Benci karena “pernah di kecewakan”
tidak sedikit orang yang karena kecewa dengan kwalitas sebuah produk dari brand tertentu berakhir dengan sikap benci. dan kejadian ini tidak sedikit bahkan seseorang rekan mbah yang merupakan pengguna setia sebuah brand beralih 180% karena ia kecewa dari pelayanan yang iya terima dari apmnya …
dalam hal ini maka anda adalah seorang User-Kastamer, maka sebagai seorang raja maka anda sangat berhak mengutarakan opini anda. Boleh dibilang hal tersebut sangat relevan karena anda adalah “yang membeli-membayar” dan amat lumrah jika anda membenci brand tersebut karena merasa tertipu. Mungkin ini yang menyebabkan anda begitu membencinya !
Motivasi kebencian
- Finansial : 50%
- Teknis : 50%
- Emosi : 100%
- Personal : 100%
- Lingkungan : 50%
Benci karena “produk kompetitor”
jika anda seorang sales atau pedagang motor, hal ini lumrah saja anda membenci produk kompetitor. terlebih jika produk tersebut lebih laris dan lebih berkualitas. Tetapi dalam hal ini anda bukan berati berhak membenci produk tersebut. karena seharusnya itu menjadi tugas anda dalam memperbaiki produk tersebut
alasan kebencian ini bervariasi. Jika anda “bekerja” maka wajar saja, karena priuk nasi anda yang menjadi taruhan. Tetapi jika anda pedagang maka hal ini menjadi mustahil dan gak masuk akal. Karena bagi seorang pedagang, sikap oportunis harus tetap terjaga. jika produk anda tidak kompeten kenapa enggak anda jual produk kompetitor sekalian ?
Motivasi kebencian
- Finansial : 100%
- Teknis : 50%
- Emosi : 50%
- Personal : 50%
- Lingkungan : 100%
Anda seorang fanatik sebuah brand !
tidak sedikit seseorang biker begitu membenci motor dari brand lain tanpa alasan yang jelas. Pokoknya benci … benci … banci ! dan ini yang menjadi menarik. karena hal seperti ini yang sering kali kita temui. Dan kebencian mereka sendiri bukan saja disebabkan sebuah motif namun juga faktor eksternal.
jika sudah seperti ini maka sudah dipastikan anda bukanlah praktisi otomotif entah sales atau pedagang yang baik. tetapi bisa saja anda merupakan biker yang baik. dan hal ini lumrah dan memang pada kenyataanya terjadi dimana mana
motivasi kebencian
- Finansial : 50%
- Teknis : 50%
- Emosi : 100%
- Personal : 100%
- Lingkungan : 50%
Benci karena ketidak mampuan finasial
untuk sikap benci yang ini, sulit untuk mengakui, tapi percaya deh banyak yang benci karena faktor ini. Kepingin tapi tak mampu, tapi juga gengsi. Nah kerap hal ini yang terjadi jika kondisi sosial masih timpang. Dijamin enggak ada yang bakal mengakui bahwa seseorang benci karena ketidak mampuan finansial tapi itu ada.
mungkin terasa kejam, tapi memang hal ini ada dan memang terjadi. Tetapi biasanya mereka yang berada di posisi ini akan mengkamuflase kebencian mereka menggunakan alasan Teknis … dan marketing semisal kemakan merk dan sebagainya. meskipun sebenarnya mereka menutupi motivasi aslinya!
motivasi kebencian
- Finansial : 100%
- Teknis : 50%
- Emosi : 50%
- Personal : 50%
- Lingkungan : 50%
Benci karena dendam …
ini cukup unik, tapi mbah banyak memiliki konsumen seperti ini. Alasanya ? Dendam ! entah karena dendam dengan APM nya, atau dendam karena pernah di sakiti atau di kecewakan oleh pengguna brand tersebut. Katakan si biker waktu muda pernah di kecewakan oleh biker pengguna brand A dan saat si biker mampu secara finansial dia tidak membeli motor dari brand A tetapi beralih ke brand B atau C …
motivasi dan trigger kebencian ini amat beragam tetapi juga amat lumrah. dan bisa dipastikan mereka yang membenci brand tersebut bisa siapa saja, dimana saja dan berasal darimanapun
motivasi kebencian
- Finansial : 50%
- Teknis : 50%
- Emosi : 100%
- Personal : 100%
- Lingkungan 100%






