Archives

All posts by Mbah (‾ϖ‾) Dukun

Honda in Love

  Suspensi adalah 50% dari riding qualtiy
Salah satu upaya untuk meningkatkan riding quality sebuah motor adalah dengan meningkatkan kinerja suspensi. salah satunya dengan mengganti suspensi standar dengan merk Ohlins … Ya Ohlins … rajanya suspensi Road dan Racebike dunia! Dari Mulai MotoGP, WSBK, Moto2, WSS hingga top of theline Roadbike menggunaka  suspensi ini sebagai standar!

Nah bagi pengguna Yamaha YZF R25 Ohlins Indonesia menyediakan secara khsusus suspensi Ohlins TTX fully adjustable buat R25. 

 Daily oke, Club Race pun mantap 

Salah satu dari sekian banyak keunggulan suspensi Ohlins TTX ini adalah suspensi ini memang “dari sononya” dibuat khusus utuk Yamaha R25, jadi tidak cuma instalasi yang mudah, tetapi pre-load suspensi ini sudah di sesuaikan untuk Yamaha R25. Keunggulan lain adalah suspensi ini Fully adjustable, dimana pengguna bisa dengan mudah melakukan setting , dari sekedar kompresi hingga rebound dan travel.

Suspensi ini direkomendasikan bagi pengguna yamaha R25 yang memang memiliki passion akan performa, dan tampilan motor … Gengsi pun dapet! 

Honda in Love

 
Power and capacity adalah kunci Satria FU

Apa sih yang membuat suzuki satria Fu begitu melegenda? Sebenarnya sih cuma dua, pertama adalah kapasitas motor ini yang tidak wajar, untuk ukuran “bebek” atau jika FU adalah Ayago. Memang sekarang MX King sudah berkapasitas 150cc, tapi dulu? Mencari bebek dengan kapasitas 110cc aja susah gimana yang 150cc !

Setelah kapasitas adalah power to weight ratio! Motor ini bertenaga hampir 18 hp, dengan body ramping motor ini memiliki kelincahan yang tidak ada tandinganya! Nah! Sederhana bukan?

 
Suzuki Satria FU 250 “Hongkong” Edition

Nah ketika Suzuki merilis Satria 115 youngstar, banyak orang protes, buat apa merilis motor nanggung, apalagi ditengah kondisi pasar bebek yang hancur minah? Kenapa gak kapasitas FU dinaikan jadi 250cc aja sekalian ? Nah semepet kepikiran juga … Tapi ya itu …. suzuki Satria 250 FU dari Hongkong !!! Kenapa? Gila ! Itu gak relevan sama sekali!

Pertama karena dalam kapasitas 150cc saja FU soal legalitas dipertanyakan, terlalu kencang untuk sebuah bebek! Kedua adalah jika benar dibuat frame motor tersebut harus benar benar kuat dan akan sangat mahal … Makanya menurut mbah sih meski ide tersebut keren , tapi dari visibilitas ya dari “Hongkong” baru bakal terwujud!

Honda in Love

   

Resesi nasional membuat penjualan lesu

Sebenarnya enggak ada yang bisa disalahkan dengan lesunya penjualan motor saat ini. Maklum saat ini negara ini sedang dilanda resesi, dengan menurunya tingkat pertumbuhan ekonomi plus anjloknya nilai tukar rupiah mau gak mau membuat penjualan motor turun signifikan. 

Salah satu motor yang terpukul adalah Yamaha YZF R25, motor yang digadang gadang sebagai Ninja 250 twin beater ini malah stuck, diskon pun sempat menjadi senjata mereka untuk Jualan 

 
Yamaha YZF R3

Tetapi cukup beruntung bagi Yamaha, karena meski penjualan di segmen lokal lesu, produk mereka juga di expor keluar negri dengan kode YZF R3. Motor ini di kirim ke eropa, australia dan amerika utara sebagai motor learner. Hal ini bener bener membantu Yamaha YIMM dalam menjaga penjualan Yamaha YZF R3 dan R25

Hal yang sama juga terjadi di kelas R15. Bahkan suzuki pun sebenarnya sudah melakulan langkah yang sama, yaitu menyiapkan Satria Young Star 115 untuk ekspor, kalau kalau produk tersebut gak laku dipasar lokal. 

Honda in Love

   

Bukan soal brandnya, tetapi Bebek Sport vs Ayago …

Disin mbah gak bicara soal Yamaha – Honda ato Suzuki. Tetapi dari konsep motor itu sendiri. Disini ada perbedaan mendasar antara bebek sport dan ayago. Karena kedua motor ini memiliki konsep yang berbeda.

Bebek sport masih merupakan bebek, mengkompromikan antara faktor ergonomis, kenyamanan dan praktikalitas bebek, namun dengan  performa sport, sementara Ayago, melupakan semuanya dan hanya berkonsentasi di sektor performa dan riding quality …

 
Specialized product …

Mirip perbandingan antara bebek dan skutik, alasan keunggulan skutik adalah karena mereka lebih nyaman, melukapan sektor performa secara total dan hanya fokus di sektor ergonomis. Sementara bebek masih tidak terfokus pada performa akibatnya ada justru sektor ergonomis dan performa lah yang dikompromikan. Respon konsumen sendiri ternyata adalah memilih produk “specilized” entah di sektor ergonomis atau performa dan disitulah yang membedakan.

Nah disini perbedaan antara bebek sport dan Ayago. bebek sport masih mengkompromikan antara performa – riding quality dan ergonomis, sementara Ayago hanya fokus di performa dan riding quality, melihat sejarah antara bebek dan skutik, bisa aja terulang antara Ayago dan bebek sport

Honda in Love

 
Resep Lama kelas Heavy Enduro

Dikabarkan Honda Africa Twin CRF1000L akan hadir dalam dua versi yaitu versi All Rounder dan versi Heavy Duty Off road bias. Sebenarnya ini bukan hal aneh! Soalnya resep ini sudah puluhan tahun dilakukan oleh BMW, yaitu dengan merilis versi “biasa” alias All rounder dan Versi Heavy Duty dengan sebutan “Adventure” …

Saking susksesnya resep merilis satu motor dengan dua versi, konsep ini digunakan juga oleh KTM khsusnya lewat versi 1290 dan 1290 Adventure. Jadi gak heran sih kalau konsep ini bakal ditiru oleh Honda CRF1000L

  Versi HRC dan versi “all rounder” …

Satu hal yang pasti, Honda Akan merilis versi HRC jika produk tersebut spesial, dan dari bocoran yang barunberedar adalah motor ini berwarna “merah” besar kemungkinan ini adalah versi standar dari Africa Twin. jika benar versi HRC akan dirilis makan dipastikan motor tersebut akan memiliki spesifikasi lebih tinggi!

Perbedaan keduanya bisa saja meliputi Tipe Velg yang digunakan, Suspensi yang digunakan, hingga menyangkut teknis sepertin gir rasio, kapasitas tangki, body works bahkan fitur elektronik dan kapasitas mesin. nah kalo gini kita tunggu aja kelanjutanya!