Motor Besar

   
Honda CBR600RR 3rd Gen

Inilah generasi ke tiga Honda CBR600RR. Diawali dengan desain paruh burung yang di produksi hingga tahun 2006. Kemudian dilanjutkan dengan desain “open engine” dengan “V” air intake (2007-2008) dan “close engine (2009-2012) honda CBR600RR mengalami penyempurnaan dan major facelift di tahun 2013

Seperti motor ini dengan headlamp yang berposisi di “bawah”  dan seatcowl lebih besar.

 Masih serupa dengan model 2012

Meski terdapat major change di bagian headlamp dan seatcowl namun untuk urusan dashboard dan jeroan Honda CBR600RR 2013 sebenarnya tidak jauh berbeda dengan versi 2012 dan sebelumnya.

Teknologi mesin masih sama, 599cc Inline 4 DOHC – PGMFI dan dilengkapi electronic steering damper. Suspensi belakang menggunakan Showa Monoshoc dan suspensi depan menggunakan Showa BPF fully adjustable

   
Ergonomis lebih baik

Perubahan pada desain seatcowl membuat riding position lebih ergonomis, khsusnya saat dibawa saat kecepatan rendah. Sementara panas mesin pun teredam dengan optimal karena fairing motor lebih terutup dan buangan panas menjadi ke samping.

Posisi kenlapon masih undertail dengan tambahan penaham panas yang lebih baik hilang sudah gejala panas bagi boncenger!

 supersport buat harian

Keunggulan yang paling baik yang di miliki Honda CBR600RR dibanding rivalnya adalah motor ini bisa mengakomodir kebutuhan Trackday, Ergonomis dan Daily sama baiknya. Tidak terlalu fokus pada satu fungsi … Makanya CBR600RR merupakan salah satu supersport terbaik di dunia

Video : CBR600RR repsol : https://instagram.com/p/5KkIvbhgwP/

   
Honda CBR1000RR adalah motor “tertua” di Suzuka 8 Hour

Memang Honda gagal menjadi juara pertama di Suzuka 8 Hour 2015 kemarin. Mereka harus puas menjadi Runner Up. Tapi harus diingat hal tersebut terjadi karena tim utama mereka , Musashi Honda gagal Finish setelah Stoner Mengalami kecelakaan Hebat. Tapi tahukah anda bahwa Honda CBR1000RR merupakan peserta “Tertua” di ajang Balap ketahanan paling bergengsi di dunia tersebut? Coba kita bandingkan dengan motor lainnya

  • Yamaha YZF-R1M (2014)
  • Suzuki GSXR1000 (2010)
  • Kawasaki ZX10R (2011)
  • Ducati 1199 Panigale (2011)
  • BMW Motorrad (2014)
  • Honda CBR1000RR (2008)

membuat produk Awet dan Tak lekang zaman … honda memang jago!

Sebuah Fakta yang tidak bisa dipungkiri adalah kemampuan Honda memproduksi Motor yang awet, Tidak lekang dimakan zaman baik secara desain, performa dan teknologi memang salah satu keunggulan Honda dibanding kompetitornya. Selain CBR1000RR, honda CBR600RR pun tidak kalah awetnya. Beralih ke motor masal, Lihat bagaimana Honda Tiger mampu bertahan hampir 20 tahun, Astrea series yang bertahan hingga kini …

Artinya memang sudah dalam garis desain honda bahwa mereka memang membuat motor tidak sekedar untuk jangka pendek, namun untuk dipakai waktu lama tanpa perlu penggunanya kehilangan fungsi dan performa motor tersebut

 

   
Triumph memulai … Mestinya Honda mengikutinya

Trend motor retro classic sudah dimulai sejak tahun 2012. Triumph menjadi ujung tombak penjualan motor ini. Lewat Troupe Brute Rides Industries motor ini menjadi populer. Kemudian trend ini diikuti oleh Kawasaki dengan armada Estrela. Terakhir royal einfield

Artinya mengkuti trend seperti ini bukanlah hal yang taboo. Bahkan brans yang relatif baru seperti Royal Einfied dan Line up estrella aja bisa laris manis kok!

 Honda harus jeli

Kondisi ini membuat mbah penasaran, mestinya Honda AHM melakukan hal yang serupa. Terlebih nama CB Series adalah pemain lama, semua biker sudah tahu apa itu Honda CB. Belum lagi pilihanya banyak. Mulai dari medium capacity, middle weight hingga 1100cc !

Yah ini sekedar opini, mudah mudahan aja di dengar oleh AHM , kalo enggak peminat terpaksa impor sendiri :)

IMG_6300.JPG

Komentar Menarik dari Bocah_koplak

Perdebatan antara keunggulan fungsional dengan kekuatan brand memang seakan tidak ada hentina, seperti juga membahas keunggulan Rossi vs Stoner. Akan menjadi topik seru dan akan menjadi bahasan menarik. Tetapi ada satu komentar yang menurut mbah patut disimak, berikut kutipannya

Kalau lebih mementingkan fungsi dan performa jawaban ini bisa tepat, meskipun yg punya/pengen H2 mungkin nyalinya ga sampai utk mentokin putaran selongsong gas, akhirnya cuma adu hebat dengan kertas/brosur. Biasanya dan kebanyakan seperti itu …

 Sudah dari sononya manusia itu ber-insting kompetisi, saat nyali tidak bisa/ingin dikompetisikan lagi akhirnya lari kemana? Ke prestise/class.

Tidak perlu diperdebatkan/stress mikir kenapa pondok indah itu disebut elite, kenapa orang lebih milih nyetir sendiri ferrari/lambo/porche dibanding santai disopiri di mercy dengan harga yg lebih murah, kenapa motor italy lebih dikagumi dari yg lain. Coba lah liat sekitar kita denger raungan moge pada nengok begitu yg lewat moge jepang pada bergumam … oh honda, yamaha, suzuki, kawasaki dll, begitu yg lewat italian pada komen … wuih ducati, mv, aprilia dst.

This is the battle of prestige and class, you may disagree with that, but people around you have admitted that several things are in better class and/or prestige than others.

IMG_6327.JPG

Realita kehidupan dan kenyataan pasar …

tetapi terlepas dari logika yang ada, kenyataan inilah yang harus dihadapi konsumen, pebisnis dan umat manusia. sudah merupakan basic instinct manusia untuk selalu menjadi yang paling dominan. mulai dari fisik, penampilan, otak dan sekarang adalah status sosial. Dalam dunia motor mereka membandingkan kapasitas mesin, lalu bergeser ke performa motor, tidak puas mereka bergeser ke prestasi balap, masih kurang juga mereka beralih ke sisi historis, sampai pada titik instink paling alamiah yaitu dari sisi ekslusifitas dimana mereka tabu untuk di samakan dengan orang lain.

sebagai pedagang, suka tidak suka, setuju tidak setuju inilah keadaan, disinilah roda ekonomi berputar. and gak perlu membahas kaum jetset dengan ferarri, lambo, Aston martin, Ducati, Mv Agusta sampai Bimota … monggo berkaca kenapa penjualan motor meningkat menjelang lebaran? apakah karena ingin pamer ? butuh motor ? bukan itu ! tetapi karena kebutuhan dasar manusia untuk tampil menjadi yang dominan. Hanya “skalanya” saja yang berbeda!

   
 
Mv agusta F3 800 special

Salah satu hasil modifikasi dari Mv Agusta Madrid. F3 800 ini dirubah warnanya menjadi titanium, sehingga memberikan penampilan yang berbeda. Tetapi yang lebih menarik adalah warna fork depan lebih mencolok, hal ini dari penggantian fork marzochi menjadi Ohlins ! 

Modifikasi gak berhenti sampai disitu karena velg pun diganti dengan bilah serupa versi “oro” dengan bahan alumunium!

  

Lebih mudah dengan F3 675

Namun sebenarnya modifikasi ini akan jauh lebih mudah jika menggunakan basis F3 675 model 2015 yang sudah berwarna abu abu … Alias “grey” … Praktis modifikasi ini hanya membutuhkan perubahan pada warna velg , fork depan dan piringan rem cakram ! Itu saja!

Tapi apapun itu modifikasi ini sangat menarik untuk dicoba, karena kesan elegan tetap didapat meski tampilan motor menjadi lebih agresif!