta, dan ratusan motor dan puluhan tim dan komunitas!

Makanya dont forget! Hadiri ITS besok di sirkuit sentul pukul 6.30 pagi hari hingga pukul 16.00 seru ! Fun ! And Now every body can race!

   
Astra Motor Adakan Training buat Trainer

Kuatir akan keselamatan berkendara Astra Motor mengadakan pelatihan intesif bagi para trainer. Training ini diadakan dengan bekerja sana dengan Bekerjasama dengan GDDC Riding Institute System, Astra Motor mengirimkan dua wakilnya, Thomas William Hendrata, Big Bike Manager Astra Motor Head Office dan Michael Gerald Gozaly (Safety Riding Supervisor) untuk memperdalam khusus teknik berkendara dengan line-up Big Bike Honda.

Melalui program Train the Trainer, Astra Motor membuka kelas khusus pelatihan menjadi instruktur safety riding spesialis Big Bike Honda yang nantinya akan diberikan kepada para instruktur jaringan pemasaran grup mereka, Astra Motor Jakarta, Astra Motor Semarang, Astra Motor Yogyakarta, Astra Motor Makassar dan Astra Motor Bali.

  
Keselamatan pengguna big bike
Menurut asumsi mbah, hal ini didasari karena mayoritas konsumen Honda AHM yang merupakan konsumen CB500X dan CB500 adalah mereka yang merupakan first time biker moge. Sementara untuk menggunakan big bike itu berbeda dengan menggunakan motor 250cc kebawah khususnya dalam power delivery management dan controling big bike. Makanya mereka tidak asal mengirim motor konsumen motor tetapi menawarkan paket know how to enjoy the big bike.

Karena seperti yang kita ketahui honda AHM tahun depan memang akan all out di segmen moge, termasuk menghadirkan unit dan line up mainstream seperti Goldwing series yang sudah populer di tanah air

 

  
 Moto2 Vs World Supersport

Keduanya sama sama berbasis Motor Supersport. khususnya 600cc dengan basis mesin Honda CBR600RR. Namun meski demikian kedua motor memiliki perbedaan bak bumi dan langit meski secara perbedaan perfoma keduanya beda beda tipis. Ini sekedar perbandingan ya, musim lalu Tito Rabat berhasil meraih pole dengan waktu 2.07.429 diatas moto2 Kalex. Sementara musim ini PJ Jackobsen diatas Honda CBR 600RR meraih fastest lap 2.09.450

Artinya ada selisih waktu dua detik antara kedua motor dengan basis mesin yang sama yaitu CBR600RR. Padahal mesin WSS bisa dikatakan lebih “bebas” di rombak ketibang controled engine pada motor Moto2

 
Cocok Cocokan Juga …

Jika dikatakan lebih enak mana bagi pemabalap makanitu relatif, karena ada pembalap Moto2 yang tenyata lebih cocok di motor WSS atau sebaliknya ada pembalap yang berasal dari WSS justru lebih nge “klop” dengan motor prototype. Ya contohnya Cal Crutchlow! Tetapi kembali ke sisi teknis maka Perbedaan yang signifikan dikatakan oleh dimas adalah pada sektor sasis, dimana Moto2 memang dari awal di rancang untuk keperluan balap, berikut yang membedakan :

  • Moto2 : frame lebih kaku vs WSS frame lebih lunak 
  • Moto2 : Rider Comfort terbatas vs WSS lebih nyaman untuk waktu lama
  • Moto2 : Engine modification minimal vs Engine open WSS lebih bebas
  • Moto2 : Manuver lebih sulit karena liar tapi lincah vs lebih mudah tapi tidak lincah pada WSS

  
Satu race 2 kelas !

Salah satu nilai minus dalam balapan CEV Moto2 adalah digabungkanya dua kelas sekaligus dalam sekali start. Contoh paling jelas adalah yang menimpa Dimas Ekky yangg menggunakan Honda Moto2 dengan mesin CBR600RR yang terpaksa harus DNF karena menabrak karena terhalang Back Marker – Ortiz yang menggunakan YZF R6

Seperti yang kita ketahui, meski sama sama menggunakan motor 600cc namun frame yang digunakan oleh Moto2 dan basis mesin yang dipakai amat berbeda, YZFR6 sudah tidak dikembangkan lagi sejak 2006 sementara motor Honda Moto2 adalah generasi terbaru menggunakan frame kalex. Bahkan selisih lap time kedua pembalap berselisih 10 detik!

  
Tidak cukup cepat memberi jalan

Dari kronologis yang didapat , pembalap Ortiz menggunakan YZF R6 ini memang lebih lambat 10 detik perlap, disaat dimas sedang berduel dengan pembalap petronas, dia tidak cukup cepat untuk memeberi jalan bagi kedua pembalap tersebut. Akhirnya pada satu titik dia stuck di tengah tengah dan dimas lah yang ketiban sial!

Untuk video klik link ini : https://instagram.com/p/7TCKv9hg34/

Tapi itulah racing, ada kalanya menang, ada kalanya kalah, ada kalanya apes, hanya saja insiden yang melibatkan motor inferior seperti ini bisa diminalisir oleh penyelenggara dengan memisahkan start antara motor prototype dan produksi masal!

 
andi gilang finis di posisi 5

Pebalap binaan PT Astra Honda Motor AHM Andi Farid Izdihar menjalani debutnya di kelas supersports 600cc, Asia Road Racing Championship (ARRC) dengan hasil positif seiring keberhasilannya melesat cepat dan finish pada urutan ke 5 di sirkuit Chang international, Thailand. 

Pencapaian ini tak lepas dari hasil pembinaan berjenjang AHM untuk pebalap berbakat ini di tingkat nasional maupun internasional.

  
Dimas Ekky finis ke 9 dan 11

Andi Farid Izdihar atau yang kerap disapa Andi Gilang, mengawali balapan ARRC Buriram kelas supersports 600cc seri keempat ini dengan start di posisi ke–15 berdasarkan hasil kualifikasi di sirkuit Chang International, Thailand (29/8). Pada race pertama, Andi Farid Izdihar mengakhiri persaingan balap di posisi 11 dengan catatan waktu 27:04.405. Balapan dilanjutkan pada race kedua di hari berikutnya (30/8) dimana Andi Farid Izdihar melaju kencang untuk terus memperbaiki posisinya. Memacu Honda CBR600RR, pebalap berusia 18 tahun ini terus melesat melewati pebalap-pebalap lain di depannya dan mengakhiri balapan sebanyak 16 putaran pada posisi ke 5 dengan catatan waktu 27:01.727.

Sementara itu, Dimas Ekky Pratama yang juga bertarung di ARRC kelas supersports 600cc memulai balapan pada posisi ke-13. Pada race pertama, Dimas mampu mengakhiri balapan pada posisi ke – 9 melalui catatan waktu 27:02.296 dan pada race kedua Dimas mengakhiri balapan sebanyak 16 putaran ini dengan waktu 27:05.720 dan menempati posisi ke-11.