Tips & Trick

Honda in Love

  

Kalah tumpek blek! 

Berbeda dengan Even lainya … Pirelli ITS lebih “padat” dan “umum”

Tercatat peserta Pirelli ITS di kelas Sport 150, Sport 250, Junior SBK dan SBK melebihi quota. Tidak sedikit mereka yang telat daftar terpaksa gagal berpartisipasi di seri ke dua ITS ini. Sebenarnya solusinya sih mudah, jika mau ikut silahkan daftar lebih awal! Tetapi pertanyaanya kenapa even Pirelli ITS ini bisa demikian membeludak dan digemari ? Ada beberapa catatan menarik dari even ITS ini. 

  • even ITS hanya dibuat dalam 1 hari, sehingga dalam segi logistik dan transportasi bagi peserta lebih mudah dan murah
  • Schedule antar sesi dari Free Practice, QTT dan Race dibuat berdekatan sehingga tidak membuang waktu
  • Peserta even ITS ini tidak saja Profesional tetapi komunitas, klub dan enthusiast yang ingin berkompetisi dan Fun. 
  • Fleksibel : karena bukan kejurnas regulasipun lebih fleksibel terutapa bagi mereka yang berstatus non profesional

  

40 starter per kelas! 
moto Pirelli ITS : Now Every Body can Race !

Sisi lain adalah direct to consumen aproach! Ini yang menjadi kunci bagi kesuksesan Pirelli ITS. Siapa saja bisa balap (dengan syarat yang wajar tentunya) meski kerap akan di counter dengan alasan “mustahil ada bibit pembalap dari even ini” tetapi anda harus ingat, adanya balapan karena adanya penjualan! Dan even ITS sendiri menitik beratkan pada konsumen! Jangan harap ada tim balap jika tidak ada konsumen! 

Bisa dibilang even Pirelli Indonesia Trackday series ini adalah sebuah sarana vital untuk menunjang perkembangan balap nasional! Ibarat pepatah, anda tidak akan pintar jika tidak belajar, tetapi bagaimana bisa belajar jika tidak ada materinya … Dan Pirelli ITS adalah materi tersebut! 

Honda in Love
  

Satu kata, kejadian yang tidak bisa di prediksi, adalah sebuah momok bagi pemilik kendaraan bermotor di indonesia. Sebut saja mulai dari kecelakaan lalu lintas, bencana alam hingga tindakan kriminal adalah segelintir kejadian yang bisa membuat segalanya menjadi runyam, kondisi inilah yang kerap menjadikan bikers dan pemilik kendaraan bermotor menjadi khawatir. Maklum selain harga motor tidaklah murah rasa ketenangan merupakan sesuatu yang didambakan seluruh pemilik kendaraan bermotor. Situasi makin rumit ketika pemilik kendaraan tersebut merupakan enthusiast sehingga hubungan tidak sekedar Pemilik dan Aset namun menjadi lebih emosional.

Meski kerap menjadi perdebatan sebenarnya solusi dari masalah ini sudah ada didepan mata, apalalgi kalau bukan asuransi. Karena sejauh ini jaminan finansial paling rasional bagi kepemilikan kendaraan bermotor adalah lewat asuransi, tetapi sayangnya banyak yang belum memahami bagaimana asuransi tersebut bekerja sebagai penjamin keamanan kendaraan bermotor kita 


  
Asuransi itu banyak macamnya … jangan salah pilih!

Untuk asuransi publik umumnya hanya mengetahui dua tipa, yaitu Asuransi All risk dan TLO atau Total Lost. Khusus yang kedua, tanpa disadari adalah asuransi yang sudah otomatis melindungi mereka yang membeli kendaraan bermotor melalui leasing. Tetapi permasalahanya kegunaan asuransi tersebut nyaris tidak terasa bagi pemegang polisnya. Kenapa? karena Asuransi tersebut hanya melindungi Pemegang Polis ketika kendaraan tersebut benar benar hilang. Entah karena hilang akibat pencurian atau perampokan ataupun kecelakaan, namun karena melibatkan kejadian yang umumnya amat jarang dan kerap dianggap ekstrim akibatnya perlindungan bagi pemegang polis tersebut tidak begitu terasa. 

Lain hal nya dengan asuransi bertipe All Risk, inilah tipe asuransi yang menjadi andalan bagi pengguna motor enthusiast. Karena apapun bentuk kerusakan, seminor apapun selama memiliki  keterangan dan kronologis yang jelas maka semua akan ditanggung. Tidak heran pilihan asuransi All Risk seperti ini menjadi andalan pemegang polis. nah makanya jika anda biker enthusiast ada baiknya memegang polis asuransi, sebuah nilai kecil bagi kenyamaan dan ketenangan dalam berkendara!

Honda in Love



Mv Agusta F3 675 itu ibarat “Kobe” Beef …

Hasil indospeed kejurnas supersport kemarin di sentul menunjukan bahwa pengembangan MV Agusta F3 675 masih butuh pengembangan. Finis di posisi ke  11 dari 13 peserta merupakan hasil yang menurut mbah cukup lumayan, mengingat singkatnya waktu yang dimiliki tim untuk mengembangkan motor.Karena Kerap publik akan bertanya tanya ketika membandingkan dengan Dominasi Jules Cluzel di WSS yang notabene menggunakan Mv Agusta F3 675. Tetapi justru disini masalahnya. Dan mbah akan dengan senang hati membandingkan keduanya seperti sebuah makanan. 

sebut saja F3 675 adalah daging “Kobe” terkenal mahal dan lezat. Namun bedanya yang satu sudah di “marinated” dan di masak, yang satu lagi baru keluar dari Freezer. Nah ! Itu yang terjadi ! 



Motor “standar” … Tertolong Raw Power

Jika anda melihat jeroan motor Mv Agusta F3 di kejurnas kemarin, dipastikan motor tidak ada bedanya dengan yang dijual ke publik. Perubahan masih sebatas pemasangan suspensi Ohlins TTX belakang yang hanya di Zero-in dan pemasangan Termignoni Full system. Sisanya? dari ECU, Radiator hingga suspensi depan masih standar.

Jika ada hasil positif yang bisa disapat adalah motor ini memiliki raw power yang amat baik. Dengan kondisi apa adanya F3 675 masih bisa setara di top speed dan straight. Meski masalah pengereman dan suspensi perlu pembenahan total … Ya itu balap, butuh waktu :)

Honda in Love

 

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/2c2/1121065/files/2014/12/img_4488.jpg

tinted and scratch resistent
Permasalahan paling parah dengan windscreen OEM yang berwarna bening adalah gampang scratch, alias baret. Apalagi motor sering dipake, makanya pengguna motor sport fairing umumnya seneng banget mengganti windscreen OEM dengan versi tinted!

umumnya versi after market terbuat dari bahan anti lecet dan berwarna lebih gelap (tinted) soalnya kalo cuma ganti model ya sami mawon !

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/2c2/1121065/files/2014/12/img_4488-0.jpg

cari yang paling murah dan recomended seller

Jurus mbah mencari windscreen after marker adalah lewat internet, pokoknya cari yang harganya paling murah dengan seller yang recomended! Akhirnya mbah dapat … Harganya cuma 800 rebuan 😀 3 kali lipat lebih murah dari milik Mv Agusta asli !

gilanya pengiriman pun cepet banget, gak sampe 3 minggu barang sampe, dan asyiknya bener bener ngeplak banget sama motor gak usah bor sana sini … Hmm

Honda in Love

 

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/2c2/1121065/files/2015/01/img_4552.jpg

Tidak cuma keamanan …

Mungkin alasan orang menyimpan alias memarkir motor di dalam rumah adalah demi keamanan … Ya itu betul. Tetapi banyak yang bilang menyimpan motor cukup di garasi jika ada. Ya balik lagi itu kan jika kita bicara sebatas keamanan. Tetapi berdasarkan pengalaman mbah, menyimpan motor di ruangan tertutup sebenarnya jauh lebih baik dibandingkan sekedar di garasi.

nah makanya mbah selalu menyimpan motor di dalam ruangan, baik motor pribadi, barang dagangan atau dan menyediakan tempat bagi teman teman mbah yang ingin menitipkan motor, khususnya bila motor tersebut jarang dipakai 😀

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/2c2/1121065/files/2015/01/img_4128.jpg

Terlindung dari banyak hal …
Pertama adalah kita tinggal di daerah tropis, dengan kelembaban udara tinggi uap air amat mudah memasuki bagian motor yang berhubungan dengan electrical. Jika dibiarkan maka bisa saja karat, atau bahkan korslet! Itu baru urusan uap air, debu pun demikian, apalagi motor dibiarkan tak terpakai cukup lama, debu tidak saja menempel pada body motor, dicampur uap air dan udara lembab debu pun bisa mengendap dan sulit dibersihkan! Itu cukup? Belum! Faktor hewan seperti kucing yang tidur diatas motor, tikus hingga serangga dan reptil turut berpotensi merusak motor!

meski demikian menyimpan motor dalam ruangan akan menjadi kendala jika tidak cukup ruang tersedia, kemudian motor tiap hari dipakai ataupun di dalam ruangan sering banyak aktifitas, itu berpotensi merusak motor juga sih … Atau setidaknya merepotkan. Tapi jika memang ada kesempatan dan ruang maka gak ada salahya menyimpan motor didalam ruangan