
sama sama motor, tapi kalo di kreditin … yang “merah” bunganya jauh lebih rendah …
Total DP sangat rendah … manis di depan bisa jadi pahit di belakang !
jika memperhatikan bagaimana konsumen bisa memperoleh kredit motor, saat ini caranya amat sangat mudah. Total DP (down payment) sepeda motor, boleh dibilang sangat rendah. Ambil contoh Suzuki Satria FU. Yup, memang Fu bukanlah motor entry level, terlebih menurut mbah kwalitas vs harga bisa dibilang sangat baik. Dengan kisaran harga 18.565.000 otr-Jakarta motor ini bisa diperoleh dengan dp hanya rp 2.500.000 alias kurang dari 20%. Memang manis, artinya untuk memiliki FU tidak membutuhkan uang banyak …
sekarang perhatikan skema kredit Suzuki Satria FU tersebut. Dengan uang muka sebesar 2.500.000 dan dengan asumsi melakukan kredit selama 20 bulan. maka anda akan dibebankan sebesar 1.098.000 perbulan. Artinya dalam kurun waktu 20 bulan kedepan anda harus memiliki uang minimal Rp 21.960.000 plus Dp 2.500.ooo. = 24.460.000

sumber : klik
memang biaya 1.098.000 per bulan bukan berarti berat, tapi tidak juga ringan. Tetapi secara psikologis mereka yang memilih membeli motor dengan dp minimum, maaf kebanyakan mereka melakukan dengan terburu buru. Alias tidak mempersiapkan dengan baik. Pasalnya mereka yang secara ekonomis siap untuk melakukan kredit, mereka tidak akan memilih membayar Dp Minimum melainkan dp Maksimum. Umumnya 30%. Ambil contoh berikut : Dp Maksimum Rp 5.250.000 dengan waktu kredit yang sama (20 bulan) maka ia akan dikenakan biaya kredit Rp 910.000 per bulan dengan total angsuran sebesar 18.600.000. Ditambahkan uang muka maka ia hanya perlu membayar Rp 23.870.000 alias berselisih 590.000 rupiah !

dp minimum 30% akan sangan menguntungkan konsumen … khususnya H-D dan Ducati …
Down Payment 30% memastikan kondisi finansial dan meringankan beban konsumen
penerapan Dp minimum 30% sampai detik ini baru berlaku di Segmen Moge. Khususnya pada Ducati dan Harley Davidson. Lebih ekstrim lagi, kedua ATPM motor besar paling mapan di indonesia ini menerapkan flat rate untuk Down Payment. Ducati menerapkan Dp minimum Rp 100 jeti untuk varian entry level dan Rp 150 jeti untuk varian Mid and above. Aturan serupa juga berlaku pada Harley Davidson. Gilanya lembaga perkreditan dalam hal ini Bank pemerintah no 1 di indoneisa yang menjadi kreditor pun mematok bunga kredit dibawah 8% untuk motor Ducati-HD tersebut.
pertanyaanya mengapa demikian ? skema Dp minimum 30% atau Flat tersebut berlaku karena dianggap sebagai “semacam financial background checking” bagi calon konsumen motor mewah tersebut. Apakah mereka secara finansial mampu atau tidak. Disamping itu untuk menjamin bahwa konsumen tidak akan merasa dirugikan oleh lembaga perkreditan dengan bunga yang terlalu besar. itupun konsumen lebih sering memilih membayar “cash” ketibang kredit … gak mau rugi bayar bunga soalnya
Jika hal tersebut bisa di terapkan oleh Ducati – Harley Davidson yang nota bene memiliki konsumen dengan latar belakang ekonomi mapan dan “dewasa” mengapa hal serupa tidak diterapkan oleh ATPM yang lebih sering berurusan dengan konsumen yang masih relatif “muda” dan belum “dewasa” secara finansial. Toh tidak ada ruginya kan mendidik konsumen dalam bidan ekonomi ?
*mohon maap kalo ada kesalahan hitung hitungan, soalnya bloggernya enggak ngambil kelas matematika selama di esma*
KOMENTAR