36 comments on “Terlalu Sempurna … Itu yang menjadi kelemahan Big Bike Jepang!

  1. Skutik & bebek brand jepang juga sangat super sekali .. sayang yg ngeropah ngga ada .. yang bikin menantang dan sulit ada sih .. tuh mocin

    • Sabar Mas Bro,siMbah kalau janji artikel susah ditagih,enakan nagih uang kedia daripada nagih janji yg katanya mau dibikinin artikel.Ngoahahaha

  2. karena motor eropa dan amrik lebih mahal aja jadi lebih prestise..juga pengaruh para pemainnya.. sama aja kaya omongan beli mobil mahal koq nyari irit ?.. ini omongan khas sales yg mempermainkan ego pembelinya..toh akhirnya mulai berguguran pabrikan mobil boros di amrik.. semua ada waktunya sih.. di indo, mungkin masih cukup lama kesaktian kata kata motor rewel lebih menantang…

  3. ah siapa bilang mbah?
    mana ada itu alasan menantang? atau thrill? itu hanya ‘alasan’ saja.
    karena alasan sebenarnya adalah GENGSI dan PRESTISE.
    motor ngeropah/ngamerikah pasti lebih mahal dibandingken jepuners. makin mahal makin diburu, makin laris, makin jadi rebutan.
    demi apa? ya demi GENGSI/PRESTISE lah.
    Jika terjadi kenapa-kenapa diproduk mahal, pasti dibilangnya menantang. dibilang thrill. dibilang canduan.
    tapi jika ada kenapa-kenapa di produk ‘murah’ pasti langsung dicap rewel, mocin, kualitas sampah, parah, dll.
    kenapa bisa begitu? kuncinya cuma dua kata, yaitu MAHAL vs MURAH

    any question?

    • nah, sependapat ini sama biker_akamsi.. emang biker moge indo biar gimana juga sampe gini hari ya masih bule minded.. kalo motor eropa or amrik pasti wah biar kata rewel ngga karuan..harga mahal kaya apapun dianggap pantas aja..tapi kalo motor jepang, mahal dikit aja udah ribut operpress dan segala macam diubek ubek.. dikelas pemakai moge, ekonomi udah pasti mapan lah..orang mapan gengsi gede.. motor yg mainstream juga ogah karena dianggap pasaran.. makanya segitu pengguna motor mahal dari eropa or amrik ketemu biker moge jepangan, aura nya udah ngecilin aja..dianggap motor murah soale..

    • MENGAPA BANYAK ORANG BANGGA MENEKAN HARGA PADA PEDAGANG KECIL ? 😥😥

      Seorang pembeli yang menggunakan mobil mewah brand Jerman datang ke kios ikan sederhana milik pak Ujang.

      Awalnya Si Pembeli membeli makanan ikan seharga Rp 5.000,-
      Ia pun berusaha keras menawar. Akhirnya Pak Ujang sepakat menjual Rp 9.000,- per dua bungkus.

      Si Pembeli kemudian melihat ikan koi tiga warna berukuran sekitar 30 cm. Pak Ujang menjual dengan harga Rp. 40.000,- per ekor. Terjadilah tawar-menawar.

      Si pembeli terus memaksa ingin memiliki ikan tersebut dengan harga Rp 25.000,-. Katanya, ikan begitu tidak layak dihargai Rp 40.000,-

      Pak Ujang terlihat sangat keberatan menjual ikan tersebut di bawah Rp 35.000,-. Namun, betapa kerasnya si pembeli menawar dan memaksa.

      Akhirnya Pak Ujang pun luluh dan menjual empat ekor dengan harga yang diinginkan pembeli.
      Si Pembeli kembali membeli tanaman air yang harusnya berharga Rp 5.000,- per buah. Begitu gigihnya mendapat 4 buah dengan uang Rp 10.000,-, sampai-sampai Si Pembeli memasukkan sendiri dua tanaman air tambahan ke plastik.
      Tidak berhenti sampai di sana, saat hendak membayar, si pembeli kembali meminta dua ekor ikan kecil seharga Rp 5.000,- per ekor untuk mainan anaknya. Dan Pak Ujang akhirnya memberikan.

      Banyak orang sering sekali berhemat setiap keping rupiah dari si miskin. Mereka sering mengganggap harga barang dari seorang pedagang kecil atau pasar tradisional tidak pantas dan menawar serta puas karena bisa berhemat setidaknya Rp 500,-
      Kemudian mereka berjalan ke mall dan tidak bertanya kepantasan dari harga secangkir kopi Rp 60.000,- atau semangkok bakso Rp. 40.000,-
      Mereka bahkan membeli dengan bangga dan malu bila menawar.
      Setelah itu, mereka akan bicara tentang pengentasan kemiskinan.
      Mereka salahkan pemerintah atas data-data kemiskinan yang tidak pernah turun.
      Padahal di balik itu, mereka mengeksploitasi Si Miskin.

      Mereka berusaha berhemat setiap keping rupiah dari Si Miskin yang bekerja lebih keras, lebih berat, dan panas untuk memberi makan keluarganya.
      Namun, mereka menghabiskan uang yang jauh lebih banyak di mall tanpa menanyakan kepantasannya.

      Dan sadar ataupun tidak.. mereka mungkin adalah kita…

      Seperti ini contohnya

  4. lho…gue kok malah belum ngejajal moge jepang…langsung main eropa…:D..emang sering rewel,aki soak,panas mesin gak karu2an…tapi enjoy aja

  5. secara hukum nih ( hasil diskusi temen gw yang hobby dengan barang eropa )

    motor eropa kenapa jadi no 1:

    – itu secara material berbeda dengan jepang!….walaupun sekarang jepang bisa mengejar misalnya : carbon, suspensi, rangka.
    – jepang follower, misalnya diawal matic adalah vespa, kemudian jepang melihatnya, membuat dengan harga yang lebih murah dan baik secara operasional…
    -tahan lama….vespa masih banyak yang beredar dengan mesin ori…jepang?….
    – handmade not robotic…: masih banyak motor eropa yang mengandalkan tenaga manusia baik itu perakitan hingga QC….

    kalau jepanglebih ke industri: efesiensi, material yang berumur ( jangka waktu tertentu harus ganti)….sementara itu dulu

    lets discuss!

    • Karena passion bro. Passion itu berarti uang nomor 2, capek nomor 3, susah nomor 4 dst.
      sebenernya banyak juga produk jepang yg awet (honda cb/cg, yamaha twin dsb) adalah salah satu contoh barang yg dirawar dengan passion.

      Mobil eropa di jalan kenapa kinclong2 terawat sedang accord th tua banyak yg menyedihkan? Jawabannya krn pemilik mobil eropa itu mempertahankan passion thd mobilnya, yah meskipun beberapa accord juga terawat baik bisa kita temui juga.

    • mungkin seperti batik ya…. yg handmade, ga sempurna, satuan, banyak cacatnya tpi harga selangit… dibanding “batik” produk pabrik tekstil, pola sempurna, bisa dikain apa aja, produk masal dan harga ekonomis atw murah

    • lebih ke passion yah…apakah karena sparpart mobil jepang lebih murah dan dapat….kalo mobil eropa lebih mahal dan susah…..gw dikerjaan sampe debat kusir….passion, soul, brand….lagi2 brand…

    • agak berbeda antara beli karena suka dan beli karena butuh, kalau karena butuh biasanya :
      – dipakai seenak hati
      – dirawat kalau sempat
      – dicuci kalau sudah ga enak dilihat (tapi ada juga yang berdebu dibawa kemana2)
      – kalau bisa suku cadang kw kenapa beli asli
      – dst

      kalau beli karena suka (termasuk kategori passion) :
      – kebalikan diatas
      – aksesori yang ga terlalu penting pun ngejar yg ori
      – dst

      beli mobil eropa sekalipun kalau dasarnya butuh (buat ketemu klien, buat masuk ke perkumpulan atas dsb) tidak akan seterawat yang dasarnya suka.

      Dulu pernah liat iklan mercy sbb :
      Dijual mercy seri E…. jangan menanyakan rawatan bengkel mana, saya punya orang yang khusus merawat mercy sebanyak 3 buah di rumah.
      Kalau kaya gini gimana? karena orang2 kalau beli mobil bekas ributin rawatan beres mana, km berapa dst (masih nyari mobil kategori butuh) …. peace

  6. Jadi bagi rakyat jelata yg cuma bisa gonta ganti motor commuter setelah grand,shogun, scoopy,supra,nex berarti kalo bosan selanjutnya adalah beli bajaj,tvs atau tossa biar ada perjuangan…perjuangan nyari sparepart :mrgreen:

  7. Kok jadi harga kopi?

    Di mall kopi 50 rebu?
    Kan dia harus bayar sewa tempat
    Harus gaji pegawai.
    Terus masih ada ppn 10 persen

    Blm lagi pemiliknya juga mesti bayar pph dan lain-lain.
    Kopinya juga nggak sembarangan.dipilih biji kopi yg bagus. Nggak bolong, retak, berat jenis dan kadar airnya tertentu. Blm modal peralatan.

    Dan satu lagi nih yg paling penting. Harganya jelas. Kita enggak usah nawar.
    Kalo pedagang kecil, sukanya ngasih harga tinggi( mungkin nggak semua sih).
    Kalo nggak nawar ya kita yg rugi dong. Itu aja kalo kita dengar org lain dikasih harga lebih rendah, pasti dlm hati kita bilang, sialan. Gua ditipu nih.

    Contohnya ya kayak naik ojek aja. Yg biasanya 20 ribu. Kalo kita nggak nawar, dia udah bilang 50 ribu aja. Jd, jangan salahkan pembeli dong

Berikan Pendapat