ATC_ (11)

A Indraputra sebagai General Manager Marketing Planning and Analysis AHM, A. Indraputra :

“Ini merupakan pengalaman berharga bagi pebalap muda AHM, terutama mereka yang baru bergabung dan berkompetisi di level internasional. Hal ini tidak mudah, namun kami yakin bahwa pebalap AHM akan mampu bersaing dan mengukir prestasi membanggakan untuk bangsa ini dengan semangat Satu Hati. AHM akan terus mendorong dan mendukung mereka meningkatkan kemampuan balapnya di sepanjang seri Asia Talent Cup.”

ATC_ (10)

Statement Pebalap Binaan AHM

 Irfan Ardiansyah, Dwiki Herdhiana Suparta & Alif Akbar Utama :

“Kami mendapat pelajaran berharaga dalam pre test. Ini adalah pertama kalinya kami balap dengan motor balap yang sesungguhnya. Pertama kali juga turut dalam event bertaraf international. Tidak mudah tentunya karena harus bersaing dengan pebalap dari berbagai negara. kami akan menyiapkan diri agar bisa meraih hasil maksimal di seri pertama Thailand bulan depan. Selain menyiapkan mental, fisik serta mengasah ketrampilan menggunakan motor sport.”

 Andi Gilang & Gerry Salim :

“Target kami di tahun kedua ini tentunya memberikan hasil terbaik dengan meraih juara. kami optimis dengan bekal pengalaman tahun lalu, untuk bisa meraih hasil gemilang tahun ini. kami akan berusaha raih poin maksimal di setiap race dan menghindari crash ataupun melakukan kecerobohan yang berakibat kehilangan poin.”

   
MvAgusta F4 … Wheel basenya panjang!

Ini adalah MvAgusta F4 bukan versi RR apalagi RC. Versi paling bawah dari keluarga F4. Meski demikian yang namanya superbike kapasitasnya masih 1000cc dan tenganya masih 190hp … Cuma bobotnya hampir 200kg plus wheelbase nya panjang !

Akibatnya pas masuk tikungan badan mesti di banting, setengah gelayutan. Supaya motor mau belok. Maklum wheelbasenya panjang banget. Paling ketara pas masuk S kecil dimana motor mesti di flip. Ya lupain aja deh soal lap time, dipake nikung aja setengah mati …

 Di Track Lurus serasa mau “mati” 

Setelah di bikin setengah mati di tikungan, sport jantung belom selesai, masuk trek lurus tenaga 190hp dan bobot 200kg alias nyari power to weight ratio 1:1 ngejambak badan ga cuma kepala ke belakang. Gigi 4 udah tembus 220, quick shif ke 5 260, masuk start finis 285 itu juga rpm gas di gigi 6 masi sisa banyak banget. Maklum inline 4 mv Agusta memiliki kontra rotating cranckshaft, alias muter kebelakang, jadi power tenaga gak linear !!!

Shift down di 200 meter, balik lagi mesti gelayutan di motor … Inilah F4 … Di tikungan setengah mati, di trek lurus serasa mau mati !!!

Jpeg

Jpeg

kalau dari serong belakang …

ada duah hal dalam melihat motor yaitu dari sisi serong depan, dan dari sisi serong belakang. nah khususnya motor ayago yang cenderung ramping penampilan motor dari serong depan dan belakang akan membuat effek visual motor akan terlihat besar dan disaat yang sama keberadaan mesin dan frame membuat motor terlihat bebreda dengan bebek. nah khususnya pada suzuki Satria FU injeksi ini kita melihat ppenampilan motor dari serong belakang kanan …

terlihat jelas bentuk buritan atau seat cowl motor ini, ramping tapi kekar. efek visual ini didapat dari keberada sub frame motor yang mengelilingi seat cowl. nah sebagai catatan, jika Sonic memposisikan sub frame di dalam seat cowl, Satria FU justru menujukan subframe tersebut dengan mengeksposenya lewat desan seat cowl yang kecil. otomatis dihasilkan kesan kokoh ketibang ramping … nah!

Jpeg

frontal belakang …

disaat yang sama, adalah motor frontal belakang. disini aproach suzuki dalam memndesain Satria injeksi lebih konvensional. yaitu posisi spakbor dibuat panjang kebawah dengan lampu sein menyatu dengan lampu belakang. efek yang dihasilkan adalah seatcowl jika dilihat dari belakang begitu kecil dan ramping.

tapi entah kenapa menurut mbah desain lampu belakang yang diibuat bening kok rasanya kurang sreg dilihat ya, kayaknya motor terlihat murah. atau cuma perasaan mbah aja? gimana menurut masbro sekalian ? kalo mbah … ganti lampu belakang pake smoke aja!

img_1732

MotoGP … Paling cepat 2018

dipastikan kita telat memberikan keputusan mengenai kesiapan menyelenggarakan motogp. alasanya adalah deadline tanggal 31 januari dipastikan terlewat dan kita belum juga memberikan jawaban pasti mengenai masa depan motogp disini. dari sumber yang mbah dapat, asphalt and rubber hampir dipastikan tidak mungkin kita mengadakan motoGP tahun 2017 karena terkendala berbagai hal. beberapa faktor diantaranya adalah …

  • sengketa pendanaan sirkuit yang siap saat ini (sentul butuh renovasi)
  • ketakutan akan penyalah gunaan dana yang ada (korupsi dan sebagainya)
  • kendala perizinan, untuk menyelenggarakan even sekelas motogp butuh acc dari berbagai lembaga
  • tenggat waktu … ya kita tidak bisa memberikan kepastian tepat waktu

img_6023

Kenapa tidak sentul ? 

nah pertanyaan yang paling mendasar adalah kenapa tidak sirkuit sentul yang dipakai ? jawabanya cukup simpel. pertama karena sentul adalah sirkuit era 90an yang butuh renovasi, kedua kepemilikan sentul adalah swasta. artinya, mustahil pemerintah memberikan dana kepada institusi swasta begitu saja tanpa ada kesepakatan selanjutnya. contoh : pembagian kepemilikan (Saham) dan yang terakhir adalah kesiapan infrastruktur penunjang, mulai dari gerbang tol, rumah sakit sampai Hotel standard motogp semuanya nyaris tidak layak. dan membangun fasilitas tersebut dalam 1 tahun mustahil!

jadi gimana ? ya sabar aja  … paling cepat kita bisa menyelenggarakan motogp tahun 2018 … itu logikanya, tapi bicara iklim politik tahun 2019 … ummm ya you know lah !!!

IMG_6403

Honda MSX125 Dimas Ekky

pagi pagi (jam 11 itu pagi) mbah di telpon Dimas Ekky, pembalap nomor satu Astra Honda Motor ini nyuruh mbah dateng ke Starbucks kemang. sebenarnya sih doi lagi nunggu orang. cuma berhubung tempatnya deket rumah, jadi mbah langsung gaspol kesitu.

tau taunya mbah ketemu Honda MSX125  nah motor micro supermoto ini adalah pesaing dari kawasaki KSR125, dengan basis mesin 125cc. sayangnya motor ini tidak didatangkan secara masal oleh AHM. jadi kesempatan jajal motor ini mesti dimanfaatkan … langka !

IMG_6402

Mirip Brutale …

kalo dilihat headlamp depanya, moto ini mirip mv agusta brutale. soal ban ukuranya 14 inci, cebol … tapi kekar. suspensi depan sudah menganut sistem Up side down. mesin motor menggunakan mesin supra X 125cc dengan transmisi manual.

sayangnya mbah gak sempet jajal test ride soalnya mbah ada janjian ketemu orang. ya wiss tunggu kesempatan berikutnya deh buat review ini motor !