Arsip
All posts for the month Februari, 2013

dahulu pabrikan bisa “memaksa” konsumen membeli produk yang mereka tawarkan tanpa alternatif
sebut saja di era 90an. satu satunya motor sport “gede” adalah berkapasitas 200cc. tubuh gambot … jika suka sukur ga suka ? emang ada alternatifnya ? meskipun akhirnya muncul sang alternatif jauh dari mumpuni. maklum alternatifnya muncul terlalu telat dan dengan tampilan yang kurus kering. kini penjualan si raja era 90an justru anjlok. maklum market share mereka digrogoti oleh produk yang lebih fresh … belum lagi alternatif produk yang bejibun pun menanti

mereka kini harus menawarkan fitur bukan jargon
sekitar awal tahun 2000an pabrikan bisa saja mampu jualan moncer asal mampu mengemas promosi dan jargon menarik. layaknya parpol. namun sekarang jamanya beda. mereka harus mampu menawarkan fitur, performa dan kwalitas yang amat baik jika mau produknya laris. makin naik harga motor makin kritis mereka terhadap fitur produk tersebut. dan makin mustahil mereka terbuai dengan jargon murahan.
brutale 910 berumur tapi solid
Mv agusta brutale 910 ini memang sudah berusia 4 tahun. Tapi secara penampilan khas motot italy tetap menarik. Motor ini kesanya buncit. Maklum mesin 910cc DOHC diletakan di bawah dalam posisi tergantung. Rute test ride adalah dari senayan City sampe FX.
saat pertama kali duduk riding position 910 lebih rilex dibandingkan 675. Suspensi pun lebih empuk. Hanya saja kopling aga kurang nyaman. Mungkin karena motor terlalu lama disimpan. Sementara rem depan agak gimana gitu …
powernya enak sayang setupnya masih kacau
Saat mencoba 910 motor ini masih dalam kondisi kurang fit. Karena setup suspensi dan rem belum di “zero” masi setingan pemakai sebelumnya. Tapi ya sutralah. Mbah coba jalan santai aja. Maklum rem Nissin yang digunakan kampasnya udah “kering” jadi santai aja.
buka gas masuk gigi 1, shift up 2,3 di rpm 6-7000 an tenaga selalu ada. Motor serasa mantab. Cuma mbah enggak berani buka lebih mengingat rem motor yang kurang fit. Tapi secara overall riding quality khususnya 910 terbilang jempolan. Next time mbah coba lagi dengan kondisi motor yang lebih fit
kesampingkan pemiliknya, F3 oro cuma 200 unit di bumi
Meski berada di tangan kepemilikan yan tidak meyakinkan namum mencoba mv agusta ori bermesin 3 silinder jelas merupakan pengalaman yang menarik. Maklum baru kali ini mencoba motor supersport 3 silinder. Ukuran motor yang relatif lebih kecil 10% dibandingkan supersport lainya membuat pengendara berukuran dibawah 170 begitu pas, cuma buat mbah agak kekecilan.
oke rute test ride kali ini dilakukan di senayan city menuju mustopo kemudian balik lagi. Maklum mbah aga was was.
stiff tapi aga gimana gitu
Mencoba F3 yang dirasa adalah Rangka motor yang terasa kaku dibandingkan motor supersport sekelas. Power delivery nya terasa kosong dibawah namun terisi di tengah. Sempat coba sprint di depan binus gigi satu sampe 90 gigi dua 145. Enggak berani sampe rev. Maklum meski bukan jalanan umum tapi suara mesin serasa mau pecah!
secara umum riding quality F3 menurit mbah cukup datar terlebih dibandingkan brutale 675 yang justru ciamik
Rekor Superpole Carlos Checa hanya kalah dari Stoner dan Lorenzo …
Catatan superpole Carlos Checa di Phillip Island adalah 1’30.234. yang merupakan rekor QTT tercepat no 3 dalam format roda dua. Sementara rekor QTT tercepat di phillip island dalam format roda dua adalah milik Casey Stoner dengan 1’29 “623 diatas RC213V. disusul oleh Lorenzo 1’30″ 140 diatas YZR M1. sementara Rekor QTT Desmosedici adalah dari valentino rossi yaitu 1’31 “661 dan Hayden 1’31″ 681 artinya, seandainya tim MotoGP ducati Corse ikut dalam sesi QTT superpole ini maka …
Maka Baik Valentino Rossi dan Hayden harus start dibelakang Loris Baz dengan catatan waktu 1’31″ 576 di posisi ke 11
yup! Start ke 11 diatas motor berharga 2 juta euro dan mereka harus puas berada di belakang motor yang dibandrol tidak lebih dari 100 ribu euro! dan apakah disini panigale Hebat ? enggak ! karena terlepas dari kecelakaan bodoh yang dilakukan Checa, rekor panigale tersebut memang murni faktor skill dari Checa. Pasalnya pembalap panigale lainya, Max Neuckirchner tertinggal jauh di belakang dengan catatan waktu 1’32.010 di posisi 13. … intinya ? the men behind the Gun amat berpengaruh buat Ducati !!!
Catatan Checa dan Peningpale
jika anda Gobeimer dan Guarreschi mungkin anda akan segera peningpale. Termasuk juga Ernesto marenelli pun dipastikan ikutan peningpale dengan hal yang terjadi di Phillip island kemarin. Dan saran mbah ? silahkan minum panadol yang banyak buat para petinggi ducati ! Anda layak pening pale !!!
- peningpale 1 … rekor lap timenya mempermalukan divisi motogp ducati
- Peningpale 2 … nubruk melandri di race 1 (tim bmw motorrad juga kena imbas peningpale)
- pening pale 3 … tidak dapat clearence di race 2
- peningpale 4 … membuktikan cuma dia yang bisa pake peningpale
- Peningpale 5 … kejadian Stoner – Desmo dipastikan berulang dengan Peningpale – Checa
Econo Riding … mencegah ngebut ? iya tapii …
konsep berkendara Econo Riding memang sepertinya merupakan solusi hemat bbm. karena dengan berkendara ala econo ride dipastikan anda tidak akan berkendara secara agresif. Namun bukan berarti tanpa resiko. Karena beberapa hal yang signifikan untuk menjadikan berkendara econo ride banyak syaratnya dan justru memiliki resiko juga …
mencapai titik optimal Econo Ride, anda harus konsentrasi tinggi !
Hemat pangkal kaya ? yup ! tapi anda harus kerja keras ! begitu juga Hemat bbm ! anda harus bekerja keras supaya motor berada di titik efisiensi optimal. Dan pastinya hal ini enggak mudah ! enggak sama sekali mudah ! karena anda harus berkonsentrasi memperhatikan faktor lain, yang ironisnya sebelumnya enggak signifikan
Beberapa faktor yang harus anda “perhatikan” demi memperoleh econo ride !
dan ini yang menjadi masalah, hanya karena ingin menghemat 4500 – 9000 rupiah, anda harus bekerja multi tasking. karena memang hal ini mengundang resiko besar. kenapa ? konsentrasi anda terbelah ! dan berikut beberapa faktor yang harus anda lakukan jika ingin mendapatkan hasil econo ride maksimum
- Bukaan gas : anda harus mengurut bukaan gas … resikonya ? kalo anda harus overtake gimana ?
- Berhenti : kunci utama econo ride adalah engga stop and go … resikonya ? kalo lampu merah gimana ?
- Slip Stream : meminimalisir hambatan angin … resikonya ? lalu anda mau nguntit bus atau mobil box gitu ?
- Lubang : anda harus meminimalisi pengereman agar kecepatan terjaga … resikonya ? lubang ? trabas !
- Bobot : kurangi bobot semaksimal mungkin … resikonya ? motor jangan dipake bawa beban …
Carlos Checa memutuskan “baku hantam” dengan melandri … Checa K.O
carlos checa harus puas membuang peluangnya di phillip island di race pertama setelah menghantam marco melandri di tikungan. akibatnya meski tidak mengalami cidera serius, Carlos Checa tidak diizinkan tampil di race ke dua di phillip island. Sementara Marco melandri pun harus puas dengan mengumpulkan 16 poin dari 50 poin maksimal yang bisa di peroleh
Apa yang terjadi terhadap dua unggulan WSBK 2013 ini ternyata berimbas dengan pesta Aprilia RSV4. Eugen Laverty dan Guintoly berbagi kemenangan 2-1 dan 1-2 di dua rece. menjadikan tim Aprilia Factory mendominasi kejuaraan dunia 2012. jauh meninggalkan BMW dan Ducati. Selamat !
keren cuma paling banter dipake minggu pagi !
melihat motor menggunakan sespan tak lain adalah merupakan motor yang bisa digunakan 3 orang. kadang disebut side car, namum motor yang populer di tahun 40an ini meski sangat menarik namum pada prinsipnya jika digunakan di jakarta ya cuma bisa dipakai di hari minggu pagi
maklum kondisi jakarta membuat pemakai motor ini terjebak di tengah panas atau hujan. ya wajar deh … panasnya naik motor tapi macetnya naik mobil! :D
tampaknya pemilik baru hypermurtad udah nyerah sama semprotan air
Tail tidy adalah ciri khas hypermurtad. Karena penampilan motor menjadi begitu sleek. Namun bagi pemilik hypermurtad , sis botol, ternyata cipratan air mengalahkan sisi fashion. tail tidy ditinggalkan dan kini ia memasang adjustable license plate holder dari rizoma.
masangnya ribet
Meski keliatanya tinggal modal kunci L ternyata ribet sangadh! Maklum lampu plat nomor motard dan lampu sein terintegrasi dengan tail tidy, akibatnya nyaris cover subframe di belakang kudu di lepas. Belum selesai , dudukan palt nomor alumunium lokal harus dipasang jika enggak mau plat nomor terlihat jelek dari sisi depan.
- 2002 – Proyek pengembangan Desmosedici dimulai
- 2002 – Capirossi & Bayliss di plot menjadi pengembang Desmosedici
- 2003 – Desmosedici GP3 rolling
- 2003 – Desmosedici GP3 : 990cc L4 – Trellis frame
- 2003 – Rider : Capirossi – Bayliss
- 2003 – Race day : 1 kemengan + 9 podium
- 2004 – Desmosedici GP4 rolling
- 2004 - Desmosedici GP5 : 990cc L4 – Trellis frame
- 2004 – Tidak ada perkembangan berarti
- 2004 – Fokus di ducati Corse ada di WSBK dan pengembangan SBK 999
- 2004 – Rider : Capirossi – Bayliss
- 2004 – Race day : 3 podium
- 2005 – Desmosedici Gp5 rolling
- 2005 - Desmosedici GP5 : 990cc L4 – Trellis frame
- 2005 – Tidak ada pengembangan berarti
- 2005 – Rider : Capirossi – Checa
- 2005 – Raceday : 2 kemenangan + 3 podium
- 2006 – Desmosedici GP6 rolling
- 2006 - Desmosedici GP5 : 990cc L4 – Trellis frame
- 2006 – Program Desmosedici RR dimulai
- 2006 – Rider : Capirossi – Gibernau – Bayliss
- 2006 – Raceday : 4 kemengan + 5 podium
- 2007 - Proyek pengembangan Desmosedici Gp7 800 dimulai
- 2007 – Loris Cappirossi di plot sebagai pengembang Desmosedici GP7
- 2007 – Casey Stoner Datang dari LCR Honda
- 2007 – Desmosedici GP7 – 800cc L4 -Trellis Frame
- 2007 – Rider : Capirossi – Stoner
- 2007 – Race day : 11 kemengangan + 8 podium
- 2007 – Juara dunia Pembalap + Konstruktor 2007
- 2008 – Desmosedici Gp8 rolling
- 2008 – Desmosedici GP8 – 800cc L4 – Trellis Frame
- 2008 – Stoner Sebagai Pengembang Desmosedici GP8 onward
- 2008 – Rider : Stoner – Melandri
- 2008 – Race day : 6 kemengangan + 5 podium
- 2009 – Desmosedici Gp9 Frameless Rolling
- 2009 – Stoner & Bayliss menjadi pengembang Desmosedici Gp9
- 2009 - Desmosedici GP9 – 800cc L4 – Frameless “monocoque”
- 2009 – Desmosedici GPp dikembangkan Pararel dengan generasi Superbike Ducati (kelak panigale)
- 2009 – Rider : Stoner – Hayden
- 2009 – Race day : 4 kemengangan + 5 podium
- 2010 – Desmosedici Gp10 Rolling
- 2010 – Stoner & Hayden menjadi pengembang Desmosedici Gp10
- 2010 – Stoner tidak menyukai frame Monocoque
- 2010 – Stoner memutuskan hijrah ke honda
- 2010 – Rider : Stoner – Hayden
- 2010 – Race day : 3 kemengangan + 7 podium
- 2011 – Desmosedici Gp11 Rolling
- 2011 – Valentino Rossi bergabung ke ducati Corse
- 2011 – Valentino Rossi menjadi pengembang utama Desmosedici Gp10
- 2011 – Gp11 = Gp10 merupakan edisi terakhir Desmosedici Gp800
- 2011 – Rossi tidak menyukai frame Monocoque
- 2011 – Ducati Fokus mengembangkan Desmosedici 1000cc
- 2011 – Ducati Gp12, Ducati Gp Zerom & Ducati Phoenix di uji coba
- 2011 – pertama kalinya dalam sejarah balap, motor WSBK (1199 Checa) lebih cepat dibandingkan Demsosedici Gp11
- 2011 – Rossi meminta Ducati menggunakan frame Twinspar
- 2011 – Race day : 2 podium
- 2012 – Desmosedici Gp12 Rolling
- 2012 – Valentino Rossi dan Carlos Checa dilibatkan dalam pengembangan Desmosedici Gp12
- 2012 – Ducati diambil alih oleh AUDI-VW Group - (Lamborghini)
- 2012 – Rossi memutuskan mudik ke Yamaha
- 2012 – Pengembangan Desmosedici kehilangan arah
- 2012 – Race day : 2 podium
- 2012 – Filipo Preziozi di lengserkan diganti Gobeimer dari BMW
- 2012 – Andrea Dovizioso, Andrea Ianonne dan Ben Spies Bergabung ke Ducati
- 2013 – Desmosedici GP13 rolling
- 2013 – Hayden sebagai pengembang utama Desmosedici
- 2013 – Ducati Corse memegang penuh tim MotoGP ( Ducati Corse + Pramac Ducati)
- 2013 – Rider : Hayden, Dovizioso, Iannone dan Spies
konsumen MotoGP minded vs produk yang di jual belikan …
tertarik setelah membaca artikel bro arantan disini klik. beberapa brand yang populer justru tidak ikut di ajang MotoGP, sebut saja Kawasaki, BMW, Aprilia, Mv Agusta dan Vespa. sementara cukup banyak konsumen yang menitik beratkan kwantitas dan kwalitas produk massal merupakan cerminan dari prestasi mereka di motogp.
sebenarnya tidak ada teknologi di Motogp yang di aplikasikan ke motor produksi jalan raya. Kalaupun ada biasanya beberapa tahun setelah produk tersebut hadir di motogp. Sebut saja “monocoque” di Desmosedici Gp9 (2009) baru hadi di Panigale (2012) kemudian teknologi Seamless gearbox RC212V (2011) yang baru akan hadir di Superbike Honda tahun 2014 nanti. karena bagaimanapun balapan motogp adalah balapan prototype dimana segala macam uji coba dilakukakan disini.
Simalakama di MotoGP vs Kedewasaan konsumen !
apa yang terjadi dengan Kawasaki – Ducati – BMW bisa menjadi pelajaran. Kawasaki memutuskan mundur dari MotoGP di tahun 2009 karena menganggap dirinya harus invest terlalu besar untuk compete di motogp. sementara divisi marketing mereka meyakini penjualan tidak akan terganggu bila mereka absen di motogp. Ducati berada di posisi paling pelik saat ini. Kesuksesan mereka dari tahun 2003-2010 dengan konsisten memenangkan seri balapan tak lain merupakan bukti bahwa terlalu “terlambat” untuk mundur. BMW yang dikenal sebagai pabrikan paling lengkap justru enggak mau ambil resiko. karena jika mereka ikutan nimbrung lalu … kalah … reputasi BMW menjadi pertaruhan.
di sisi lain adalah kedewasaan konsumen dan target market mereka. konsumen yang “mature” umumnya tidak kesulitan membedakan mana teknologi MotoGP (khayalan) dan teknologi realita (produk massal) sehingga akan memahami kwalitas dan branding produk tersebut. Tetapi disisi lain jumlah konsumen yang mature secara psikologi dan finansial jumlahnya tidak banyak, jika mayoritas konsumen masih belum mature, satu satunya jalan adalah dengan menjual image dari line up “khayalan” mereka … btw apa hubunganya motor “supermoto” dengan motogp ;?
mereka “apple” menjual kenyamanan dan kualitas …
terutama yang namanya Aytun ato Aytot sebenernya mbah gak suka … tapi sekarang mbah enggak bisa lepas dari aypon !
pernah bilang bahwa mbah tidak suka dengan produk apple khususnya mekanisme iOS yang bener bener tertutup. dan mbah paling enggak nyaman karena sedikit sedikit khususnya Iphone harus di sync ke komputer via Aytun atau apalah itu. karena bagi mbah hand held device harusnya merupakan gadget mandiri yang bisa dioprasikan optimum tanpa perlu bergantung pada PC.
namun apa yang terjadi, mule dari aypon 4, 4s dan sekarang Aypon 5! seakan device tersebut enggak bisa lepas dari genggaman mbah! selalu ada di kantong melebihi “BB” yang seharusnya sudah lebih lama menjadi pendamping mbah!
Marketing Apple menawarkan build quality dan “kenyamanan” yang tidak bisa ditolak …
ini yang menarik dari strategi marketing Apple. mereka paham tidak sedikit orang yang alergi pada produknya. Sebut saja sisetem oprasi terutup iOS, dan virtual keyboard. bagi kebanyakan kibort nyata jelas lebih nyaman untuk dipakai. Tetapi alih alih mereka hanya fokus fight dalama mindset dan promosi semata, mereka terus melakukan improvement baik dari segi software maupun hard ware. sehingga pada satu titik, anda harus mengakui … this product are good !
anda bisa membandingkan build quality Aypon “cs” dibandingkan kompetitornya. kwalitas plastik yang dimiliki, kwalitas bezel di sekeliling device, jelas dibuat sangat baik. Belum lagi kwalitas kamera dan kemampuan scrollnya. hingga pada titik … okey, saya mengakui, saya kalah … saya akan menggunakan produk Apple, karena memang bagus !
Pemda dan DepHub harus belajar dar Apple !! Kesuksesan hanya bisa diraih dengan peningkatan mutu, bukan pemaksaan!
lalu apa hubunganya antara Apple dengan Pemda & Dephub ? ada ! yaitu mempopulerkan sesuatu sistem yang awalnya tidak populer menjadi sebuah sistem yang sulit di tolak … bukan karena pemaksaan, tetapi karena kwalitas dan kenyamanan yang ditawarkan ! Di indonesia kendaraan umum memang jauh dari layak, baik dari kwalitas, kwantitas maupun kenyamanan. anda mustahil memaksa orang meninggalkan moda transportasi yang mereka anggap lebih layak untuk pindah ketempat yang tidak nyaman. Karena pada dasarnya adalah kebebasan memilih.
apple tidak memaksa konsumen menggunakan device buatanya, tetapi mereka membuat device yang begitu baik, sehingga dimata pembencinya sekalipun device tersebut menjadi baik. Sekarang bagai mana pemerintah mampu menarik minat pengguna jalan untuk menggunakan moda transportasi umum, dengan menaikan kwalitas pelayanan dan armada yang mereka miliki. Karena kesuksesan tidak bisa diraih lewat pemaksaan!




















