biker gossip

img_9155

gonjang ganjing Vinales … berdampak ke Zarco

logikanya gini, tadinya semua begitu lancar dengan Johan Zarco. Vinales ke Yamaha, Cal Crutchlow tetap di LCR, Pedorosa tetap di repsol dan Rins ke Tech 3. tapi jika Pedrosa ke Yamaha, Cal Crutchlow ke Repsol dan Vinales tetap di Suzuki, otomatis pintu Zarco ke motogp menjadi begitu tipis. kecuali dia bisa langsung ke LCR atau salah satu pembalap Marc VDS pindah ke LCR dan dia mengisi kekosongan tersebut.

masalahnya bersama tim Marc VDS ibarat bergabung dengan tim Aspar Ducati. tim pabrikan lapis ke tiga. dan usia zarco yang nanti akan menginjak 27 tahun membuat hal tersebut berbahaya. 2 musim di VDS dia sudah hampir kepala tiga …

img_9140

Kecuali Marc Marquez belum ada jebolan moto2 yang bersinal …

apa yang terjadi dengan toni elias? dia membalap di Ama Supersport. Apa yang terjadi dengan bradl ? sempat terbuang di NGM Forward racing team dia membalap bersama Aprilia mengejar poin, jangankan podium apalagi menang target dia hanya poin. Pol Espargaro ? bisa dibilang di tech 3 ya begitu begitu aja … jadi bisa dibilang sukses di moto2 bukan jaminan bakal jadi sukses di motogp. begitu juga juara dunia Moto3 atau Gp125 sama saja.

tapi jika dia pembalap yang mementingkan gelar juara, dan uang melimpah. pindah ajang ke World SBK bukan hal yang tabu. disitu pembalap dibayar lebih besar berkan oprasional tim yang rendah plus melimpahnya gelar. lihat saja prestasi Cluzel, Terol dan Max Biaggi. akankah zarco berujung di world SBK?

img_0087-2

Collin Edwards … Side Kick Rossi

salah satu yang membuat orang ragu dengan kepindahan Vinales ke Yamaha adalah soal tingkat keharmonisan di tim Yamaha. dua nama yang mencolok adalah Collin Edwards dan Jorge Lorenzo. Collin edwards adalah rekan setim yang amat di sukai oleh valentino rossi. dia adalah side kick yang baik bagi rossi. tidak pernah mengancam rossi namun cukup effektif menjadi buffer bagi valentino rossi.

kebersamaan Rossi dengan  Collin edwards memang hanya menghasilkan 1 gelar juara dunia. namun tidak ada konflik di dalam tim dan Rossi cukup leluasa memimpin tim yamaha.

99-jorge-lorenzo-esp_gp_1097.gallery_full_top_fullscreen

Lorenzo … team mate from hell !!!

opsi kedua bagi vinales adalah menjadi lorenzo. musim pertama belajar (sebagai rookie) musim kedua berantem termasuk insiden tutup paddock..itu yang menjadi bahan pertimbangan bagi vinales. bahkan lorenzo dalam 6 musim bersama rossi (2008-10) dan (2013-2015) berhasil dua kali menjadi juara dunia (rossi juga dua kali)

dan ingat, siapa saja yang menjadi penghalang atau musuh rossi, harus bersiap menjadi public enemy. siapkah vinales ? atau dia akan seperti edwards ? gimana ?

img_7151

Honda CBR150R … bisa jadi pemicu

oke dibandingkan honda CBR150R model pesek aka firblade motor ini memang beda banget. meksi mbah bilang enggak 100 persen sempurna ya. salah satunya desain windsreen motor yang agak kekecilan. tapi apa yang didapat honda setelah peluncuran motor ini cukup positif. mereka mulai meraih inisiatif di segmen sport. tidak saja sport fairing tetapi sport naked juga yang selama ini menjadi milik yamaha.

masih ingat soal teori mbah, sebuah line up bisa memicu line up lainya menjadi laris? nah ini berlaku pada honda CBR150R. meski hanya satu bulan tapi hasil ini menunjukan hal yang positif dari kehadiran CBR150R ini

img_7168

Momentumnya juga pas … 

disisi lain adalah momentum yang didapat Honda CBR 150R saat peluncuranya. mengandalkan Marc Marquez dan Dani pedrosa, lalu disaat yang sama kompetitornya Yamaha YZF R15 sudah cukup berumur membuat praktis motor ini hadir tanpa lawan. belom lagi kehadiran CBR250R yang cukup serupa dengan kakaknya ini, bagi mereka yang tidak sabar atau menganggap CBR250R diluar budget … nah! CBR150R bisa jadi jawabanya.

yah kalo jujur, dibanding tampang kakanya CBR600RR dan CBR1000RR yang sudah berumur, generasi 500cc, 250cc dan 150cc honda CBR lebih menarik secara signifikan!

 

img_8189

Logikanya … Pedrosa itu Honda banget

berita yang dirilis oleh MCN memang sangat sensasional. mengabarkan bahwa Vinales tetap di Suzuki, sementara pedrosa ke Yamaha mendampingi rossi. tapi terus terang jika ini terjadi ada dua kendala yang dihadapi yamaha. pertama mereka praktis hanya mengandalkan dua pembalap veteran di motogp. Rossi dan Pedrosa. artinya tidak mungkin mereka bisa melakukan sesuatu yang bersifat jangka panjang. kedua adalah soal pedrosa yang anak emas Repsol. nah ini faktor menarik, mengingat komitmen seorang pembalap yang begitu lama konon ujung ujungnya adalah persiapan masa pensiun. jika dia pindah dari honda, ya lupakan saja …

Anti Teori pertanyaanya adalah apa mungkin pedrosa tetap di honda musim depan. Ada satu faktor disini yang menjadi faktor penentu yaitu masalah gaji. Gaji pedrosa terus menerus di kurangi oleh Honda dan pada satu titik se setia setianya orang pada pabrikan bisa gerah juga. Ujung ujungnya duit! dan di Yamaha, gaji rossi tidak terlau besar, artinya ada space buat yamaha untuk menggaji pedrosa, jadi kemungkinan tersebut masih ada!

35-cal-crutchlow-eng_gp_0091.gallery_full_top_fullscreen

Cal Crutchlow ke Repsol Honda ?

jika benar terjadi pedrosa ke Yamaha, maka ada satu nama yang paling mencolok, memiliki nilai jual plus merupakan pembalap ke tiga honda … dia adalah Cal Crutchlow! Honda bisa menjadikan cal cruthlow sebagai solusi jangka pendek. ingat Cal masih dalam kontrak dengan honda hingga akhir tahun 2017. jadi bisa jadi meski hanya semusim pengalaman dan skill cal crutchlow bisa menjadi solusi jangka pendek bagi Repsol honda.

Anti Teori apakah Cal memiliki pilihan lain? rasanya tidak. soalnya pembalap ini memang sudah terlalu bosan bersama tim Semi pabrikan. 2011-2013 dia bersama Tech-3 Yamaha. 2014 besama ducati, dan pilihanya saat itu adalah gaji 3 juta euro dan status “rela pabrikan” … dan 2015-2016 dia bersama LCR Honda. apapun tawaranya Cal akan dengan senang hati menjadi pembalap Repsol honda. meski cuma satu musim!

25-maverick-vinales-esp_gp_0707.gallery_full_top_fullscreen

Lalu Vinales kemana ? 

alasan batalnya Vinales ke Yamaha adalah satusnya besama Suzuki. Ada kemungkinan Suzuki akan mati matian mempertahankan vinales setidaknya satu musim lagi, baik dari tawaran uang ataupun tawaran kontrak. tapi ingat, vinales tidak akan selamanya di Suzuki! lalu dia kemana ?

Anti Teori ? nah ini yang menarik. jika vinales musim 2017 tetap disuzuki, maka Cal Crutchlow akan di repsol. kecuali Cal mampu melakukan sesuatu yang spektakular, kecil kemungkinan dia akan bertahan melawan … Vinales !!! jadi cal hanya diposisikan sebagai cameo dari perpindahan masif para alien Lorenzo-Pedrosa-Vinales.

img_9481-1

Alex Rins ?

nah ada satu nama yang mungkin orang akan lupa dari perpindahan Lorenzo-Pedrosa-Vinales. Adalah alex rins yang musim depan dipastikan bersama tim Tech3 Yamaha. ini mesti diingat, yamaha kerap menaruh calon pembalap pabrikanya di tim ini. Katakan kontrak Pedrosa di Yamaha Movistar adalah 2 musim. maka Rins sudah berada di Tech 3 dengan waktu yang sama. di usia yang ke 22 dia sudah siap menggantikan dani pedrosa di Movistar.

Anti Teori kehadiran Rins di motogp yang begitu potensial, membuat Maveric Vinales bukan menjadi satu satunya pilihan sebagaimana disaat Lorenzo masuk motogp atau Marquez di 2013. disini justru pabrikan memiliki bargaining position, Vinales muda, tapi Rins lebih muda lagi ! gimana ?

Cartridge-Kit-Ohlins-R25-415x280

Buat yang ingin “Serius” …

setelah merilis supensi ohlins monoshock dengan teknologi TTX untuk R25, ohlins kini kembali merilis produk terbarunya ke publik , maklum selama ini produk ini ekslusif bagi tim balap aja yang bisa punya. Yaitu front fork catridge fully adjustable buat suspensi depan.

front fork kit ini ditujukan bagi mereka yang ingin serius mengupgrade riding quality yamaha  YZF R25 mereka. maklum penggantian suspensi ini bakal berpengaruh banyak dengan riding quality motor baik igunakan di sirkuit ataupun jalan raya

img-9122rs4988

Rp 12,5 jeti saja .. 

nah bagi yang berminat siapkan aja dana rp 12,5 jeti buat seperangkat Ohlins Front fork Cartridge dan 10 jeti untuk monoshock TTX belakang. kesanya mahal ? entar dulu, soalnya urusan meningkatkan riding qualty baik di jalanan apalagi di track peranan suspensi jauh lebih penting dari pada korek mesin. terlebih bagi penggemar trackday. setingan suspensi begitu krusial untuk mencegah efek Oversteer, Understeer apalagi woble saat di tikungan dan berakselerasi.

kebetulan mbah sendiri cukup lama pake suspensi Ohlins, terutama pada CBR1000RR SP, beda banget dibandingkan suspensi lainya. kok F3 gak pake? nah ini bedanya, ohlins cuma jadi part standar di motor top of the line atau versi flagsip. jadi kalo memang niatnya serius, mending pake Ohlins deh … bicara pembalap dan tim papan atas motogp-wsbk … suspensinya ….