Arsip untuk Kategori 'Moto GP & World Superbikes'

22
Feb
12

MotoGP : Batal Pensiun, West Gabung Supersonic BMW di BSB

Gagal di MotoGP-CRT BSB jadi pilihan

Anthony West akhirnya membatalkan niatnya untuk pensiun. Pembalap yang sebelumnya akan comeback ke MotoGP namun gagal akibat tim yang dibelanya mengalami kesulitan finasial akhirnya memilih bergabung di BSB. Yup kejurnas paling populer di dunia ini akhirnya menjadi pilihan bagi Anthony West

meski “labelnya” kejurnas, tetapi kelas Superbike BSB menawarkan penghasilan lebih bagi pembalap veteran ini. Maklum di BSB uang lebih dikucurkan bagi menyewa pembalap, ketibang di MotoGP-CRT dimana pembalaplah yang harus “membayar” dengan mendatangkan sponsor. Hal ini persis seperti di Indoprix (bebek) vs Indospeed (sport) rata rata pembalap Indoprix mendapatkan bayaran lebih besar ketibang Indospeed. Alasanya sama, uang lebih moncer di kelas ini .

22
Feb
12

WSBK – Panigale 1199S versi Superstok

Tim Superstock Ducati berada dibawah asuhan Effenbert Liberty

setelah memastikan juara dunia Superbike Stock 1000 Davide Gugliano naik ke kelas WSBK mendampingi Checa, kini perwakilan ducati di kelas superstock berada di tangan tim Effenbert – Liberty yang juga berlaga di kelas WSBK bersama Sylvain Guintoly & Maxime Berger. Sementara Althea hanya berkonsentrasi di kelas WSBK saja.

Motor Standar dengan aksesoris produk masal – teringgal 6 detik dari lap time Checa


Ditangan Frederico Sandi, Panigale 1199S yang hanya boleh menggunakan aksesoris Ducati Performance (aksesoris tersebut dijual masal & bisa dibeli lewat Ducati bandung :cool: mampu melakukan lap di phillip island dengan kisaran 1.37.8 detik. Alias tertinggal 6 detik pas dibelakang 1198R Carlos Checa. Hasil ini dianggap positif mengingat ini kali pertama Panigalle 1199s diturunkan di sesi ujicoba Superbike

pada dasarnya kelas superstock sendiri merupakan balapan motor dalam basis paling sederhana. Motor harus sama persis dengan varian yang dijual di pasaran (Panigale 1199S) sementara perubahan performance parts sendiri juga demikian. Dibatasi dengan hanya merubah knalpot dari stock menjadi Termignoni (yang juga dijual dijakarta sekitar 35-40 jeti per unit) sementara urusan ban, tidak boleh menggunakan slick, tetapi cukup Diablo Supercorsa III yang dijuar di indonesia sekitar 4.7 juta per setnya !

21
Feb
12

MotoGP : Dani Pedrosa … The Next Gibernau & Alex Barros ?

Dani Pedrosa memiliki potensi besar menjadi juara dunia MotoGP

melihat CV yang dimiliki Dani Pedrosa siapapun akan sangat yakin dengan pembalap muda spanyol ini . Bermodal dua kali juara Dunia GP250 Pedrosa langsung direkrut repsol honda. Sebagai rookie prestasinya pun jempolan, ia langsung meraih 2 kemenangan dan duduk di pringkat 3 klasemen akhir. Dimusim berikutnya dengan 2 kemenangan ia menjadi runner up dibelakang Casey Stoner

tidak pernah keluar posisi 4 besar sepanjang karir di motogp merupakan raport yang luar biasa. Ia dimasukan sebagai kelompok alien. Akibatnya bagi pedrosa runner up tidak pernah cukup baik. Pedrosa di paksa harus menjadi nomor satu dan tentunya bebanya akan semakin berat

Hadir di saat yang salah … Ada Rossi, Stoner, Lorenzo, Dovizioso … Marquez ?

sebenernya Pedrosa punya segudang peluang menjadi juara dunia. Di awal karir musim 2006 Daped meraih dua kemenangan, namun hayden tampil ultra konsisten dan menjadi juara dunia. Di tahun kedua Stoner kesetanan diatas Ducati dan pedrosa kudu puas jadi runner up. Dimusim 2008 giliran Rossi yang balas dendam terhadap stoner. 2009, saat stoner absen karena sakit, kehadiran sophomore Lorenzo  mengacaukan rencana pedrosa. 2010 duel sengit dengan Lorenzo ditengah inkonsistensi stoner dan cederanya rossi , daped malah cidera. 2011 ? Kita semua tau apa yang terjadi dengan Daped …

jika kondisinya terus bertahan seperti ini Daped terancam menjadi the next Alexandre Barros dan Sete Gibernau. Pembalap potensial yang nyaris sempurna namun sampai akhir karirnya gagal menjadi juara dunia. Apakah ini menjadi nasib daped ? Ingat Marc Marquez bisa jadi ancaman tambahan buat Daped dimasa depan !

17
Feb
12

MotoGP vs WSBK … Biaya Beda Jauh lap time beda tipis

Dalam Kondisi Yang Sama Selisih Lap Time bisa cuma 0,5 Detik
Melihat hasil statistik yang diperoleh saat babak QTT antara MotoGP dan WSBK pada sirkuit dan kondisi cuaca yang sama diperoleh hasil yang cukup mengejutkan. Dari 5 sirkuit, tercatat pada Phillip Island dan Assen selisih waktu pole antara MotoGP vs WSBK hanya terpaut 0.9 dan 0.5 second. Situasi ini membuktikan dengan perbedaan waktu tersebut artinya peraih pole kelas WSBK bisa start setidaknya di Row kedua pada kelas motogp. Sementara di sirkuit lainya, Silverstone dan Brno selisih lap time adalah 2.2 & 1.9 detik. Artinya motor WSBK masih bisa lolos babak QTT. Sementara di Aragon terjadi jurang gap cukup besar yaitu sekitar 8.8 detik.
  • Phillip Island : Casey Stoner : 1.29.9 (RC212V) vs Checa : 1.30.8 ( SBK 1198) – Gap 0.9 Sec
  • Silverstone : Casey Stoner : 2.02.2 (RC212V) vs John Hopkins : 2.04.4 (GSX1000R) – Gap 2.2 Sec
  • Brno : Dani Pedrosa : 1.56.6 (RC212V) vs Max Biaggi : 1.58.5 (RSV-4) – Gap 1.9 Sec
  • Aragon : Casey Stoner : 1.48.4 (RC212V) vs Marco Melandri : 1.57.6 (YZF R1) Gap 8.8 Sec
  • Assen : Marco Simoncelli : 1.34.7 vs Carlos Checa : 1.35.2 ( SBK 1198)  - Gap 0.5 Sec
Peringatan bagi Tim CRT dan MotoGP Itu sendiri 

ditengah krisis ekonomi di benua Eropa, money does matter. Dan apa yang terjadi di sirkuit juga demikian. Kita melihat relevansi keduanya, mengingat selisih waktu yang amat tidak signifikan (Kecuali Aragon) dimana motor produksi masal yang hanya membutuhkan sekitar 15-25 milliar semusim hanya terpaut 0.5 hingga 2 secon dibandingkan MotoGP yang membutuhkan budget setidaknya 100-150 milliar per musimnya. Hal ini diperunyam dengan lap time tim CRT yang sudah jelas berada 2-3 detik dibelakang motor WSBK dan minimal 4 detik dibelakang MotoGP. Itupun biayanya masih berkisar di angka 30-45 milliar semusimnya.
kendati tipe sirkuit amat berpengaruh (WSBK memiliki Top Speed sama dengan MotoGP) tetapi ini menjadi tantangan cukup besar bagi tim CRT dimana biaya yang mereka habiskan tetap saja terlalu besar bila dibandingkan tim WSBK. Artinya tidak ada cara lain bagi kontestan MotoGP. Entah mereka meningkatkan lap time ataupun memangkas budget!
16
Feb
12

WSBK : Apes ! Hopper patah tangan

\

Kurang dari dua minggu sebelum seri perdana WSBK 2012

nasib apes dialami ujung tombak tim Crescent suzuki, John Hopkins yang digadang sebagai calon kuat kampiun dunia 2012 justru mengalami kecelakaan di phillip island. Akibatnya john Hopkins mengalami patah tangan dan dipastikan akan absen di dua seri perdana WSBK. Efeknya dibanding motogp jelas lebih runyam. Maklum didalam setiap seri WSBK mengadakan 2 sesi balapan dengan perolehan poin yang sama dengan motogp.

terlalu dini jika menyimpulkan bahwa peluang Hopkins sirna, tetapi saat ini harus dipastikan kapan doi bisa kembali ke track. Yang jelas tahun ini sebenarnya Hopkins memiliki potensi besar menembus 3 besar klasemen WSBK 2012

16
Feb
12

MotoGP : Regenerasi pembalap jepang : Hancur Hancuran !!!

di akhir 90 dan awal 2000 an,   di MotoGP  & WSBK pembalap Jepang konsisten papan atas !

masih ingat ketika Tadayuki Okada menjadi juara satu di sentul tahun 1997 ? tidak hanya itu, masih ada Nobuatsu Aoki yang duduk di peringkat 3 klasemen akhir padahal hanya berlaga diatas tim satelit ELF Honda ? belum lagi Norifumi Abe (alm) dengan yamaha yang ga pernah keluar dari posisi top 10!  Di Gp250 masih ada Tetsuya Harada sementara duel sengit di kelas 125cc tak lain menjadi milik pembalap jepang, Haruchika Aoki vs Masaki Tokudome

Di WSBK pun tidak kalah, kendati belum pernah jadi juara dunia, Noriyuki Haga, Akira Yanagawa dan Kagayama merupakan sosok yang membuat Carl Fogarty dan  Troy Bayliss sekalipun sport jantung. Bisa dibilang akhir 90an, dan awal 2000an merupakan masa keemasan pembalap jepang!

Tohru Ukawa dan Tamada  … awalnya estafet berjalan sempurna hingga tragedi Katoh

Setelah era Okada dan Aoki bersaudara berakhir, Timbul generasi lanjutan. Mereka adalah Tohru Ukawa, Tamada dan Katoh. Dan pembalap jepang yang  menjadi momok di MotoGP karena hadir sebagai juara dunia adalah Daijiro Katoh. Semua ingat aksi heroiknya diatas Castrol onda di Suzuka saat ia menjadi rookie diatas motor 250cc dan sebagai wildcard ia mampu mempermalukan Max Biaggi dan Ralf waldman. Ia melakukanya dua kali berturut turut. Naik ke moto GP ia langsung duduk di peringkat ke 7 sebagai rookie of the year. Peringkat tiga ? Dia adalah Tohru Ukawa.

setelah tragedi Katoh, secara misterius prestasi ukawa pun redup, bahkan ditahun 2004 ia meninggalkan motogp. Sementara Tamada tetap bertahan sebagai pembalap medioker …

Era “Safety & Mister Konsisten” hingga benar benar kacau

harapan jepang kembali timbul dengan kehadiran Shinya Nakano (Runner up 250) dan Hiroshi Aoyama. Namun mereka kurang bisa menarik antusiasme penonoton. Meski prestasi mereka stabil, tetapi gaya membalap mereka yang cenderung terlalu berhati hati membuat prestasi mereka kurang dilirik. Padahal Aoyama adalah juara dunia 250 dengan mengalahkan Simoncelli (Alm).

Harapan sempat timbul ditangan Tomizawa. Gaya membalap edan dan presisi membuat semangat jepang timbul kembali. Sayang ia terlalu cepat dipanggil. Kini satu satunya pembalap jepang yang berlaga di kelas utama kejuaraan dunia adalah Hiroshi Aoyama dan Yuki Takahashi (Moto2) sementara pembalap sekaliber Haga justru terbuang ke BSB.


15
Feb
12

MotoGo : Stefan Bradl … 100% Rookie of the Year 2012 ?

Jika musim 2011 ditentukan hingga seri terakhir … 2012 sudah ditentukan sebelum dimulai ?

sebagai pembalap rookie, gelar Rookie of the year merupakan gelar yang cukup menarik untuk diperebutkan. Tetapi  sempertinya berbeda dengan duel antara Crutchlow vs Abraham dimana keduanya diharuskan bertarung hingga seri terakhir di valencia, Steffan bradl sepertinya akan memperoleh gelar tersebut jauh lebih mudah.

pasalnya selain mengendarai Honda RC213V, pembalap rookie lainya, seperti Ivan Silva, Jordi Torres ataupun Robertino Pietri masih kesulitan mengendarai motor CRT. Bahkan ditangan Edwards sekalipun motor CRT masih terlalu lambat. Nah!  Sepertinya wajar jika bursa calon Rookie of the year sudah ditangan Bradl sejak awal.

14
Feb
12

Wow Dashboard MMI Panigale nangkring di Desmosedici GP12

\

Teknologi WSBK ke MotoGP ? Why Not !

melihat detail pada Ducati Desmosedici GP12 yang digunakan Rossi di Sepang test minggu lalu, mbah teringat dengan Ducati 1199 Panigale. Maklum panigale sendiri di luncurkan beberapa bulan sebelum Desmosedici GP12 resmi dirilis ke publik. Dan apa yang terjadi disini membuktikan bahwa belum tentu teknologi hanya dikembangkan dari MotoGP ke motor jalanan. Yang terjadi justru sebaliknya, teknologi motor jalanan di pakai di motogp.

melihat dari kasus ini membuktikan adanya fleksibilitas penerapan teknologi antara MotoGP dengan motor produksi masal. Selama membawa kebaikan dan hasil positif hal tersebut sah sah saja. Karena mengingat apa yang dikatan Alesandro Cicognani sebagai racing director ducati corse, untuk mendapatkan hasil positif, semua hal bisa saja dilakukan.

Fungsnya sama, tetapi Dashboard Panigale lebih lengkap ! 

iyalah, pasalnya dashboard pada Desmosedici GP12 di rancang hanya sekedar memberikan info mengenai RPM dan Lap time. Itupun belum tentu diperhatikan oleh Rossi. Pasalnya semua informasi lebih dititikberatkan pada hasil telemeteri yang bisa dilihat di komputer tim yang berada di paddock. Sementara pada panigale, yang dirancang sebagai motor masal, sudah pasti membutuhkan berbagai macam informasi semisal bensin, suhu, jam, hingga level traction control.

13
Feb
12

MotoGP : Komparasi Rossi vs Stoner … Faktor “Generasi-Zaman” Sangat Krusial !!!

6 Musim Pertama – Rossi Unggul Jauh dibandingkan Stoner ini tak lepas dari faktor Generasi !!!!

meski gonjang ganjing antara Fan Boy Rossi dan Stoner makin memanas, tetapi patut dilihat dari sisi objektif. Salah satunya dengan yang dilakukan oleh VisorDown.com. Berbeda dengan komparasi yang dikeluarkan oleh Repsol Honda, Visordown melakukan komparasi pada 6 tahun pertama Rossi di motoGP (2000-2005) dan Stoner (2006-2011) Disini kita membandingkan sesuatu yang berbeda.

Rossi vs Biaggi & Gibernau … Lawan Rossi adalah pembalap era 90an 

meski demikian statistik ini masih sulit menyebutkan Mana yang lebih baik. Patut diingat, saat Rossi masuk ke MotoGP (GP-500) rossi hadir disaat akhir hegemoni Doohan, kemudian menyisakan pembalap veteran yang sebenarnya lebih condong disebut pembalap era 90an, Semisal Carlos Checa, Alex Barros, Max Biaggi, Gibernau. Sementara Rossi bisa dibilang sebagai satu satunya perwakilan pembalap generasi baru yang menonjol. Keberadaan Bayliss, Edwards dari SBK sendiri berbeda dibandingkan era Ben Spies atau crutchlow dimana motor WSBK saat ini nyaris “serupa” dengan motogp. Di era awal 2000an, lap time motor WSBK relatif terpaut hingga 4-6 detik, bandingkan sekarang hanya terpaut 1-2 detik saja !

tidak mengherankan jika rossi relatif lebih mudah untuk melakukan dominasi, dimana saat itu disamping faktor umur yang masih muda (Rossi 32 dan itu masih termasuk muda) seluruh pembalap diuntungkan dengan perpindahan 2stroke menjadi 4stroke, praktis baik itu Biaggi ataupun Capirossi sekalipun harus menyesuaikan ulang, akibatnya keunggulan pengalaman mereka relatif tidak lagi signifikan. Sementara Rossi diuntungkan dengan perubahan regulasi. Ibaratnya, Rossi memulai era 4tak berbarengan dengan pembalap senior lainya !

Stoner vs Rossi , Pedrosa & Lorenzo … Pertarungan sangat ketat

berbeda dengan Rossi, kehadiran Stoner di motoGP dibarengi dengan datangnya pembalap bertalenta dan berusia sama mudanya dengan stoner. Otomatis keunggulan usia yang didapat rossi, tidak didapat oleh stoner. Disamping itu Rossi sendiri ditahun 2006-7 pun berusia 28 tahun yah relatif masih muda, bahkan bisa dibilang pada usia emas. Bagi stoner meraih kemenangan di era 800 jauh lebih sulit dibandingkan saat rossi bertarung di era 990.

Jika faktor Generasi dianggap tidak signifikan , monggo tambahkan Giacomo Agostini aja !

kemenangan mutlak Rossi di awal 2000an tidak lepas dari lawan yang dihadapi, sementara stoner yang hanya mampu meraih kemenangan kurang dari 35% di sinyalir karena pada era stoner, lawan stoner (termasuk rossi) jauh lebih ganas. Akhirnya prosentase kemenangan kedua pembalap (#46) 55% vs (#27) 33% menjadi relevan ketika faktor generasi dan level kompetisi dimasukan sebagai bagian yang menentukan. Boleh disimpulkan kedua pembalap sama sama terbaik, sama sama maestro, dan tidak bisa dibedakan! Kecuali karakter keduanya (Entertainer vs Introvert) …

jika ada yang masih menganggap bias, barangkali silahkan tambahkan saja nama Giacomo Agostini, juara dunia 11 kali diatas Mv Agusta. Dan Saat itu Agostini mampu menjadi juara dunia di kelas yang berbeda di musim yang sama! Kok bisa? Karena level kompetisi di tahun itu jauh berbeda dengan sekarang. Jumlah seri pun lebih sedikit! Tapi apakah Agostini menjadi tidak signifikan ? Nope ! agostini tetap lah legenda, sebagaimana Doohan dan King Kenny, hanya saja mereka berasal dari zaman yang berbeda ! :D

 

12
Feb
12

Ryuichi Kyonari – Bakal Berlaga di FIM Asia

Kyonari – 3 kali juara BSB dan 3 kali memenangkan seri WSBK

mantan juara BSB 3 kali dan pembalap yang sempat berlaga 2 musim di WSBK dengan hasil yang cukup baik ( 3 kemenangan dan 3 kali podium ke 3 ) dan menduduki posisi 9 dan 11 klasemen WSBK memutuskan bergabung ke tim Malaysia – Bon Siew. Untuk urusan track record, Kiyonari sendiri tidak bisa di anggap remeh oleh tim pabrikan manapun!

Berusia 30 tahun, Kiyonari 1 level diatas  Katsuaki Fujiwara 

jika hanya melihat track record antara Kiyonari dan juara bertahan Katsuaki Fujiwara, boleh dibilang Kiyonari masih 1 level diatas Fujiwara (Kawasak), maklum prestasi keduanya berbeda jauh. Terutama urusan jam terbang. Disamping itu usia keduanya terpaut 6 tahun. Otomatis urusan stamina jelas berbeda. Tetapi ada satu hal yang membuat Fujiwara unggul mutlak. Pengalaman Fujiwara di kelas 600cc jauh lebih baik dibanding Kiyonari yang terbiasa main di kelas 1000cc .

keputusan Kiyonari bergabung di FIM Asia jelas mengagetkan. Maklum di usianya yang masih sangat produktif, tawaran tim BSB ataupun World Supersport masih terbuka. Namun sepertinya faktor “Duit” yang berbicara kali ini.

12
Feb
12

MotoGP : Stoner memang jago … Juara dunia diatas 2 motor yang berbeda

Stoner : Bisa mengenjadi juara dunia diatas motor yang “terlalu brutal”

ketika di tahun 2007 stoner mampu melakukan Dominasi total diatas Ducati Desmosedici, banyak yang bilang stoner jadi kampiun karena faktor tenaga motor yang brutal. Terbukti memang hingga detik inipun tenaga Desmosedici memang brutal dan liar ! Saking liarnya dan brutalnya sampe sampe baik Nicky Hayden hingga juara dunia 9 kali Valentino Rossi pun enggak bisa mengaturnya. Artinya Casey Stoner tanpa banyak disadari orang berhasil menaklukan Desmosedici yang brutal hingga menghasilkan 23 kemenangan dan 1 gelar juara dunia !

Motomatters : Desmosedici adalah motor yang tidak bisa dikendarai – kecuali anda lahir di daerah Kuri Kuri sekitar tahun 1985 dan menjadi juara dunia karenanya !!!

Stoner di atas Honda, bisa menjadi Doohan … itu menyebalkan!

Casey Stoner di musim 2011 lalu berhasil menjadi juara dunia dan memenangkan 10 balapan dan hanya 1 kali gagal naik podium, itupun karena dihantam oleh valentino rossi. Jika mengendarai motor paling liar dia bisa menjadi juara dunia dan menambahkan koleksi 13 kemenangan tambahan, apalagi  diatas motor Honda RCV yang dikenal paling friendly use ? Yah dia membuktikanya tahun lalu, dan di sepang dia kembali “melecehkan” pembalap lainya dengan meninggalkan lebih dari 1/2 detik pembalap kedua, dan dia adalah Hohe “gila” Lorenzo …

Pada tahun 2007 rossi mengatakan “untuk mengalahkan stoner anda harus menembaknya” dan ditahun 2011 Lorenzo mengatakan “menghadapi stoner anda hanya memiliki pisau dan ia memiliki senapan” …

11
Feb
12

Panigale 1199 akan turun di seri perdana BSB

Scott Smart akan menjadi penunggang Peningpale 

tim MotoRapido BSB dipastikan akan terjun di ajang BSB menggunakan 1199 Panigale akan Pening pale. tetapi sampai berita ini diturunkan belum ada kepastian siapa menjadi pembalap kedua. Sementara Scott Smart mantan pembalap WSBK dipastikan menjadi Joki untuk panigale 1199s.

untuk ajang dunia belum dipastikan siapa yang akan menjadi penunggang panigale, meski nicolo Canepa eks pembalap MotoGP-Moto2 dikabarkan akan menjadi pembalap pertama di dunia yang menggunakan panigale di even dunia. Pasalnya di WSBK baik Checa, Gugliano,Guintoli dan Berger masih menggunakan Superbike 1198 yang lama.




Jarak Tempuh

  • 11,440,237 Km

Arsip

INDOBIKERS, Indonesian Bikers Community


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 317 pengikut lainnya.