Tips & Trick

Honda in Love



Mv Agusta F3 675 itu ibarat “Kobe” Beef …

Hasil indospeed kejurnas supersport kemarin di sentul menunjukan bahwa pengembangan MV Agusta F3 675 masih butuh pengembangan. Finis di posisi ke  11 dari 13 peserta merupakan hasil yang menurut mbah cukup lumayan, mengingat singkatnya waktu yang dimiliki tim untuk mengembangkan motor.Karena Kerap publik akan bertanya tanya ketika membandingkan dengan Dominasi Jules Cluzel di WSS yang notabene menggunakan Mv Agusta F3 675. Tetapi justru disini masalahnya. Dan mbah akan dengan senang hati membandingkan keduanya seperti sebuah makanan. 

sebut saja F3 675 adalah daging “Kobe” terkenal mahal dan lezat. Namun bedanya yang satu sudah di “marinated” dan di masak, yang satu lagi baru keluar dari Freezer. Nah ! Itu yang terjadi ! 



Motor “standar” … Tertolong Raw Power

Jika anda melihat jeroan motor Mv Agusta F3 di kejurnas kemarin, dipastikan motor tidak ada bedanya dengan yang dijual ke publik. Perubahan masih sebatas pemasangan suspensi Ohlins TTX belakang yang hanya di Zero-in dan pemasangan Termignoni Full system. Sisanya? dari ECU, Radiator hingga suspensi depan masih standar.

Jika ada hasil positif yang bisa disapat adalah motor ini memiliki raw power yang amat baik. Dengan kondisi apa adanya F3 675 masih bisa setara di top speed dan straight. Meski masalah pengereman dan suspensi perlu pembenahan total … Ya itu balap, butuh waktu :)

Honda in Love

 

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/2c2/1121065/files/2014/12/img_4488.jpg

tinted and scratch resistent
Permasalahan paling parah dengan windscreen OEM yang berwarna bening adalah gampang scratch, alias baret. Apalagi motor sering dipake, makanya pengguna motor sport fairing umumnya seneng banget mengganti windscreen OEM dengan versi tinted!

umumnya versi after market terbuat dari bahan anti lecet dan berwarna lebih gelap (tinted) soalnya kalo cuma ganti model ya sami mawon !

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/2c2/1121065/files/2014/12/img_4488-0.jpg

cari yang paling murah dan recomended seller

Jurus mbah mencari windscreen after marker adalah lewat internet, pokoknya cari yang harganya paling murah dengan seller yang recomended! Akhirnya mbah dapat … Harganya cuma 800 rebuan :D 3 kali lipat lebih murah dari milik Mv Agusta asli !

gilanya pengiriman pun cepet banget, gak sampe 3 minggu barang sampe, dan asyiknya bener bener ngeplak banget sama motor gak usah bor sana sini … Hmm

Honda in Love

 

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/2c2/1121065/files/2015/01/img_4552.jpg

Tidak cuma keamanan …

Mungkin alasan orang menyimpan alias memarkir motor di dalam rumah adalah demi keamanan … Ya itu betul. Tetapi banyak yang bilang menyimpan motor cukup di garasi jika ada. Ya balik lagi itu kan jika kita bicara sebatas keamanan. Tetapi berdasarkan pengalaman mbah, menyimpan motor di ruangan tertutup sebenarnya jauh lebih baik dibandingkan sekedar di garasi.

nah makanya mbah selalu menyimpan motor di dalam ruangan, baik motor pribadi, barang dagangan atau dan menyediakan tempat bagi teman teman mbah yang ingin menitipkan motor, khususnya bila motor tersebut jarang dipakai :D

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/2c2/1121065/files/2015/01/img_4128.jpg

Terlindung dari banyak hal …
Pertama adalah kita tinggal di daerah tropis, dengan kelembaban udara tinggi uap air amat mudah memasuki bagian motor yang berhubungan dengan electrical. Jika dibiarkan maka bisa saja karat, atau bahkan korslet! Itu baru urusan uap air, debu pun demikian, apalagi motor dibiarkan tak terpakai cukup lama, debu tidak saja menempel pada body motor, dicampur uap air dan udara lembab debu pun bisa mengendap dan sulit dibersihkan! Itu cukup? Belum! Faktor hewan seperti kucing yang tidur diatas motor, tikus hingga serangga dan reptil turut berpotensi merusak motor!

meski demikian menyimpan motor dalam ruangan akan menjadi kendala jika tidak cukup ruang tersedia, kemudian motor tiap hari dipakai ataupun di dalam ruangan sering banyak aktifitas, itu berpotensi merusak motor juga sih … Atau setidaknya merepotkan. Tapi jika memang ada kesempatan dan ruang maka gak ada salahya menyimpan motor didalam ruangan

Honda in Love

 

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/2c2/1121065/files/2014/12/img_4703.jpg

tiga exhaust … Mirip OEM

Kendala bagi pemilik Mv Agusta dalam mengganti knalpot adalah sulitnya menemukan desain muffler yang cakep dari desain knalpot standar. Maklum knalpot cabang 3 khas mv agusta tripistone emang terlalu indah buat di ganti. Cuma kalo dibiarkan standar kayaknya gimana gitu … Makanya umumnya mereka yang mengganti knalpot Mv Agusta mencari tipe knalpot yang memiliki output 3 buah …

pilihanya ada dua, Zero Exhaust dan FM project, keduanya terbuat dari titanium dengan output 3 buah

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/2c2/1121065/files/2014/12/img_4703-0.jpg

ringan, kecil dan merdu

Nah pilihan mbah adalah FM Project. Karena ukuran knalpot ini kecil, terbuat dari titanium, plug and play, dengan cover carbon plus dengan ujung knalpot terbuat dari bahan billet allumunium. Nah salah satu yang mbah cari dari knalpot adalah mendongkrak penampilan namun tanpa menghilangkan orsinalitas desain plus suara motor. Mbah ingin suara motor saat idle itu senyap, namun suara baru keluar saat di rpm tinggi, sementara di rpm rendah dan tengah biasa saja … Supaya? Gak ganggun orang lah! Apalagi ?

knalpot FM project bisa diperoleh di bro Ossy dengan harga 21 jeti per unitnya termasuk ongkos pasang. Monggo bisa kontak yang bersangkutan langsung dari social media accauntnya