Honda in Love

  

Pasar Turun, Honda Scoopy Tetap Laris

 Jakarta- Di tengah melemahnya pasar sepeda motor nasional, Honda Scoopy tetap laris dibeli pecinta skutik Tanah Air. Hal ini terlihat dari penjualannya yang tumbuh hingga 8,5% dalam 5 bulan pertama tahun ini dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Permintaan terhadap skutik fashionable unik ini semakin meningkat setelah PT Astra Honda Motor (AHM) meluncurkan model terbaru All New Honda Scoopy eSP yang telah mengaplikasikan Honda Smart Technology dengan beragam fitur terbaik di kelasnya.

Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI), penjualan sepeda motor nasional pada periode Januari-Mei 2015 ‎tercatat 2.599.448 unit atau melemah 24,7% dibandingkan dengan penjualan pada periode yang sama tahun lalu sebesar 3.451.377 unit. Kondisi ini berbanding terbalik dengan penjualan Honda Scoopy yang tumbuh sebesar 8,5% dengan angka penjualan 125.697 unit, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2014 yang hanya 115.849 unit.

 Pasar Turun, Honda Scoopy Tetap Laris
General Manager Sales Division AHM Thomas Wijaya mengatakan perusahaan berusaha terus menjawab perubahan minat dan kebutuhan konsumen di tengah kondisi pasar yang semakin melemah akibat menurunnya daya beli masyarakat. Salah satunya dilakukan dengan meluncurkan model terbaru All New Honda Scoopy eSP pada April lalu.”Ini merupakan masa yang sulit bagi industri otomotif khususnya sepeda motor. Kami harus mahir melihat peluang dan membaca kebutuhan masyarakat. Adanya pertumbuhan terhadap penjualan Honda Scoopy merupakan salah satu respon positif terhadap produk All New Honda Scoopy eSP yang baru saja kami luncurkan.”

 All New Honda Scoopy eSP mengaplikasikan eSP (Enhance Smart Power) pada mesin 110cc terbarunya, sehingga mampu memaksimalkan pembakaran secara efisien dan meminimasi gesekan. Teknologi eSP terintegrasi dengan ACG Starter untuk menghidupkan mesin lebih halus tanpa suara, serta menjadi dasar pengaplikasian fitur canggih Idling Stop System (ISS).

 

Honda in Love

   

Marchesini Magnesium forged wheels

Trend memodifikasi motor superbike adalah mengganti velg standar dengan velg performance. Yup inilah Velg yang digunakan di MotoGP dan WSBK. Velg ini sangat ringan tidak lebih dari 4 kg untuk ban belakang. salah satu brand paling terkemuka adalah Marchesini dengan produknya Marchessini Forged. harga satu setnya sekitar 35 sampai 45 juta. Dan ada beberapa alasan kenapa velg ini begitu populer … Dari segi positif dan negatifnya 

  • (+) Street and Race aproval penggunaan velg Magnesium Forged di izinkan digunakan di jalan raya maupun balapan.
  • (+) rigid dan solid keunggulan velg model ini selain ringan adalah rigid dan solid, tidak perlu kuatir saat melindas lobang, mustahil peyang sepeeti velg konvensional
  • (+) pilihan warna yang membuat velg Marchesini ini menarik adalah tipe ini menawarkan pilihan warna yang bervariasi
  • (-) kurang mencolok namun disisi lain, velg Magnesium Forged ini hanya dikenal oleh mereka yang performance oriented, belum lagi Marchesini dikenal juga sebagai suplier velg standar superbike eropa, jadi wow factornya kurang.

 

Black Stone Technology BST Carbon

Penggila sportbike biasanya gila carbon parts, mulai dari parts kecil hingga seluruh body motor gatel untuk diganti carbon body works. Nah kalo bisa velg dikarbonin di karbonin, dan Black Stone Technology BST mewujudkan impian tersebut dengan memproduksi velg dari carbon. Dikenal denfan sebutan BST velg ini di bandrol di kisaran 40 jetian … Nah apa sisi positif dan negatif dari velg ini ?

  • (+) mendonkrak penampilan motor dengan karbon bodyparts aja udah wow, apalagi velgnya juga karbon ? Pasti WOW banget dong !
  • (+) semua tau BST berbeda dengan velg lain, BST memang spesialis membuat velg karbon, sekali mendengar BST orang pasti tau kalau velg tersebut dari karbon
  • (-) regulasi beragam jika benar dipakai maka penggunaan velg Karbon di ajang balapan masih jadi perdebatan
  • (-) berpotensi rusak dan perwaran kebalikan dari velg konvensional, velg BST memang sangat ringan tapi velg ini mudah rusak dan jika rusak sulit diperbaiki. apalagi pecah? Lupakan aja deh!
Honda in Love

 KTM RC8R akan “selesai” tahun ini

Akhirnya setelah di produksi pertama kali tahun 2008 produksi KTM RC8 dan sekarang RC8 R akan selesai. KTM memutuskan menghentikan produksi superbike mereka selama lamanya. Alasanya karena KTM tidak akan memproduksi lagi motor Superbike untuk jalan raya dengan alasan mereka menganggap motor tersebut mustahil digunakan di jalan raya. Keputusan menyedihkan itu diambil oleh bos KTM Pierer. 

KTM RC8 sendiri merupakan road legal superbike yang menjadi kendaraan yang cukup favorit untuk dipakai sebagai track day tools meski motor ini tidak turun di ajang balapan seperti WSBK dan FIM Stock 1000

   

KTM RC16 Trackday Bike

Namun KTM bukan sepenuhnya berhenti memproduksi superbike, mereka melanjutkan dengan memproduksi KTM RC16 – Trackbike. Yup motor ini adalah superbike yang memang di persiapkan untuk di pakai di sirkuit. Namun tidak legal digunakan di jalan raya, yah boleh dibilang ini adalah “mainan” murni.

Keputisan ini diambil tidak lepas dari banyaknya KTM RC8 yang digunakan hanya sebagai Trackday Tools, berbeda dengan Superbike Eropa lainya dimana motor mereka juga digunakan untuk keperluan touring atau Hang out …. Berapa harganya? Dikabarkan motor ini dibandrol sekitar 140.000 USD

Honda in Love

  

Moge : Panas … gede … macet … Mahal

Terus terang aja, yang namanya MOGE : Motor Gede itu emang ribet! Kenapa ? Karena pada dasarnya motor itu dibuat untuk dipakai di negara maju, dataran eropa yang sejuk atau amerika utara yang kosong. Dipakai disini ya udara ya Panas, ukuranya yang rata rata bisa satu setengah atau dua kali motor biasa ya bakalan sulit bernanufer, apalagi kalo macet dan sampe rusak … Mahal!

Tapi bukan berarti anda gak bisa pake Moge! Kebetulan mbah adalah satu dari ratusan pengguna Moge Untuk harian. Itu resiko yang dihadapi pemilik dan khsusunya pengguna Moge! Biasa biasa aja tuh ! Soalnya resiko terbesar pengguna moge adalah kerusakan, makanya banyak parkiran khusus moge di gedung atau mall kelas A …. Itu aja!

 Mau bawa moge ke jalan tol … Keluar negri aja !

Jika tujuanya naik moge pengen ke jalan tol, silahkan ke luar negri aja! Ada yang namanya edelweiss tour, Alpine tour atau kalau mau ngesot aja ke malaysia, paling abis 10-15 jeti udah sama tiket PP … Jangan ribut mahal lah, toh biasanya bayar Nocan aja bisa lebih dari itu …

Ayolah, jangan minta yang aneh aneh ! Asal ada parkiran enak juga udah cukup kok ! 

Honda in Love

   

Dahulu alat komunikasi dan action cam terpisah …

Nah masih ingat mbah beberapa bulan lalu saja untuk merekam dan komunikasi kita butuh dua gadget, pertama adalah action cam, Bisa Sena Prism , Gopro , Nilox. Sementara untuk komunikasi kita butuh alat tersendiri, bisa Cardo, Bisa Sena dan macam macam …

Nah sekarang kondisinya beda, terutama setelah kehadiran Sena 10C dimana alat komunikasi terintegrasi dengan action cam … Artinya hanya menggunakan gaget yang sama semua bisa didapat ! Tetapi Apakah menjadi akhir dari kisah action cam?

 

Enggak Juga … sena Prism bisa dipasang dimana saja …

Sebenarnya sih gak juga ya? Ambil contoh SENA Prism, Action Cam yang mensuport mbah di acra touring Honda Big Bike di balik kemarin. Pasalnya action cam ini ukuranya kecil dengan batre yang bisa bertahan aktif selama 4 jam lebih, ini bisa dipakai dan di pasang dimana saja. Mulai dari Helm yang tentunya sudah bisa digantikan dengan SENA 10C namun bagaimana untuk pemasangan di dashboard motor? Di tail motor? Atau di Drone? Ya lain ceritanya!

Nah kehadiran SENA 10C memang tidak akan mematikan Keberadaan Action Cam Murni, namun yang pasti SENA 10C akan mematikan alat komunikasi lainya, maklum hanya modal alat komunikasi dapat Action cam … Siapa yang gak mau? Minat? monggo sambangi www.duniamotor.com