biker gossip

Honda in Love

 

     

dari Ducati Panigale sampe ZX6 … “Ini Ninja 250 ya?”

 Mbah ingat betul waktu dulu, naik Ducati 848 setiap ke pombensin atau di lampu merah, mbah selalu ditanya sama orang awam (asumsinya bukan biker enthusiast) bahwa motor mbah adalah Kawasaki Ninja 250R . Yah kalau sekelibet paling bilangnya, iya mas … Tapi kalo di tempat yang lebih sepi dan mengharuskan mbah berinteraksi dengan orang tersebut, ya bilang aja … ini Ducati … Dan jawabanya adalah “oo motornya stoner ya? ” ya udah selesai kan?

Tapi lain cerita kalo naik Ninja ZX6R, atau Ninja 636 … Sama sama kawasaki, sama sama Ninja. Karena orang awam akan berkata “wah ninjanya keren mas … Modif dimana ya” nah! Tapi memang itu adanya! Motor modifan! Mungkin kalo orang yang udah keluar duit ratusan juta lalu motornya disamakan sama motor gocapan ya pasti misuh, tapi lain ceritanya bagi Kawasaki KMI …

 

Ninja 250 itu sudah menjadi ICON ! 

Mungkin bagi biker Enthusiat, pengguna Moge dan mereka yang merupakan haters “kisah orang awam menganggap semua motor sport adalah ninja 250″ adalah hal yang lucu” tetapi sebaliknya bagi Kawasaki KMI dan pedangang motor fenomena ini adalah sesuatu banget. Karena menandakan motor ini adalah sebuah ICON, dimana asumsi masyarakat bahwa ini adalah motor yang luar biasa. Kisah yang sama dulu terjadi pada Honda Tiger 2000 dimana motor dengan ukuran besar asumsinya ya tiger, atau skutik ya Mio. Kini terjadi pada Ninja 250.

Konsisi ini semakin memastikan dan memperkuat image bahwa Ninja 250R adalah motor yang luar biasa, motor idaman bagi mereka yang ingin punya motor “besar” atau motor “sport bike” sejati. Toh baik biker enthusiast atau awam ketika Ingat kawasaki ya ingat Ninja, sementara ingat Yamaha ya ingat Mio! Bukan R25 … Nah makanya Ninja 250 masih merupakan Raja dikelas ini ! 

Honda in Love

 

Momen penjualan R25 terlalu dekat dengan R15 ?

Nah mungkin kenyataan di pasar moge bisa merefleksikan kondisi di kelas 250cc. Sebuah motor yang memiliki “adik” atau mirip dengan produk tersebut namun dalam kapasitas lebih kecil konon menyebabkan motor tersebut kurang diminati. Teorinya sih senderhana, ngapain beli motor mahal mahal kalo versi “murah” nya tapi miripnya juga ada dipasaran …

Salah satu contohnya adalah honda VFR 1200 yang karena terlalu mirip dengan CBR 250 G1 menjadi sama sekali tidak diminati! Atau contoh lainya adalah Ducati 1198 series yang karena mirip dengan 848, konsumen pun ogah beli, toh sama sama Ducati, sama sama Superbike namun terpaut jauh … Dan sepertinya ini juga yang dialami oleh Yamaha YZF R15 

 

Konsumen : Naik kelas cukup ke YZF R15 

Salah satu alasan lain adalah Konsumen bisa saja menganggap, untuk naik kelas tidak perlu mahal mahal, cukup beli Yamah YZF R15, untuk apa keluar uang sampe 50 jeti lebih, toh penampilan keduanya juga “gak beda jauh” plus harga jauh, dan kondisi ekonomi juga tidak kondusif! Kondisi ini disatu sisi membuat Yamaha YZF R15 tidak kesulitan untuk menguasai pasar, tapi disaat yang sama juga menggerogoti pasar!

Nah bisa jadi hal ini disebabkan karena R15 dan R25 diluncurkan diwaktu yang amat berdekatan, dengan desain yang mirip plus kondisi ekonomi pub gak bagus bagus amat, jadilah R25 seperti sekarang, gagal sih enggak tapi tetap dibawah Si Kawasaki Ninja 250R twin yang maha perkasa!

Honda in Love

 

Prediksi mbah keliru …

Awal tahun lalu mbah mengatakan bahwa kehadiran Yamaha YZF R25 akan menghabisi Kawasaki Ninja 250 FI, baik dari segi penjualan, popularitas hingga image. Maklum mbah berpegang pada beberapa faktor yang secara ilmu marketing sangat bisa dipertanggung jawabkan dan memang sudah seperti itu jalanya. Namun terus terang asumsi mbah dan hampir seluruh pengamat otomotif maupun praktisi yang netral dibuat keliru. Berikut empat teori kenapa “semestinya” bisa memporak porandakan Ninja 250FI

  • Design : rancangan YZF R25 lebih muda dua tahun dibandingkan Ninja 250R, begitu pula performa motor ini yang mestinya lebih baik
  • Brand : akui tidak di akui, nama besaryamaha jauh lebih solidi ketibang kawasaki yang notaben dikenal di sini karena line up mereka yang anti mainstream
  • Jaringan : bagi konsumen nasional khsusunya di kelas 250cc kebawah keberadaan jarigan afte sales menjadi kunci kesuksesan penjualan dan jaringan YIMM jelas lebih luas ketibang KMI
  • Penokohan : sebagai mana yang kita ketahui, dari sisi penokohan Yamaha punya Rossi – Lorenzo jauh lebih baik ketibang Tom Sykes … Logikanya jika membeli motor berdasarkan penokohan ya Yamaha lah yang menang

 

Anti teori itu bernama Ninja 250R

Dikala Ninja 250R mendapat tantangan yang pertama yaitu CBR250R dengan keunggulan ABS dan Mesin FI, mungkin jawaban paling sederhana adalah karena mesinya 2 silinder. Nah sekarang ketika bergeser kepada R25 yang sama sama 2 silinder dan unggul diberbagai faktor, Ninja 250FI masih berkibar? Lalu kenapa bisa terjadi anti teori pada Ninja 250 FI? Nah menurut mbah ada 4 juga yang membuat hal ini bisa terjadi !

  • komunitas : komunitas ninja 250 sudah terbentuk sejak tahun 2008 sehingga sudah menjadi sebuah “ikon” tersendiri bagi motor kelas 250cc ini
  • Kaderisasi : Konsumen “pasti” Ninja 250FI terdiri dari mereka yang ingin naik kelas ke 250, mereka pemilik Ninja 250 Karbu dan mereka yang berasal dari 2 stroker otomatis mereka punya basis massa tersendiri.
  • Waktu : motor kelas 250cc memiliki ketergantungan dengan komunitas semakin besar, dan Ninja sudah membangun komunitas hampir 1 dekade dan ini yang akan menjadi keuntungan mereka.
  • Salah target : mungkin tujuan R25 adalah mengambil konsumen Ninja 250? Namun menurut mbah asumsi ini keliru, pasalnya konsumen 250 tidak beralih ke 250 lainya (R25) tapi naik kelas, dan motor dengan pricing terdekat? ya ER6 series!

 

Honda in Love

 

Jarang jarang pulsa bikin kenyang !

Jumat malam kemarin jadwal ngumpul paling rame MVOCI, yah dimana lagi kalo bukan di Sency, nah kebetulan lagi ada promo, yaitu makan korea bisa bayar pake Pulsa di Hang Gang!

Jawabanya, lha kok bisa? Lah mbah juga baru tau sih … Tapi memang begtu adanya! Bayar pake pulsa aka Poin ! 

 

Kalo pake duit sih ngerente juga …

Terus terang ber 6 di charge 2 jeti lebih :( namun karena bisa bayar pake poin, ya jadi gretongan sih … Ada harga ada rupa, daging Yang disajikan memang “wow” kwalitasnya makanya harga ngerentek tapi lidah berjoged!

Ingat makanan yang sehat adalah 4 sehat 5 sempurna 6 gratis ! :mrgreen:

Honda in Love

 

Berita paling menyebalkan !

Presenter kontroversial Jeremy Clarckson dipecat oleh BBC (diputus kontrak) akibat insiden dengan salah satu produsernya. Setelah cukup lama menjadi topik hangat bahkan sampai top gear season 20 pun sempat dihentikan tayanganya.

clarckson sendiri sempat menjadi buah bibir saat menggunakan Mobil dengan plat nomor H982FKL saat melakukan shooting di argentina tahun lalu, akibatnya hubungan diplomatik argentina dengan inggris pun sempat terganggu … Wow!

 

Sempat ingin diganti …

BBC sendiri sempat menyiapkan skenario cadangan untuk menggantikan Clarkson baik sementara maupun permanen, hal itu untuk mengantisipasi agar acara Top Gear bisa berlanjut di musim ini.

Namun hingga akhirnya berita ini diturunkan dan Clarkson dipecat ide tersebut belum terealisasi dan Nasib Top Gear musim ini pun terkatung katung

 

Richard Hammond & James May dikabarkan ikut mundur

Tidak lama setelah dipastikan di pecat ungkapan kekecewaan muncul dari dua tokoh Top Gear lainya, Richard Hammond yang hadir mulai dari season 2 dan James May. Bahkan keduanya menyiratkan bahwa mereka akan ikut mundur dari Top Gear.

Hal ini tidak kaget mengingat mereka bertiga merupakan unsur yang tidak terpisahkan dari acara top gear !

 

Stigg dan Tiff Needell …

Sebenarnya ada satu tokoh yang cukup erat dengan top Gear yang sempat digadang gadang menggantikan Clarkson, yaitu Tiff Needell , mantan pembalap yang sempat beberapa kali membalap di F1 ini memang merupakan “orang ke 4″ dalam dunia entertainment Otomotif, cukup dikenal dan memiliki fan base yang kuat. Bahkan doi berkali kali tampil di Top Gear sebagai dirinya (5th gear) atau sebagai stig. Namun ide ini pun urung terjadi!

Akankah ini menjadi akhir dari kisah Top Gear? Pendapat mbah cuma satu … d**n you BBC !!!