Arsip untuk Kategori 'Salah Kaprah'

12
Okt
11

Waspadai “Indoktrinasi” bahwa motor = indisipliner = kecelakaan ! ada agenda lain disini !

di antasari – prapanca, kendaraan dari arah Panglima polim – senopati mendapat lampu hijau bersamaan

Sebagai Biker kita harus 2 langkah di depan !

nah terkait dengan artikel ini klik, terus terang mbah sendiri bukan menutup mata mengenai kecelakaan yang diakibatkan biker indisipliner , karena harus diakui bahwa memang banyak biker yang tidak disiplin!  Tetapi mbah memahami betul bahwa ada agenda lain dibalik makin seringnya media dan kelompok masyarakat yang kerap menyuarakan biker = indisipliner = kecelakaan. teori konspirasi mbah ? bukan ! Tapi memang begitu adanya !

dua langkah didepan? Kamsud? gini seperti juga membawa motor di sirkuit, anda tidak boleh hanya melihat track lurus didepan anda, tetapi anda sudah harus memikirkan tikungan di depan. Dan ini berlaku di sirkuit manapun dan kapanpun juga. Begitu juga indoktrinasi mengenai “kelalaian dan indisipliner” sebagai sumber utama kecelakaan … ada hal lain dibalik ini

di beberapa tempat kendaraan boleh “berhenti” diantara dua jalur … 

Kenapa terjadi indisipliner ? ini bukan cuma pengaruh pribadi ! Tapi lingkungan !

ada biker yang memang secara genetik :lol: dan dasarnya indisipliner, dan ini wajar disebut oknum biker. Tetapi banyak kasus tindakan indisipliner dikarenakan faktor lingkungan yang berakibat – karena keterpaksaan kondisi menjadi hal lumrah oleh biker itu sendiri. Apa aja tuh mbah ?

macet extrim karena pengalihan arus … ini terjadi dimana mana … 

  • Infrastruktur : jalanan berlubang, kurangnya marka jalan seperti ketiadaan garis putih yang hampir di semua tempat membuat mayoritas biker “terbiasa” berhenti seadanya di lampu merah. Kenapa ? karena di dalam alam bawah sadar, dengan terjadinya repetisi berulang kali bahwa “garis putih” tidak pernah ada, secara reflex biker akan mengabaikan garis tersebut terutama garis putih itu benar benar ada :?
  • Diskresi : ambil contoh jalur busway yang kerap digunakan oleh kendaraan pejabat – aparat pemerintah, atau situasi dimana aparat menyuruh pengendara maju ke tengah persimpangan demi memecah kemacetan atau karena adanya pembangunan jalan hingga memang lajur yang digunakan tidak layak. Kondisi “diskresi” ini kerap membingungkan biker yah sering kali harus mengambil keputusan secara cepat.
  • Keterpaksaan : berhenti di lampu merah, wajib hukumnya. Tetapi jika anda berhenti di persimpangan bay pass rawamangun atau senen di tengah malam terus terang anda beresiko untuk menjadi target perampokan. Dan kisah ini pernah dialami oleh pengendara scorpio kata eyang edo :? … situasi dilematis ini pun kerap terjadi di berbagai tempat. Behenti di perempatan dengan lajur (belok kiri – tidak langsung) pun kita beresiko di seruduk bus yang selalu mengabaikan aturan tersebut. Kondisi ini juga turut menyumbang tindakan indisipliner bikers!
  • Budaya : Motor = wong cilik = salah benar tetap motor yang benar! hal ini karena kerap masyarakat dan kondisi ekonomi indonesia yang tidak merata plus budaya ini tercipta karena adanya kebiasaan oleh seringnya masyarakat menghadapi diskresi akibat minimnya infrastruktur dan keterpaksaan!
hampir di semua tempat tidak ada garis putih  … 
Agenda lain ? Iya ! Semua tindakan indisipliner berawal dari minimnya Infrastruktur !
disini mbah enggak perlu menyebut nama atau siapapun juga. Tetapi coba telaah lebih lanjut, seandainya “indoktrinasi” tersebut tercapai secara maksimal otomatis ada pihak yang bisa lenggang kangkung disini. Padahal mereke berkontribusi membuat biker terbiasa dengan situasi indisipliner. Apakah itu ? Minimnya infrastruktur akan mengakibatkan terjadinya diskresi oleh aparat dan pengguna jalan akibatnya terjadilah unsur Keterpaksaan oleh biker untuk melanggar aturan, karena terbiasa masyarakatpun menjadikanya sebagai budaya ! 

makanya mbah rasa, tidak fair dan tidak adil jika kerap masyarakat khususnya bikers dikaitkan dengan sikap kelalaian dan indisipliner. Semua ada sebab ada akibat. Tetapi ada juga penyebab yang tidak mau kena akibat. Makanya mereka kerap menuding si “akibat” dan kita masyarakat menjadi terhipnotis dengan melupakan si” Sebab!”

10
Apr
11

Salah Kaprah #5 Biar Lambat Asal Selamat … Salah !!!

Lebih bisa mengontrol … Berkendara lambat lebih aman ?

Asumsi dan istilah biar lambat asal selamat memang terpatri dipikiran kita, hingga kejalan raya. Tapi apakah itu benar? Okeh didalam dunia motor kerap dianggap  : ngebut = cilaka, pelan = selamat? nah asumsi ini muncul karena dengan mengebut / overspeed pengendara akan kehilangan kemampuan mengontrol sedangkan  dengan berkendara lambat ia bisa mengontrol kendaraan lebih baik? Yah kalo ditanya kepada seseorang awam mungkin benar. Tetapi konon yang dikedepankan adalah kemampuan “riding skill” bikers yang membuat dia selamat … nah kembali ke topik!

Lambat : Nyusain orang, rawan ditabrak dan berpotensi membuat kecelakaan ! 60 – 80 km/h please !

meski susah, dan sulit ditemukan, kalo anda beruntung bisa menemukan tanda bertuliskan 60 dan 80. Nah gampangnya itu adalah penjelasan mengenai kecepatan minimum dan maksimum. Okelah maksimum semua orang juga ngerti, minimum? Ya itu karena agar pengendara tidak berjalan terlalu lambat sehingga menimbulkan antrian kemacetan dibelakangnya. Akibatnya selain nyusain orang adalah anda berpotensi membuat orang lain cilaka, khususnya mereka yang ingin atau terpaksa mendahului anda yang bergerak terlalu lambat. Belum lagi resiko ditabrak dari belakang. Memang di indonesia nggak jelas soal aturan kecepatan tapi bisa diasumsikan di jalan umum / raya 60 km/jam adalah kecepatan minimum ideal.


23
Sep
10

Klasifikasi Sepeda Motor – Jangan Salah Kaprah !!!

Jangan Salah Kaprah Bro !

Kadang yang namanya iklan sering kali membuat konsumen salah kaprah mengenai klasifikasi jenis produk. Jika kesalah kaprahan dibiarkan berlarut larut akan dianggap sebuah fakta. Nah jangan sampe konsumen berpegang pada data dan presepsi yang salah karena kedepanya akan terjadi pembodohan secara sistematis!

Varian Dasar, Varian hybrid & Turunan serta varian Generasi Baru

Pada dasarnya tipe motor terbagi tiga yaitu Sport, Cruiser dan Enduro. Tapi jika dijabarkan pada kondisi saat ini terdapat sedikitnya 10 tipe motor yang berhak disebut varian asli (dasar). Kemudian di tingkat selanjutnya ada varian hasil turunan dan kawin silang antara dua varian dasar seperti Supersport yang turunan superbike atau sport moped yang kawin silang dengan sport bike. Sisanya adalah kawin silang generasi ke 2 yang merupakan varian baru hasil kawin silang dari beberapa tipe motor sekaligus. Salah satunya CS1. Kenapa MotoGP dimasukan? Yah cuma mau ngasitau, bahwa MotoGP nggak ada kaitanya dengan motor harian, namun beberapa jenis motor kecipratan teknologi motoGP!

Masuk ke tipe mana motormu ?

Nah setiap motor setidaknya memiliki 2-3 karakter dasar untuk diklasifikasikan pada varian tertentu. Jadi dengan melihat ciri ciri dasarnya saja bisa langsung ketahuan tipe apa motor mu itu :D

  • MotoGP – Prototype, Race only
  • Sport Touring – Kapasitas diatas 1200cc , mengedepankan edurance dan ergonomis
  • Hyperbike – Kapasitas diatas 1200cc, menggunakan fairing, mengedepankan performa
  • Superbike – Kapasitas 1000 – 1200cc,menggunakan fairing, mengedepankan performa
  • Enduro – Kapasitas 125 – 600cc, orientasi off road
  • Streetbike – Kapasitas 125 – 1000cc, non fairing, mengedepankan agility
  • Cruiser – Kapasitas diatas 800cc, non fairing, mengedepankan endurance
  • Sportbike – Kapasitas 124cc – 500cc , menggunakan fairing, mengedepankan performa
  • Moped – Kapasitas 50cc – 125cc , transmisi semi otomatis, mengedepankan simplisitas
  • Scooter – Kapasitas 50 – 600cc, transmisi otomatis, mengedepankan ergonomis

28
Jul
10

Salah Kaprah #3 : Safety riding = Pake Helm, jaket dan Rompi anti peluru

ini bukan safety riding … ini adalah …

Pake Helm Full Face, Rompi anti peluru dan bawa Rpg merupakan bagian dari safety riding !

Helm Full Face minimal SNI, pake jaket ber protektor, sepatu riding adalah bagian dari safety riding. Tapi bukan merupakan pemahaman safety riding. Pemahaman – mengikuti aturan lalu lintas, penguasaan medan hingga inisiatif reflex dalam berkendara juga merupakan unsur yang membentuk safety riding. Jadi jangan mengangap jika sudah pake helm dan body armor plus bawa ak-47 anda sudah menerapkan dan memahami safety riding. Skill dan mental dala berkendara justru merupakan inti utama dalam safety riding.

23
Jul
10

Salah Kaprah #2 : Motor Gede (600cc up) Gak bisa dipake harian

Bro dennis, hari2 pake hayabusa

Motor dirancang untuk dipakai harian

Hoo Hoo salah besar kalo ada anggapan motor gede, mau Ducati, Bmw, Harley nggak bisa dipake harian! Mereka pake lampu, spion sama jok yang dilapisi busa kok jadi buat ukuran safety dan ergonomis masih masuk akal. Toh mereka memang dibuat untuk keperluan harian. Cuma aja disini orang kadang lebay, mentang mentang motornya gede, alesanya banyak, ya gampang overheat lah, susah selap selip lah atau pegel lah! (kalo sayang takut lecet ya lain ceritanya) ;)  he he, gak lah isitilah overheat dan susah selap selip dkk itu cuma keluar dari orang yang nggak tau teknik ato emang males naik moge buat harian. Tapi kalo emang over heat mending buruan ke bengkel, coz biasanya ada problem di mesin kalo pun enggak biasanya biker kudu sering idup mati mesin di kemacetan. Lumayan mesin bisa istirahat 3 menitan buat ngurangin panas :D

Duluan telor atau ayam ?

Memang butuh penyesuaian tapi itu wajar

Gak munafik sih, jika biasanya naik Suzuki thunder 125 trus naik Hayabusa memang kudu ada penyesuaian. Pertama dimensinya beda, kedua tenaganya beda ketiga reflek nya beda terakir tinggi tempat duduknya yang beda. Kalo masalah ini baru jadi problem :mrgreen: dan bakal jadi perdebatan sengit ! tapi intinya moge >600cc tetep kudu bisa buat harian! Jamin deh !

28
Jun
10

Salah Kaprah # 1: Ngebut = Cilaka !

no komen deh :mrgreen: sumber : dodohawe.wordpress.com

Teknik mengemudi lebih berperan diutamakan

Ngebut kadang diasosiasikan dengan kecelakaan. Ada benarnya tapi banyak juga salahnya. Coz ngebut sendiri jika dilakukan dengan teknik yang benar dan tempat yang sesuai akan jauh lebih aman ketibang berkendara lambat tapi tanpa teknik mengemudi yang benar.

Yang ini juga no komen deh :lol:

Kenapa Begitu ?

Jika ngebut dilakukan di tempat yang semestinya justru relatif aman. Ambil contoh pada balapan, kecelakaan lebih banyak terjadi pada saat motor di kecepatan rendah, seperti tikungan, hairpin atau saat pengereman dan akselerasi. Begitu juga pada saat  di jalan raya. Pengendara dengan tanpa teknik umumnya akan sering melakukan kesalahan riskan saat dalam kondisi normal. Seperti menarik tuas kopling saat menikung, mengerem mendadak saat memasuki jalan licin ataupun terfokus pada kendaraan di depan. Anggapan biar lambat asal selamat nggak sepenuhnya benar ;)




Jarak Tempuh

  • 11,440,237 Km

Arsip

INDOBIKERS, Indonesian Bikers Community


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 317 pengikut lainnya.