
Salah satu Maxi Scooter terbaik di dunia
Maxi Scooter secara prinsip merupakan motor yang paling “ekonomis”
kita enggak mbahas segi kwantitas penjuala, tapi kita mbahas soal fungsionalitas. Nah bicara soal Maxi Scooter yang berkapasitas diatas 200cc kita mbahas kombinasi antara performa plus kenyamanan. Mesin 200cc keatas pada maxi scooter artinya motor ini meski mustahil menyamai superbike tetapi secara torsi dan kelincahan sudah sangat mumpuni. Dalam hal ini digunakan di alam urban. Sementara dalam hal ergonomis ? jika skutik saja sudah sangat nyaman dan praktis gimana dibuat “maxi” …
masalah fundamental pada skutik adalah segi performa dikala digunakan untuk perjalanan jauh.Dan ini masalahnya , tetapi ketika dibuat maxi otomatis soal performa sedikit terjawab meski bukan berarti masalahnya teratasi.

Maxi Scooter biasanya menjadi motor ke 3 atau ke 4 … itu masalahnya
konsumen motor di indonesia umumnya di segmen motor besar memiliki urutan kepemilikan sebagai berikut : jika cuma punya satu moge, maka pilihanya cuma dua, kalo enggak HD (Electra, Softail atau 48) ya Ducati (monster – diavel) jika mereka berniat meminang motor ke dua, maka pilihanya ya yang punya HD biasanya milih (BMW atau Ducati) dan yang punya Ducati ya milihnya (BMW atau HD) … disini sudah terpola bahwa motor kedua umumnya berasal dari Major Brand dan BMW. Sementara motor ke tiga ya kebanyakan akan beralih pada Honda Goldwing, Jap Superbike atau tipe lain dari major brand (HD – Ducati)
nah keberadaan maxi scooter sendiri otomatis di posisi ke 4 atau mereka yang rela merogoh kocek diatas 100 jeti sekedar iseng. Dan hal ini diperparah dengan kehadiran ER6 friends yang dianggap “disposable” big bike … nyang bener mbah ? bener ! makanya ane enggak jual Skutik !