Arsip untuk Kategori 'Riding review'

26
Des
11

Suzuki Burgman 250 … Nyaman tenan

Burgman 2001 bro Victor Japit …

mbah memang dari dulu mengagumi Suzuki Burgman. Tak terkecuali Burman edisi tahun 2001 ini .Maklum motor ini terkenal dengan kenyamananya. Kebetulan beberapa waktu yang lalu mbah berkesempatan melakukan test ride Suzuki Burgman 2001 ini. Meski rutenya terbilang dekat, kesan menarik pun timbul disini.

Khas Suzuki, Banyak laci ultra ergonomis

melihat fitur yang dimiliki burgman tahun 2001 ini, pas duduk, jok super empung namun solid ini menyambut sang pengendara. Tidak sampai disitu , dashboard simple khas motor awal millenum ketiga masih terlihat. suara halus plus banyaknya laci penyimpanan memang menjadi kesan pertama mengendarai burgman. Oh iya sebagai tambahan burgman sendiri hadir dengan teknologi Combi brake :D

23
Des
11

Test Ride Piaggio LX150

Akhirnya kesempatan “test ride” Piaggio LX150 dateng juga

kebetulang bro Doddy yang biasanya wara wiri naik Multistrada 1100S dateng bawa Piaggio LX150nya … enggak pake negor, langsung teriak “sini kunci kunci kunci”  :evil: gak beberapa detik kemudian, mbah udah nyeplak diatas motor yang baru berusia beberapa hari ini. Eh ada yang lupa … wooooi woooi ! Potoin dong ! :mrgreen:

nyemplak diatas skuter ini serasa kembali ke era 90an dimana Vespa waktu dulu masih berjaya dengan keluarga dua taknya. Riding positionya pun sama persis :cool: bedanya busanya lebih empuk dan LX150 memiliki finishing yang jauh lebih sempurna. Yey !

Mesin 150cc ga bisa bohong + memiliki opsi “DRL”  …

pertama tama yang perlui dibiasakan adalah motor ini memiliki mesin 150cc. Enggak bisa disamakan denganj skutik 100cc, tendangan bawahnya cukup agresif, putaran atas? Terlepas dari akurasi speedometer, motor ini bisa menembus 110 km/jam. Wah kenceng juga yah :D , ada kemacetan di depan RitZ carlton dan PP. Nah aji mumpung … motor ringan diajak manufer, maklum torsi mesin 150cc memang nggak bisa dibohongin. Keluar kemacetan, sikat tikungan kanan-kiri motor terasa sangat tajam. Suspensi agak terlalu keras memang. Tapi pengendalian jadi agresif !

bicara masalah Fitur AHO. memang LX150 tidak punya fitur seperti ini. Tetapi skuter ini memiliki opsi, DRL, Low Beam, Hi Beam dan Pass light. Bedanya jika low beam cukup terang – Fitur DRL pada LX150 ini menyala remang remang, tidak afektif memberikan penerangan bagi bikers, tapi dilihat dari arah berlawanan, lampu tersebut terlihat jelas. Nah ini yang dinamakan “DRL” sesungguhnya :D

18
Des
11

Test Ride D’Tracker “Cafe Racer”

Lebih nyaman … dan serasa lebih mantab

pertama kali duduk diatas D’trakcer bro Ion ini terasa berbeda. Maklum ukuran ban 110/70 & 150/60 belakang memberi kesan “berat” buat motor Supermoto pertama di indonesia ini. Gerakan stang ke kanan dan kiri pun demikian. Agaknya ini karena belum terbiasa saja. Hidupkan mesin, raungan mesin 250cc dengan Juice box terasa berbeda. Terlebih karena knalpot FMF terpasang disini.

Anda harus menekan stang untuk menikung, Betot gas 125 km/jam di terowongan pun tembus

Saat mengitari SCBD, ukuran ban yang lebih lebar merubah center of gravity dari D’Tracker ini. Effeknya motor harus di paksa menikung. Memang lebih nyaman di kecepatan rendah, tapi saat dipakai merebah kencang, anda harus menambah beban pada stang. Masuk menuju terowongan … Gas pol !!! rasio pendek D’traker ternyata mampu membawa motor pada kecepatan 125 km/jam. Mengingat SCBD relatif padat. itu sudah cukup baik. :D Thx for bro Ion yang udah minjemin


13
Des
11

Duh Honda … Bentrok Lagi acaranya ! Maaf bener deh enggak bisa datang …

Setelah Spacy & Helm In enggak bisa … tour ke bromo juga gak bisa hadir …

terus terang, mbah sekali lagi mau ngucapin terimakasih banyak buat honda AHM – H3C yang udah ngundang mbah ikut acara Tour the Bromo dalam acara Honda Bikers Day 2011 di gunung bromo. Tapi lagi lagi mbah terpaksa enggak bisa hadir :( maklum acaranya dua hari, dan hari minggunya mbah sendiri ada keperluan pribadi …

jika pas tanggal 3 kemarin bentrok dengan acara grand launching Ducati Bali, sekarang bentrok dengan urusan pribadi. Lagi lagi kalo cuma sehari sih mbah bisa datang … berhubung dua hari :? hmm bentrok !

Next time … InsyAllah mbah datang … congrats buat acara “Honda Bikers Day” 

jika ada kesempatan lainya, insyallah mbah bakal datang ke acara Honda :D sekarang ini mbah cuma bisa bilang, Selamat dan Sukses buat Acara “Honda Bikers Day” … mohon maaf karena mbah ga bisa datang, jangan kapok kapok ngundang mbah yah :D

 

 

30
Nov
11

Mohon Maaf … Enggak bisa ikut Test Ride Honda Spacy & Supra X Helm In Injeksi

Berbarengan dengan Grand Opening Ducati Bali & Cafe Racer touring @ Bali

terus terang test ride Honda Spacy dan Supra X helm in yang akan diadakan tanggal 3 desember nanti sebenarnya sangat mbah nantikan, terbukti mbah sendiri sudah mengundang 2 biker dengan bobot diatas 100 kg :mrgreen: untuk uji ketahan suspensi :lol: tapi sayangnya ternyata tanggal 3 desember dihari yang sama diadakan Grand opening Ducati bali plus Cafe Racer sendiri yang disupport oleh Ducati Indonesia akan melakukan Touring @ Bali, jadi mau gak mau terpaksa absen deh :)

mudah mudahan di sesi test ride lainya, mbah bisa ikut. oh ya terimaksih banyak buat H3C Honda AHM yang sudah repot repot mengundang mbah. see u next time yah :D

 


11
Nov
11

Mengendarai HD … Anda harus Relax

Jika anda tergesa gesa … anda tidak bisa menikmati harley davidson

Hareli Dafidson merupakan motor besar asal amerika. Tepatnya dari Milwaukee, sebenarnya motor H-D ini lebih tepat disebut motor Chopper, Cruiser. Bebobot diatas 300 kg namun sangat stabil jika dikendarai pada kecepatan 70-120 km jam. Jika menaiki HD dan anda tergesa gesa maka anda sudah salah kaprah dalam mengendarai harley itu sendiri.

berkendara menggunakan Harley Dafidson anda harus relax. memang begitu adanya, tangan tidak boleh kaku dan punggung pun harus condong kebelakang. Maka anda akan menikmati berkendaran menggunakan choper asal amerika ini,

Usahakan serilex mungkin … 

mbah sendiri merupakan “newbie” terhadap motor harley Dafidson. meski pun demikian rasa penasaran pun ada. Kebetulan ada bro Yete :mrgreen: satu satunya anggota kafe racer yang memiliki Harley Davidson. Nah mbah sempat meminjam motor crusier gambot nan legendaris ini mengitari wilayah SCBD saat sabtu sore dikala sepi. Hmm … intinya rilex … dan lemaskan otot dan segarkan jiwa :cool:

Bleh … motor susah banget di belokin. Jalan 50 km jam, mau belok kiri tapi tangan udah ngelambai lambai kayak kenek kopaja, jantung dag dig dug ngerasaing getaran mesin,  mobil di belakang mbah sampe berenti padahal masih jauh (dia pikir nih orang lagi belajar motor kali yah) maklum motor melintang karena mesin mati, mau ngidupin ada tuas yang mesit di tarik … mau nelpon … hape ketinggalan di showroom … aseeem …. untung sepi, pokoknya kacau balau dah! :mrgreen:

01
Nov
11

Riding Review, Satria FU

Masih Cukup Proporsional !

nah saat duduk di satria FU, yang mbah rasakan adalah … ramping :D memang enggak senyaman duduk di jupiter mx atau Supra Helm in. jauh banget dari itu! apalagi posisi stang yang menunduk dan cenderung melipat ke belakang, agak butuh penyesuaian sih. Kaki juga agak ketarik kebelakang.

tetapi yang jelas motor seperti ini yang mbah cari. Dan jujurnya relatif sempurna untuk penggunaan harian (jarak menengah – dekat) karena jarak seperti ini kelincahan motor dalam bermanufer bisa maksimal dalam mempersingkat waktu tempuh sekaligus mengurangi waktu biker diatas motor!

Stang ramping, minim  engine brake … tenaga pas! 

setang motor yang ramping otomatis membuat mbah sedikit menyesuaikan diri. Tetapi tenaga motor yang keluar di putaran atas membuat mbah ketagihan mainin throttle motor. Saat di test jalanan cukup licin karena baru saja kena hujan. Nah turun gigi dari 3 ke dua, ban FU yang ramping tidak kerasa slide. ini karena motor minim engine brake. Good!

yang pasti  tenaga motor 14 hp an udah lebih dari cukup untuk bermanufer di kemacetan ataupun digeber hingga kecepatan 90 km/jam dalam kondisi aman. Frame pun cukup rigid dengan didukung suspensi monoshok. masih mampu ngeladenin bobot mbah :D

17
Okt
11

Enggak diundang ? Ngapain dateng ! Gengsi dikit lah !

Enggak semua “Test Ride” mbah datengin … soalnya nggak diundang!

terus terang beberapa orang menanyakan kepada mbah kenapa enggak semua sesi test ride mbah ikutin. Nah alasanya ada dua, pertama karena memang jadwalnya enggak memungkikan untuk di dihadiri alias bentrok, yah kalo udah gini seperti juga undangan  pada umumnya, mau ga mau mbah bakal minta maaf :D  itu pertama, yang kedua jawabanya lebih simpel. Yaitu … Enggak diundang :mrgreen:

enggak di undang ? pernah ! pabrikanya ? Ducati ! yup ! terus terang undangan launching New Monster di sepang Ducati SpA enggak ngundang mbah :( dan blogger yang di undang cuma kang taufik! tapi untungnya mbah bisa dapet access pas karena mbah bagian dari Ducati Indonesia :cool: tapi intinya, dalam acara itu mbah sebagai blogger memang ga diundang :lol: mau gimana lagi?

kali diundang ya mbah dateng … gak diundang ? ngapain sewot ! Gengsi lah !

Blogger yang kredibel itu kritis,  tidak tendensius dan yang pasti punya harga diri !

terus terang blogger itu kan berawal dari hobby, jadi intinya bebas aja. Makanya blogger memiliki kebebasan dalam melakukan liputan ataupun menulis apapun juga. Nah! kredibilitas bloger sendiri dinilai tidak saja dari liputanya, melainkan juga gaya penulisanya. Blogger yang baik jelas akan selalu kritis terhadap apapun yang mereka liput. Toh sikap kritis sendiri bukan berarti negatif namun bisa jadi masukan yang amat berharga bagi pembaca blognya – konsumen maupun juga bagi pabrikan. Termasuk juga saat mendapat undangan test ride, apakah mbah bakal muji muji total produk si pengundang ? enggak juga lah ! yang jelas dengan menghadiri undangan bukan berarti kita jadi “yess man” si pengundang! Tetap kritis, toh dengan adanya kritik yang kita berikan juga akan dihargai oleh si empunya hajatan.

Hubungan antara Blogger – Test Ride dengan Gengsi – harga diri ?

oh jelas ada! Sorry buat mbah biar pun diajak datang oleh teman, tapi kalo si empunya hajatan – acara memang enggak ngundang ya mbah gak bakalan datang! Trus apakah mbah marah ? ya jelas enggak lah, lagian kerajinan amat cuma gara gara gak diundang test ride lalu kita marah marah dan bikin artikel tendensius … malu maluin lah!

12
Okt
11

Supra X 125 “Helm In” … Antara Beruang & Helm In Banget !!!

Honda benar benar memaksimalkan bagasi, sebagai nilai jual … simple, cheap tapi smart !

jika dipikir pikir, fitur Helm In ini sebenarnya sangat sederhana, yaitu sebuah bebek namun memiliki bagasi luar biasa gede sehingga bisa dimuati helm Full Face (kecuali Xlite 802) :mrgreen: namun sebenarnya bukan itu intinya. Honda Supra X Helm in ini pada dasarnya menitik beratkan pada faktor ergonomis. Ambil contoh, bagi mahasiswa, pelajar smu tingkat akhir atau siswa smp super veteran :mrgreen:  hingga karyawan kantor. Mereka tidak perlu susah payah menggendong ransel di punggung yang selain berat juga dapat mengurangi pergerakan. Tetapi mereka bisa meletakanya di bawah jok, sehingga biker pun “lebih leluasa” bergerak diatas motor

Honda memperhatkan betul hingga detail yang sederhana … 

jika anda memiliki mata jeli, perhatikan tonjolan busa dibawah jok “helm in” ini. Mungkin banyak yang nggak “ngeh” tapi sebenarnya 2 tonjolan busa ini berfungsi memegang helm agar tidak goyang saat di simpan dibawah motor. Imbasnya helem tidak mudah lecet. Fitur dengan biaya produksi nyaris “0″ rupiah, namun efeknya cukup baik, khususnya biker yang sayang dengan helmnya. …

Antara Beruang  dan bebek … Xixixi

dalam test ride kali ini di setiap honda Supra X 125 Helm in ini disediaka seekor beruang aka boneka beruang lucu yang mengingatkan kita terhadap seorang Fan Boy Justin Beiber :mrgreen: ukuran beruang yang besar dan sebuah motor bebek :cool: sebuah coincidence kah ? yah gak tau deh :mrgreen: tapi memang semua tertawa ketika melihat beruang imut ini :D

10
Okt
11

Test Ride Honda Supra “X” Helm In

Honda Supra X 125 Helm in … disediakan 3 unit !

minggu pagi tanggal 9 oktober 2011 di Cafe Rollingstone di bilangan Ampera jakarta selatan mbah diundang oleh AHM buat melakukan test ride Honda Supra X 125 helm in. Nah ini dia, sebenarnya yang menjadi titik berat penasaran mbah sendiri bukan pada performa motornya, terlebih soal speedometer motor yang waktu test honda blade 2 terdahulu mati … :lol: tapi terhadap fitur Helm in pada supra X terbaru ini, plus kenyamanan berkendaranya :cool:

Handling (5) & Performa (7) :

Terus terang dibanding Honda blade, jelas Supra X125 Helm in ini kalah jauh. Motor agak “ngebuang” kalo dimiringin secara mendadak ini dipastikan karena faktor center of gravity motor yang dipusatkan ditengah. Sementara sebaliknya performa motor bermesin 125cc ini lumayan baik. pasalnya kecepatan 90 km/h di spidometer bisa diperoleh dengan tidak terlalu sulit. dan motor pun melaju baik dijalan lurus.

Supra X yang udah dibelah … oh ternyata gede juga ya bagasinya !

jika di perhatikan mengenai darimana Honda bisa memperoleh ukuran sebesar itu untuk bagasinya, terlihat jelas pada desain frame motor yang jelas dirubah alias berbeda dibandingkan Supra X 125 biasa. Yaitu bagian jok dibuat melebar, jadi saat berjalan terlihat seperti skuitik ketibang bebek!

Kenyamanan (9) :

ini yang membedakan dari Blade. Posisi jok yang lebar serta suspensi yang empuk membuat Supra X Helm in ini tidak kalah dibadingkan Skutik, termasuk spacy. Jok lebar mempu menopang biker hingga kebagian paha. Duduk berlama lama diatas honda SupraX helm in ini tidak terasa membuat pegal. Desain ergonomis jok yang melebar dan landai memberikan kontribusi ekstra! Yey!

 

 

 

Pengendalian lebih nyaman tapi disaat yang sama kalah lincah dibandingkan New Blade

Rute test ride kali ini dilakukan melalui rute “yang luarbiasa” menyiksa motor. Yaitu rute warung buncit sampe duren tiga, putar balik ke arah pejaten timur menuju unas … kemudian putar balik menuju ampera melalui rute pasar minggu via SMU 28. kombinasi macet, jalanan naik turun dan berliku, sesuailah dengan kondisi jakarta!  Berikut rincianya :

Kesimpulan : Bebek yang mirip skutik … Nyaman, ergonomis tapi kurang lincah

apa kesimpulan yang didapat dari SupraX Helm in ini ? Desain frame dan faktor ergonomis serupa dengan skutik, honda spacy. Nyaman dan tidak pegal. Barang bawaan, tidak serta merta helm pun muat banyak. Tapi untuk urusan kelincahanya, entah karena terpengaruh dengan New Blade, motor terasa inferior. Tapi toh motor ini memang bukan “performance bike” yo wiss okelah buat pake kerja atau kuliah … bawaanya muat buanyak!

 

28
Sep
11

Test Ride KSR … Semua Sepakat …Manteb dan Maneuverable !!!

nico julian : Tinggi 162cm … berat 50 kg … keliatanya pas :mrgreen:

kebetulan ada KSR 110 nganggur di showroom … jajal!

Kawasaki KSR 110 memang sudah resmi hadir di indonesia lewat KMI. Nah kebetulan ada motor KSR ini nganggur di showroom scbd. sepertinya untuk keperluan liputan atau iklan :D … tunggu dulu! Saya pinjam dulu! Sini ! :evil: maka jadilah test ride motor termini milik KMI ini jadi ajang uji coba :D

Riding position … pas banget kalo tinggi badan anda dibawah 160 cm !

nah apa yang dirasakan saat duduk diatas KSR 110 ini ? persis seperti diatas Hypermotard. Cuma dikecilin 2x lipat :mrgreen: tidak seperti honda monkey yang kecil banget. KSR 110 ini memiliki stang seperti “ape hanger  bar” jadi nggak terlalu kaku. pandangan kedepan pun lega dan leluasa bergerak. Sayang kaki harus ditekuk!

v

110cc SOHC 8.4 hp dan 4 speed ! bisa ngacir sampe 90 km/h 

oke jika penasaran dengan performa kawasaki KSR. Ini detailnya, mesin 110cc SOHC. Tenaga maksimum sekitar 8.4 hp. transmisi ala bebek. dengan posisi N-1-2-3-4 ke belakang :? unik memang. Tapi di tangan mbah yang memiliki bobot JAUUUHH lebih ringan :cool: dibanding KSR 110 ini (85kg) di terowongan motor bisa dibejek hingga 90 km/h yah minial 78-80 km/h jika speedo meter gak akurat. Sedangkan sama nico yang jauh lebih ringan dari mbah motor bisa di geber sampe 105 km/jam (speedo)

Motor ini sangat maneuverable … berkat sasis rigid dan suspensi monoshock !

fitur khas motor ini adalah suspensi upside down khas supermotto. Motor ini juga dilengkapi monoshock belakang. Hebatnya motor ini bisa dipakai meliuk liuk tikungan cepat SCBD dengan baik. bahkan beberapa tikungan dilibas pada kecepatan 65-70 km jam dan motor tidak terasa under steer atau oversteer. padahal patut diingat center of gravity motor ini amat terpengaruh oleh pengedara :D

kehadiran KSR 110 ini menarik perhatian beberapa kastamer Ducati Jakarta. Salah satunya bro Reza yang sibuk wara wiri naik KSR keliling SCBD sembari menunggu Monster 1100nya  remapping di bengkel … komentarnya ? Seruu :D

24
Agu
11

“Wafatnya” Speedo Meter New Blade … Tanggapan Mbah Dukun ?

Test Ride motor ini … speedo meter adalah faktor sekunder 

 Setiap jenis motor memiliki kriteria saat di test ride

menganggapi gonjang ganjing “matinya” speedometer dalam test ride Honda new Blade, menurut mbah wajar para test rider yang juga blogger “teriak” begitu mengetahui seluruh motor yang digunakan test ride itu speedometernya tidak berfungsi. Meski beberapa test rider menggunakan GPS untuk mengetahui kecepatan motor, sehingga efek dari “kematian” speedometer bisa di tiadakan, namun tetap saja menjadi pertanyaan dikalangan publik.

mbah sendiri sudah puluhan kali melakukan test ride motor baru, dari mulai skutik, bebek sampe Superbike spec balap hingga Desmosedici RR. Sebagai test rider jelas kita harus menentukan “kriteria atau variable” utama motor yang kita coba. Dalam menguji GSXR 600R jelas beda dibanding saat menguji Honda Spacy. Karena kriteria / variable yang ditonjolkan jauh berbeda pada setiap jenis motor.

test ride motor ginian – performa dan topspeed faktor primer, ergonomis faktor ke sekian sekian sekian

Kematian Speedometer pada New Blade tidak signifikan, tetapi Harus jadi pelajaran buat AHM

lho, kok nggak signifikan ? lah iyalah ! Karena saat menguji motor bebek khususnya segmen mid and low down maka “Top Speed” bukanlah hal yang utama. Bahkan merupakan variable kesekian. Beda dengan motor bertipe Sport atau Cruiser. Disini yang menjadi “kriteria” signifikan adalah faktor pengendalian – manuverability dan ergonomis termasuk kenyamanan berkendara. Apakah kasus speedo meter ini bisa dimaafkan ? Jika terjadi pada test ride CBR250R … ya mati aja lu :mrgreen: tapi berhubung pada Bebek, mbah masih bisa memaafkan. Yang jelas ini pelajaran berharga buat AHM. Jangan karena faktor spele image motor yang rusak.

Berbagai spekulasi bermunculan pasca test ride honda blade. Tapi buat mbah, berapapun top speed honda Blade, bukanlah variable yang signifikan. Karena dalam mengetest bebek, top speed merupakan faktor sekunder. Yang jelas ini pengalaman berharga baik buat test rider maupun penyelenggara.




Jarak Tempuh

  • 11,440,237 Km

Arsip

INDOBIKERS, Indonesian Bikers Community


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 317 pengikut lainnya.