Arsip untuk Kategori 'Safety riding'

13
Feb
12

Modal Dikit ! Pacaran apalagi Palentinan jangan di jembatan napah !!! (” `з´ )_,/”(>_<!)

Bikin Macet … Resiko Kesundul mobil … Modal Dikit Tong !!! (” `з´ )_,/”(>_<!)  Tukkk !!!

fenomena ini memang udah lama terjadi, cuman makin hari intensitasnya makin parah …gilanya kalo malam, sering kali karena terlalu banyak yang pacaran di jembatan makin macet. Padahal jakarta udah makin macet tanpa perlu orang pacaran di jembatan. Selain menyusahkan orang lain, itu membuktikan anda enggak niat pacaran … mosok pacaran di jembatan sih modal dikit tong !!!

Hampir di setiap fly over non protokol dipenuhi orang pacaran …  ƪ(°▿▿▿▿°”)ƪ WeeeeW

sekarang coba bayangin, kalo lagi enak enak pacaran didatengin  penghuni jembatan ancol Weeeew :lol:  makanya coba deh, buat para Romeo, modal dikit ! masa ngajak pacaran di jembatan ! modal dung ! Buat cewek, kalo cowonya hobi nangkring di jembatan mending pikir pikir lagi dah, jangan jangan pas enggak bareng ente, doi malah nangkring diatas pohon … Haissssh

12
Feb
12

Buta warna akut …

Beberapa biker mengalami buta warna akut …

yang namanya berkendara di jalan umum beberapa peraturan paling dasar, bahkan sering kali sudah dipahami anak sd atau bahkan taman kanak kanak, salah satunya pemahaman mengenai aturan lampu lalu lintas dimana, Hijau adalah silahkan jalan, kuning (hati hati – perlahan) dan merah yang artinya berhenti. Tetapi beberapa mereka yang bisa dibilang kurang beruntung mereka mengalami gejala buta warna akut :? gejalanya adalah tidak bisa membedakan antara warna merah, kuning atau hijau …

Kalau resiko ditanggung sendiri itu ga masalah … tapi …

jika biker yang menderita buta warna akut mengalami kecelakaan tunggal itu ga masalah, tapi jika mereka melibatkan pengendara lain bakal runyam ceritanya. Apalagi bila mereka  melibatkan pengendara mobil. katakan saja, amarah massa yang timbul hanya karena emosi sesaat, atau lamanya proses yang harus dialami pihak ke dua yang terpaksa terlibat akibat ulah biker yang mengalami buta warna akut. Ini menyedihkan …

 

08
Feb
12

Ngantuk apalagi gak fit … jangan riding !

buat mbah cuaca hujan (asal gak badai) masih oke … kalo panas terik … nyerah !

Setiap hari naik motor … ini pengalaman mbah 

terus terang mbah adalah satu dari sedikit orang yang tiap hari menggunakan moge sebagai kendaraan oprasional. meski minim pengalaman turing, tapi untuk ursan daily ride, boleh di tantang :cool: maklum kondisi di jakarta memang gampang gampang susah untuk di prediksi. Kadang ekstreem panas, kadan hujan, kadang macet total kadang banyak pengalihan arus, dan jalanan yang cukup konsisten … selalu penuh lubang dan pasir !!!

naik motor semakin besar tenaganya semakin ringan beban kita untuk main gas dan kopling, tetapi semakin tinggi konsentrasi yang dibutuhkan untuk mengendarainya. Makahnya saat sedang tidak fit, terutama terserang influenza hal ini yang paling tersiksa, ingus meler, mata berair, bersin dan batuk saat berkendara rasanya :? bujug dah … ditambah udara panas terik plus lembab … terasa mau pingsan :( , tapi kebalikanya kalo cuaca hujan buat mbah malah gak gitu ngaruh buat kesehatan :D dunno why :mrgreen:

posisi nyelinap di samping mobil … butuh konsentrasi

Ngantuk ? apalagi gak fit ? Ketahuilah batas fisik dirimu … dont ride !

jika ngantuk apalagi karena obat, bisa membuat badan menjadi lemas efeknya reflek berkurang drastis. Ini berbahaya, anda bisa saja tertabrak atau menabrak. Tidak fit ?oh selain memiliki resiko yang sama, polusi undara dan udara panas ataupun ekstrim dingin bisa membuat kondisi badan semakin drop. Dari pada cilakan mending gak riding. Memang sih, enggak nyemplak di motor beberapa hari rasanya tersiksa :? tapi mau bagaimana lagi … 

05
Feb
12

Terperosok Masuk Lubang > Jatuh > Terlindas Truk = … Siapa yang Harus disalahkan ?

Biker dan Supir Truk = Sama sama Korban

Naas betul nasib Neng Khunafak (50) dan anaknya Bilqis Choirunnada (16). Berniat menyalip truk dari jalur sebelah kiri, warga Dusun Ponggok, Desa Banjarsari, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang ini terjatuh akibat motornya terperosok lubang. Akibatnya, Khunafak tewas dilindas truk di Jalan Raya Ngemplak, Perak. (klik)

Mbah juga ikut simpati dengan nasib Supir truk yang melindas biker ini, pasalnya andaikata Biker tersebut tidak terperosok lubang, dijamin truk bernopol S 8392 S yang dikendarai oleh Eko Sujatmiko (40) tidak akan melindas biker tersebut. Pasalnya truk tersebut berjalan pelan, meski demikian yang namanya truk atau kendaraan berat tidak mungkin mengerem mendadak

Tidak melanggar, seharusnya yang disalahkan adalah pengelola jalan !!!

Berbeda dengan kasus Minibus maut di tugu tani, dimana si pengendara yang berada dibawah pengaruh alkohol dan narkoba serta ngebut ngebutan. Pengendara truk dikabarkan saat kejadian sedang melaju lambat di jalurnya. Namun saat  ini sepertinya si pengemudi lah yang bakal dianggap pesakitan.

Nampaknya pengelola jalan bisa melenggang tanpa tanggung jawab apapun. Padahal andaikata jalanan dikelola dengan benar niscaya baik biker maupun supir truk tersebut tidak bakal menjadi korban. Monggo di share


25
Jan
12

Antara Xenia-Avanza & Bebek Sruntulan … Ada lho penjelasan logisnya !!!

Benny Beiber : Bebek Sruntulan vs Mobil Xenia Avanza Sruntulan

Jika bicara Beruang anti bebek, mungkin jawabanya cuma Benny Beiber :D yup blogger yang satu ini memang dikenal dengan slogan “bebek yang sruntulan” sementara pasca tragedi “Pembantaian Tugu Tani” boleh jadi isu yang sementara ini mulai memanas adalah maraknya kecelakaan yang melibatkan Xenia-Avanza. Nah ini cukup menarik. Pasalnya baik bebek Sruntulan atau kecelakaan yang melibatkan kedua tipe mobil tersebut memiliki penjelasan yang cukup logis.

ada beberapa faktor yang menyebabkan kenapa Bebek Sruntulan vs tingginya kecelakaan yang melibatkan Xenia-Avanza. Meski sebenarnya  antara keduanya tidak ada korelasi apalagi mereka yang menganggap kwalitas motor dan mobil tersebut sangat layak digunakan bahkan cukup baik. Tetapi kenapa seperinya keduanya dianggap kendaraan yang berbahaya ?

Mengutip pertanyaan jusri puluhbuhu JDDC

“Jadi jangan salahkan kendaraan. Itu hanya kebetulan saja, Xenia adalah mobil pertama yang mudah dijangkau, biasanya adalah kelompok orang yang baru memiliki mobil, sehingga rasio Xenia dan Avanza lebih banyak karena murah” Nah artikel asli ada disini klik . Terus terang mbah sangat setuju dengan petinggi JDDC ini. Karena sama seperti Xenia-Avanza mereka yang membeli bebek sering kali kedapatan berkendara sruntulan dengan alasan yang sama. Mereka membeli kendaraan tersebut karena faktor ekonomi yang sangat terjangkau dan alasan yang sangan ekonomis : sebagai kendaraan “SAJA”. Sehingga mereka kurang memperhatikan hal hal diluar “kewajiban atau yang bisa membuat mereka di tilang” Seperti memperdalam produk knowledge atau mengasah riding skill, bisa dibilang sangat minim.

apakah mayoritas pengendara Xenia-Avanza dan bebek berkendara sruntulan ? Tidaaaak ! dan tidak ! tapi tunggu dulu, kok di berita sering banget mereka “yang terlibat” muncul ? mudah saja, karena jumlah mereka sangat banyak dibandingkan kendaraan lainya. Tetapi jika dibuat rasio, belum tentu lho!  Monggo di diskusiken :D

 

 

25
Jan
12

Jangan asal bilang “rem blong” …

Rem-Blong tidak terjadi seketika …

seringkali kita mendengar bahwa kecelakaan terjadi karena rem mengalami blong. alias tidak berfungsi sama sekali. Itu benar adanya, bisa terjadi sama siapa saja. Khususnya mereka yang tidak merawat kendaraanya dengan benar. tapi percaya atau tidak, kecuali karena  ulah sabotase rem kendaraan tidak akan blong begitu saja. Melainkan bertahap. Lha maksudnya apa mbah ? Nih gini tahapan ketika rem menjelang mengalami blog …

  • Rem berfungsi dengan normal. Namun tuas rem harus di tarik lebih dalam dari biasanya
  • Semakin lama (kaliper makin panas) dan tekanan pada tuas rem semakin hilang, tuas semakin dalam
  • Saat di oprasikan maksimal daya pengereman naik-turun seperti seolah ada fungsi abs nya
  • setelah itu daya cengkram rem benar benar berkurang kendati tuas ditarik maksimal
  • tuas seolah tidak lagi memiliki tekanan dan kemampuan rem nyaris berada di titik nol !
Penyebab rem blong …
berbagai faktor bisa menjadi penyebab rem blong. Tetapi setiap faktor memiliki “ciri khas” dimana biker yang normal (newbie) pun bisa memahaminya dengan mudah. Asalkan biker tersebut memahami teknik dasar berkendara, biasanya – insyaallah mereka bisa menghindari terjadinya rem blong tersebut.
  • Kampas habis : ini paling mudah dikenali, karena suara nya akan sangat berisik, terutama saat motor di rem
  • Tekanan oli kurang : biasanya minyak rem sudah berkurang atau sudah sangat tua. Efeknya adalah tuas rem seperti ngempos
  • Pemuaian selang : Biasanya terjadi pada motor balap yang menggunakan selang rem standar “stock” biasanya terjadi di pertengahan atau akhir balap. Umumnya biker yang mengalami kondisi sperti ini sudah terlatih memahami situasinya dan bisa mengantisipasi
  • Kebocoran pada bagiar rem : Paling berbahaya, karena saat mulai di sadari hingga benar benar blong berlangsung cukup singkat tapi biasanya akan segera di sadari.

15
Jan
12

Cuaca Ekstrim … mending jauhi 2 benda ini …

Pohon Rindang Rawan Tumbang

yah ini merupakan ironi. Keberadaan pohon ditengah kota total polusi memang bak paru paru kota. Namun ketika cuaca ekstrim, untuk sementara mereka menjadi momok yang potensial membahayakan. Ranting rubuh bisa membuat macet, kalu pohonya rubuh ? bujug amit amit jabang dinosaurus :? bisa fatal. Jangankan biker yang sedang neduh, rumah pun bisa rusak parah karenanya. Apakah ada yang bisa disalahkan ? Jika dulu mungkin dinas tatakota bisa jadi kambing hitam. Tapi ditengah cuaca ekstrim yang rawan hujan disertai angin kencang, kendati dinas tatakota rajin memangkas ranting, namun kini, pohonya lah yang memiliki resiko tumbang. Hmm gimana dung? yah mau gimana lagi, mending menepi dulu dan parkir ditempat  yang terlindungi !

Billboard … sama bahayanya tapi bisa ditanggulangi

selain pohon, Billboard juga merupakan ancaman yang tidak kalah mengerikanya bagi pengguna jalan. Tapi bedanya keberadaan billboard yang man made, bisa disiasati. Salah satunya dengan memperkuat struktur billboard atau mengganti ukuranya. Permasalahnya untuk melakukan perubahan tersebut dibutuhkan undan undang yang jelas dan penertiban yang tegas. Toh semua demi pengguna jalan, termasuk pemilik billboard tersebut, mereka juga ga mau kan disalahkan jika billboard mereka ternyata mencelakakan orang lain ?

06
Jan
12

Hujan Badai … Gimana dung ?

Angin kencang plus hujan deras … jarak pandang & Crosswind … amat berbahaya

memang lumrah buat kita untuk menghajar hujan dan genangan air. Tapi kalo urusanya badai + hujan. ooh ntar dulu deh! hujan disertai angin kencang membuat jarak pandang menjadi begitu pendek. Amat beresiko bagi biker untuk tertabrak dari belakang atau melindas lubang. Crosswind membuat motor bisa berpindah arah. Jangankan Diavel 8O gold wing pun bisa bergeser karena cross wind. Hmm kalo udah urusan ini mending jangan nekat deh!

Berteduh di “tempat” yang benar … lanjutkan setelah hujan reda !

jika situasinya sudah seperti ini, parkiran basement atau parkiran yang tertutup beton menjadi pilihan paling pas! aman dari dahan atau pohon yang roboh, mending nunggu hingga hujan reda. sambil ngerokok atau bbman atau ngopi bisa jadi waktu yang pas menikmati udara dingin jakarta :lol: sambil menanti redanya badai. Ingat, abis badai jalanan akan licin, tetep berhati hatilah dijalan :D

05
Jan
12

TUMI – Ducati Bag Pack

Ukuranya Sedang – Bisa buat bawa Helm Lagi !

nah inilah tas back pack keluaran tumi. Jika melihat dari desainya ada satu hal alias fitur yang benar benar mencirikan ini tas memang dirancang untuk digunakan oleh biker. Apakah itu ? Liaht bagian luar. Sebuah kain – kulit sintetis dikelilingi tali fleksibel. Nah ini gunanya sebagai pembungkus helm.

buat biker yang sering melakukan anter jemput bersama boncenger ini jelas solusi mantap. Disamping gak perlu repot ngiket helm pun terjamin aman terikat di tas dan enggak mempengaruhi riding manufer.

Tas dirancang tidak mempengaruhi keleleluasaan biker …

tas TUMI back pack ini dirancang sedemikian rupa (desainyga mengotak persegi panjang tapi ramping) nah hal ini semata mata agar pergerakan tangan biker tidak terganggu oleh bentuk tas. Sementara tali pengikat dilengkapi strap yang diposisikan sedikit diatas. tujuanya sama, agar biker leluasa bergerak.

bentuk strap (slempangan – mbah gatau apa sebutanya) terbuat dari karet lembut yang dilengkapi kain gortex … kali yeh :mrgreen: yang jelas enggak bikin keringetan saat dipakai dalam waktu lama dan tidak kaku!

Bahan kedap air, ringan dan banyak saku! Boleh dicoba buat turing!

nah selain dirancang untuk keleluasaan saat dipakai riding, tas ini juga mantap buat dipakai membawa perbekalan turing ataupun laptop! yang pasti banyak terdapat saku kecil di luar … yang paling penting tas ini pun kedap air. Jadi gak perlu kuatir saat dipakai hujan hujanan :D

26
Des
11

Trabas Terus bang Ojek !!! Yihaaaaa !!!

Lampu Merah di trabas … Jalur Busway Hajar … Wah lu mau ngebunuh gue yah !

ada pengalaman konyol tapi lumrah buat warga jakarta. Saat di bonceng ojek, dari kebon jeruk menuju SCBD mbah memilih ojek, toh disamping lebih murah diabanding taksi ojek juga lebih cepat. Tetapi mungkin abang ojek ini agak keterlaluan :mrgreen: Terhitung seluruh rambu di langgar. Dilarang balik arah ? Sikat ! Lampu merah ? Trabas ! Jalur Busway ? Pake Ajah ! pokoknya bener bener ala  Fast and Furious deh !

kok mbah gak negor ? Pertama, mbah bukan aparat yang berhak menegur, kedua kalo pun negor belum tentu si abang ojek nerima, bisa bisa mbah diturunin di tengah jalan :mrgreen: situ mau nanggung ? enggak kan ! yang terkahir, mbah juga sibuk jikir …terus terang deh dibonceng Dario Marchetti di Sentul aja gak se serem ini :lol:


24
Des
11

Lubang Drainase / Got yang Bak Pisau Bermata Dua

Lubang Drainase di Gatot Subroto dan Sudirman – posisinya tidak baik

sering kali kita membaca berita bikers menjadi korban akibat lubang (tutup got), bahkan yang baru baru ini terjadi ketika seorang wanita menjadi korban hingga harus meregang nyawa. Nah beberapa hari yang lalu saat mbah di boncengin Abang Ojek, mbah menyempatkan diri memotret lubang drainase yang ada di kawasan Sudirman dan Gatot Subroto. Memang keberadaan mereka bak pisau bermata dua.

Lubang drainase bisa menjadi pahlawan bagi bikers dan seluruh pengguna jalan raya dikala pada kapasitas optimum mereka mampu membuang genangan air, sementara menjadi ranjau darat yang bisa mencelakakan karena posisinya.

Posisinya 2/3  atau 3/4 di sebelah kiri jalanan paling kiri ! Hindari !

umumnya Lubang drainase terletak di jalur paling kiri. Diposisikan di sebelah kiri jalur paling kiri  antara 2/3 atau 3/4 lajur kiri. Posisinya bermacam macam. Ada yang bak polisi tidur karena aspal disekitarnya melesek, ada yang seperti lubang karena biasanya jalur tersebut telah diaspal ulang. Gilanya ada yang tertanam di posisi miring. Tetapi pada intinya lebih baik hindari!

motor memang melaju di jalur kiri, tetapi untuk menghindari lubang draniase tersebut ada baiknya biker berada di sisi paling kanan pada lajur paling kiri. Alias posisi 1/3 atau 2/4 jalur paling kiri. Semoga berguna :D


22
Des
11

Biker, Belajarlah meminta maaf …

enggak muat ? ya jangan maksa nyelip lah …

Senggol spion … kabur 

jakarta memang daerah macet, macet semacet macetnya. Tetapi keuntungan jadi bikers adalah bisa “nyelap-nyelip” di antara mobil dan kendaraan beroda 4 atau lebih lainya. Tetapi jelas riding skill tiap biker jelas berbeda beda. Tidak heran ada yang memilih nyelip, ada yang memilih diam berada diantara mobil.

yang paling sering dikeluhkan oleh pengendara roda empat adalah seringnya motor menyenggol spion mobil, meski mengetahuinya, jangankan mengangkat tangan minta maaf, mereka malah langsung tancap gas kabur! :? hal ini bisa dibilang hampir 99% dilakukan oleh bikers.

Boro Boro minta maaf, kadang malah mereka yang marah …

jika jelas kita yang salah, sudah pasti ada perasaan “malu” dan biasanya langsung minta maaf. Khususnya dalam kasus motor yang senggol spion jelas bahasa biker yang santun dan berpendidikan biasanya, dengan mengangkat tangan dan berteriak “maap” atau minimal memberi tangan (tangan kiri diangkat).

tapi seringkali justru jika di tegur oleh pengendara roda 4 biasanya biker tersebut justru malah “membentak terlebih dahulu” atau malah marah (melotot) … terus terang sikap seperti ini yang sangat tidak elegan dan santun semakin merusak dan membuat posisi biker apapun motornya menjadi semakin rendah dimata pengendara roda 4 lainya.





Jarak Tempuh

  • 11,440,237 Km

Arsip

INDOBIKERS, Indonesian Bikers Community


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 317 pengikut lainnya.