137 comments on “Kebanyakan Ngurusin Trotoar … Giliran ada Pembodohan Otomotif beneran malah Mingkem !!! … Ngakunya IDEALIS … CUIH !!!

  1. daerah mereka memiliki aturan sendiri (keistimewaan), sama seperti hal nya Yogyakarta. jangan lupa, sejarah mencatat, daerah mereka justru membantu negara Indonesia ini dalam mencapai kemerdekaannya… apa sih yang sudah diberikan negara ini terhadap mereka..??

    ‘koar-koar’ di luar wilayah mereka, tidak bisa merubah kebijakan mereka. biarlah mereka sendiri yang menentukan kebijakan mereka, bukan kita…. kalo warga daerah tersebut banyak yang menentang, kemungkinan juga himbauan tersebut akan dibatalkan…

    • ya intinya kalo ada pembodohan otomotif masa mau dibayarkan ? kalo anda setuju dengan perda ini silahkan, kalo saya tidak setuju. dan kebetulan ini blog otomotif, jadi kita lihat dari sisi otomotif, dan ini jelas jelas PEMBODOHAN OTOMOTIF terencana. no SARA please !

      • mohon maaf sebelumnya. saya pribadi lebih memilih menyerahkan ‘masalah’ ini kepada mereka yang tinggal di daerah yang bersangkutan sendiri. tidak mendukung dan tidak pula menentang. realistis saja, kemungkinan besar, kita tidak akan pernah mampu mempengaruhi kebijakan-kebijakan wilayah tersebut karena keistimewaannya (termasuk kebijakan dalam bidang otomotif).

        menentang atau setuju, tidak masalah. tapi akan lebih baik jika menggunakan kalimat/perkataan yang baik pula…

      • waktu diwawancara ama metrotipi, masyarakat sana banyak yg ga setuju tuh…. pemimpinnya aja yg diktator memaksakan kehendak…. lagian ngurusin hal yg ga ada gunanya…. malah membahayakan bikers di sana….

      • memang, di forum manapun khususnya di profinsi yang dikategorikan khusus memang berbeda, tapi sampaikan meski satu ayat. semoga mereka bisa mengerti resiko yang mereka hadapi. dan kita blogger biar gak nyesel dikemudian hari. minimal sudah usaha …

      • setuju bro, kalo berniat memebersihkan barang kotor harus dengan alat yang bersih, gitu kira2 ya?

    • Memang Aceh termasuk daerah istimewa.. tapi tetap di wilayah NKRI.. jd harusnya ttp mengacu pada aturan nasional, mslahnya ketika aturan daerah berbeda dengan aturan nasional dsinilah peran mendagri berhak menganulir perda manapun di Indonesia. (saya kurang tahu aturan safety riding nasional dari Polri seperti apa.. trutama mslah boncenger’s)
      IMHO saya kurang setuju jika dasar pertimbangannya aurat. karena masih bisa di siasati dengan jenis pakaian…
      safety first, mari saling peduli dengan sesama bikers dimanapun mereka berada.
      http://yanusakti.wordpress.com/2013/01/09/motor-di-india-emang-bikin-ngiri/

    • saya rasa mereka sendiri juga menentang aturan itu, banyak ko di tv pendapat2 perempuan sana, pernah liat kan?kalau kita tahu mereka juga menentang apa kita akan diam saja?saya rasa tidak kan?keistimewaan daerah mereka tidak membuat mereka mempunyai kemampuan istimewa yang bisa menghindarkan dari suatu kecelakaan kan?

    • kalo gitu lain kali palestina di bom israel kita diem aja, toh mereka sendiri yang “merasakan”

    • spertinya dan memang seharusnya wajib bagi pegiat tulisan roda dua untuk menyampaikan suaranya melalui posting blognya. karena tanpa ada suara pegiat otomotif yang bisa dikategorikan ahli di bidangnya maka tidak akan ada perubahan. apa mungkin kita tinggal diam jika di provinsi lain ada perang dan akan membunuh saudara kita di wilayah mereka?? tanyakan pada rumput yg bergoyang. no offense ;)

      http://kphmph.wordpress.com/2013/01/08/opini-artikel-khusus-untuk-bang-yudha-terkait-wacana-perda-boncenger-ngangkang-di-aceh/

    • gak perlu sob, soalnya ga ada agama dan kepercayaan manapun yang ingin mencelakakan ummat – kaumnya. kalau pun ada, hanyalah segelintir oknum yang “menjual” agama – kepercayaan yang suci untuk kepentingan pribadi :D

      • sedikit berkomentar mbah ya, tanpa bermaksud merendahkan penilaian penyusun perda ini, kayanya kebijakan ini sedikit aneh deh mbah bila “alasannya” kita mengikuti cara hidup pendahulu2 kita yg merupakan pemuka2 agama dan orang2 yg hidup secara lurus mengikuti ajaran agama tertentu…..kalo dulu naik kuda dan naik onta….sekarang naik motor dan mobil….pertanyaanya: apa iya dulu kalo naik kuda dan onta jg “bonceng miring” ????

      • apakah duduk ngangkang jg safety? kecelakaan msh ada jg tuh…yg penting cara berkendaranya hrs baik dan benar…ane bawa bini duduk samping alhamdulilah sampai skr msh diberikan keselamatan oleh Allah Azza wajalla, mudah2an seterusnya begitu…aminn…yg penting itu td kita safety riding dan selalu berdoa sebelum berangkat…mungkin alasan perda itu ditekankan kepada perempuan yg pakai rok sehingga auratnya terbuka…itu aja…just share…kita doakan untuk semua bikers dimanapun mereka berada mudah2an diberikan keselamatan dijalan sehingga dapat berkumpul kembali dgn keluarganya masing2…aminnnnnnn

  2. jika ada yang mengaitkan hal ini dengan agama, itu namanya TER-LA-LU wkwkwkwkkw. namun jauh lebih TER-LA-LU di pulau jawa ini kayaknya. agama dijadikan mesin politik wkwkkwkwkwkw

  3. mungkin diem2 mereka mendukung perda tersebut… makanya diem2 ajah…. ato mungkin mereka mau menentang tapi gak berani, coz ada embel2 syariatnya coy…. wkwkwk….. semoga indonesia tetap Pancasila

  4. siapa tuh yg suka teriak stop bla bla bla otomotif gitu? kayaknya ane kenal tuh orangnya.
    kalo gak salah yg badannya gede kayak beruang bunting yg suka mandi keringet ampe bau ketek itu kan?

  5. ane baru denger aturan kayak gitu… di arab sono kayaknya ga ada deh. coz kalo di arab sono diharamin ngangkan, udah pasti di seluruh dunia diharamin ngangkan juga. Tapi buktinya gak ada larangan ngangkang tuh di arab. itu artinya aturan ngangkan cuma bikinan si bupatinya aja bukan dari agama. Bupatinya sok agamis tapi sesat wkwkwkwk

  6. tot emang……….biar deh mbah….nunggu yg kecelakaaan banyak dulu kali….atau minimal roknya nyangkut di roda dulu….

  7. jadi solusi nya gmana mbah dukun menurut anda ???
    soal nya ini “agak menyinggung sara” walaupun d lihat dari kacamata otomotif.
    peraturan itu soalnya ada d daerah “istimewa”,bukan d jkt.

  8. coba kirim email ke pemkab loksumawe mbah. itu baru masukan. kasih dalil2pembanding…. pasti mereka mengerti….

    —–

    xixixixiixi

  9. Masalahnya kita minim bukti sih mbah. Tapi yow satu ayat memang harus kita sampaikan. Meski ternyata freestyle gadungan makin merajalela. Masalahnya saya pun ikut serta menyemarakkan hal ini :( :( :( :( :( :( :( :( :( :( :( :( coba ada kitab otomotif :D

  10. pengambil keputusan di negri ini emang bego2 koq ,mbah…suka suka mereka .
    masalah bonceng nyamping atau nganggkang itu ga ada kaitannya soal syar’i /agama ,yg wajib itu nutup AURAT …biar mboncengnya nyamping klo pake rok mini jg bikin melotot yg ngeliat .
    ada jg menteri lebay mencari pembenaran atas nama ilmu pengetahuan ,ngetes mobil dijalan umum tanpa izin ,plat plsu …trus klo dianggap salah “beliau” minta disamakan sprti masyarakat umum ,yg jg sering melanggar hal2 “sepele” …woooowwww . publik figur seharusnya kan memberi contoh yg baik. :@

    • terkait menteri tersebut, kita seharusnya bisa membandingkan baik dan buruknya org tersebut. jangan karena kesalahan sedikit, kebaikan yang udah banyak dilakukan jadi hilang…

  11. Kenapa pakaian daerah semakin jarang digunakan untuk pakaian sehari-hari?
    Karena untuk jaman sekarang terlalu ribet, dan dikenakan saat kegiatan-kegiatan tertentu saja
    Bagaimana boncengan? Jika ada yang berpendapat soal tradisi bagaimana kalau jengkeng atau bersila ha ha kata mbah saya 90th ++ tidak ada sejarahnya kita punya budaya naik motor (melu-melu londo ha ha), naik kuda? Dokar, andong mungkin (jaman kerajaan belum lahir)
    Sudah dicek dari kesehatan cepat pegel mana miring atau ngangkang?
    Masih banyak lagi yang perlu ditest, supaya jelas yang ideal atau yang benar bagaimana?
    Ini usul orang ngawur lho, yang lebih pandai, terpelajar dll silahkan mengoreksi dan menambahkan

  12. sebenernya blogger juga sepertinya kurang dianggep mbah kalo udah masalah ngangkang/ gak ngangkang soalnya yang nentuin itu kan pejabat tinggi setempat, memang sepertinya harus ada tumbal dulu supaya sadar… dan mungkin juga gak sadar :(

  13. Kyaaa mbah dukun, setuju banget mbah
    Dah lama gw kayanya ga komen di blog ini hak hak hak

    Jangan mayah2 mbaah

  14. Gimana dengan India om?? disana malah produsen (bukan konsumen) yang dituntut harus mengakomodasi budaya lokal (wanita memakai kain sari) dengan memasang Sari Guard. Saya kira kasusnya sama dengan di Lhokseumawe, bedanya di India yang dipaksa menyesuaikan diri adalah produsennya, sementara di sini konsumen (pembonceng wanita-nya) yang dipaksa menyesuaikan diri.

  15. Setuju Mbah.. Kayaknya perda ini bakal gugur dengan sendirinya pas lebaran nanti, dimana banyak orang mudik pake motor. Karena enggak mungkin duduk bonceng nyamping sambil bawa ransel dan memangku anak keci.. (belum lagi bila si boncenger ngantuk di perjalanan juga..)

  16. sebenarnay itu ada baiknya ,,,,,,,karena dari segi kesehatan dari para dokter….emang tidak di anjurkan …utkm kaum hawa…….dan sesuai dengan kaidah agama islam itu sendiri…..dan berlaku utuk daerah istimewa ACEH yang menerapkan……( tapi ada pengecualian dalam keadaan tertentu ) oke…

  17. Polemik Ngangkang dan nyamping.
    Nyamping memang kelihatan lbh sopan, namun bagaimana unsur keselamatan bagi pengendara dan boncenger nya ? Apakah lebih safety dari pada posisi ngangkang ?
    Begitupun posisi duduk ngangkang, posisi ini dianggap lebih safety buat pengendara dan boncenger. Kalau lah ngangkang nya kurang sopan, kan nga’ semua boncenger ngangkang sengangkang-ngangkang nya. Ini sajalah yang baik nya diatur, disosialisasikan, bagaimana supaya bisa lebih sopan. Sehingga keamanan dan keselamatan pengendara dan boncenger tetap terjamin.

  18. yg lain masih pada ngejar hit maklum pembahasan yg kayak gini gak mendatangkan banyak kunjungan beda sama artikel new vixi and cb
    #edisiblogermantenginhit.com#

  19. issue ini sudah dibicarakan di tv mbah, bbrp stakeholder jg hadir. yang jelas aturan ini belum menjadi perda dan nampaknya sebagian besar tidak setuju bila issue ini dikaitkan dengan agama. satu hal yang kurang dalam pembicaraan adalah pembahasan safety ridingnya mentah banget. maklum mbah peserta diskusinya lebih banyak dr kalangan agamis. maju perut pantat mundur mbah! kt dukung…

  20. Tujuan syari’at, salah satunya MELINDUNGI JIWA/NYAWA. Karena duduk ngangkang lebih safty/melindungi nyawa kita ketimbang duduk menyamping, maka duduk ngangkang seharusnya diwajibkah. Karena dia lebih “syar’i”. kalaupun khawatir akan letupan syahwat akibat rider dan boncenger yang bergesekan, maka perda, kalaupun mau, cukup mengatur cara bepergiannya diharuskan dengan muhrimnya. Plus cara berpakaiannya harus menutup aurat. (Trus naik ojeg gimana? Kan bukan muhrim! Itu sih darurat. Kecuali Pemda Loksmw punya angkutan masal yang menjaminkeselamatan jiwa penumpangnya)

  21. Polemik Ngangkang dan nyamping.
    Nyamping memang kelihatan lbh sopan, namun bagaimana unsur keselamatan bagi pengendara dan boncenger nya ? Apakah lebih safety dari pada posisi ngangkang ?
    Begitupun posisi duduk ngangkang, posisi ini dianggap lebih safety buat pengendara dan boncenger. Kalau lah ngangkang nya kurang sopan, kan nga’ semua boncenger ngangkang sengangkang-ngangkang nya. Ini sajalah yang baik nya diatur, disosialisasikan, bagaimana supaya bisa lebih sopan. Sehingga keamanan dan keselamatan pengendara dan boncenger tetap terjamin.

  22. persoalan di aceh sangat lucu, soale usulan kebijakan boncenger wanita tidak boleh ngangkang tidak ada kaitannya dengan ajaran Islam.
    Dalam Islam tidak ada anjuran ato kewajiban konyol seperti itu.
    Justru kalo ada tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain malah ada konsekuensinya alias dilarang.

  23. Emang klo duduk ngajegang knp sih?
    Perempuan tuh emang udah kodratnya buat ngajegang atau nungging xD

  24. masa’ iya pahlawan nasional dari aceh, cut nyak dien dulu nunggang kudanya duduk menyamping.. hahaa
    perda yg aneh, bu walikotanya coba suruh naik motor duduk menyamping..

    • Tempo hari saya liat di tv, kayanya berlaku buat perempuan yg dibonceng, bukan yg membonceng mas.

  25. Produk nyata otonomi daerah minus tata aturan : munculnya para pemimpin (IQ aslinya) bodooh bin tenggen banget (coba lihat track record prestasi dan prilaku mereka semenjak SD – Kuliah (mungkin kuliah abal-abal)).
    Dengan modal harta, doyan koar (tog kosong nyaring bunyinya) + sok alim , pake strategi preman bin mafia,.. nempel di parpol kampret,.. bikin sarang dimasyarakat awam yang memang selalu dikondisikan agar mayoritas tetap bodoh selalu (biar bisa dikerahkan kesana kemari dengan imbalan selembar oblong jelek ( mingkin Rp 5.000 dapat 3 )).. Jadi deh tu orang walikota / bupati / gubernur. Wajar saja kalo kerjaannya ngacoo terus.

  26. lucu gw ada komentator yang bilang…
    naik motor ngangkang juga belum tentu aman kok…. masih ada aja yang celaka…
    coy kalo gitu besok lau naik motor jangan pake helem ya… kan belum tentu jatoh trus palanya pecah…. udah gitu situ kan bawa motornya super safety… jd aman2 saja…
    trus jangan pake jaket juga… belum tentu masuk angin kan..
    asakanl safety riding….
    safety safety safety…..
    serah lu dah ah…..

  27. Kalo mereka beralasan karena melihat sejarah dan kebiasaan, adakah kisah pahlawan kita Cut Nyak Din selalu berkuda dengan duduk menyamping waktu perang???

  28. gmana kalo para bloger pergi kesana langsung trus ajak diskusi sama pemerintah yang mempunyai kekuasaanya dan kita jangan hanya koar-koar saja tidak aman tapi kasih solusinya biar bisa dapet tengah-tengahnya.

  29. tak bisakah diutarakan dengan lebih baik ?
    kalo mau bukti nyata, harusnya langsung ke TKP, oce ;)
    Talk less Do More !

    • kalo ada bukti nyata, kenapa harus ke tkp….. tinggal di upload gambar atau video kan???

      • maksudnya… langsung ngomong ke pembuat kebijakan mas,
        gw yakin, yang membuat kebijakan ngga melek internet, jadi akan tepat jika langsung ke TKP.

        tau iklan rokok tentang “talk less do more” atau iklan TransTV yg beberapa anak kecil mengejar bintang,
        disitu banyak orang yg cuma ngedumel dan marah-marah, ya.. cuma sebatas cuap-cuap dan teriak-teriak, tapi sumber masalahnya ngga disentuh.

        btw, maksudnya tinggal upload gambar atau video dan hubungannya dengan komen gw yg loe reply apa ya ?

  30. aturan itu memang sangat tidak saya rekomendasikan, soalnya pernah kejadian sohib saya yang jatuh krn mboncengi ibunya secara menyamping…dan saya sendiri pernah merasakan klo posisi seperti itu memang membuat keseimbangan banyak terganggu, jadi sebisa mungkin ya nggak lah…

  31. bukan masalah peraturan2an, dan daerah2an….. masalahnya lebih safety mana boncengan nyamping apa ngangkang ? trus ada yg bilang sampe sekarang do’i bonceng nyamping istrinya ga pernah kecelakann……. ingat kecelakaan itu bukan dr kehati2an kita…… kecelakaan itu bisa saja datang dr kesembronoan biker atau driver atau gerobak atau becak atau sepeda atau *bajaj atau pejalan kaki…… ketika kesembronoan itu datang dr a4rah kiri kita yg bonceng nyamping atau yg bonceng ngangkan apa yg akan terjadi ?? mana yg lebih fatal ??…… yuk mari kita jalanin logika aja…….

    • jawabannya adalah.. apes mas.. tuhan punya mau. saya sudah berdoa dan hati2… biasanya aman kok.

  32. Wah…wah….tambah kacau saja jadinya ya. yang jelas nantinya akan lebih banyak yang ” Koproll ” sambil bilang WOOW gitu..xixixixi

  33. Benar sekali Mbah, kalau di jalan, safety nomor 1. Tapi kalau sudah dikaitkan agama, urusan apa saja bisa runyam. Dari sisi kesehatan, bonceng menyamping juga lebih banyak dampak negatifnya.

  34. itulah jika sebuah daerah ingin menegakkan hukum islam, tp dasarnya tidak kuat, entah atas alasan apa bisa ada peraturan spt itu, jelas itu PEMBODOHAN OTOMOTIF

  35. zaman para pahlawan wanita aceh, udah pasti ngangkang kalo naek kuda….dan gak ada yg protes dan bikin peraturan2 dan sanksi2……KNP? krn para pria SIBUK mikirin daerahnya , orang lain dan melawan penjajah…dan tetap beragama.
    NAh, zaman edan sekarang, krn gak ada yg dilawan lg dan egois……syahwatnya pun otomatis naik semakin tinggi dan level self-control merosot dan kecerdasan menurun drastis……….so, dgn cerdas para pria aceh sono (lokhs.tepatnya) harus cari cara supaya tampak alim. Dicomotla adat2 dan dibumbui kalimat2 agamawi, dan diterapkan la di bidang otomotif acara pembodohan ini.

    So. buat sampeyan2 yg bela2in, diam dan setuju, hanya karena bumbu agama dan adat………mgkn sampeyan ikut tertipu. Krn CUMA orang dewasa yg ngerti dan bisa bedain mana yg real dan berguna dari yg cuma lipstick agamawi hanya demi menutupi ‘kotoran tersembunyi yg gak sanggup dibersihkan’.

  36. lama2 diaceh bisa ada larangan naik motor akibat banyaknya kecelakaan dr larangan bonceng ngangkang ini…bnr2 miskin jatidiri bangsa…larangan ngk disesuaikan dg perkembangan jaman.klo naik mobil dg orang yg bukan muhrim gmn ya? lama2 disana mungkin ngk akan ada angkutan umum taksi kereta bahkan pesawat.mau pd naik kuda / onta semua…mo tiru arab kayaknya perlu mikir 1000x…TKI kita yg jd budak sex orang arab aja banyak apalagi video mesum arabian.

  37. Ntar kalau ada yg acara Debat di TV *ne tentang ini….rame-rame ngikut aja gimana?hehehehhe :D

  38. siapa sih yg membuat aturan ini?
    coba tuh si pembuat aturan suruh merasakan bonceng miring, jalan muter2 kota setengah jam aja dgn kecepatan 40kpj setelah itu gantian dia yg bawa motor dgn boncenger duduk miring biar tuh si pembuat aturan konyol tau gmn rasanya?

  39. udahlah biarin aja!! Yg penting aceh sekarang udah g ada GAM nya mbah!!! Peraturan koplak dikit sabodo yg penting aman terkendali daerahnya!!

  40. Gak usah diributin soal ngangkang. Justru cewek2 tanah rencong harus bergembira sama aturan ini…. Ini artinya, suami atau bapak nya harus memfasilitasi mereka dengan mobil. Adem, gak keujanan…

  41. mbah ada sedikit uneg-uneg nih. terkait otomotif juga. misal jika ada sebuah kecelakaan yang melibatkan antara motor dan mobil, kan biasanya yang disalahkan adalah mobilnya meskipun kenyataannya yang salah adalah motor nya. bagaimana menurut mbah tentang hal ini..?? emang adakah aturannya jika yang besar tetap salah..??

  42. Daripada kita ribut2 hal sepele soal “ngangkang” idealnya dan lebih bagus kita semua bantu walikota Aceh lhokseumawe buat aturan yang bijaksana saja seperti membuat “angkutan umum khusus wanita” yang cara duduknya “tidak ngangkang”. wkwkwkwkwk

    Kalo mayoritas kaum wanita di aceh dah disediakan “angkutan umum khusus wanita” dan mereka cara duduknya masih “ngangkang” juga lebih baik yg merasa dirinya wanita di aceh pada jalan kaki saja kemana2 (kantor/ shoping/ sekolah/ kuliah/ dll).

    Jalan kaki kan lebih praktis tuh dan gak ribet sama UU. Biarin saja pada gempor kakinya. wkwkwkwk

  43. Sekedar pendapat pribadi, saya setuju sepeda motor didesain bukan untuk duduk menyamping. Tp adat istiadat suatu daerah jg harus kita hargai, pasti ada beberapa daerah yg punya adat istiadat tidak sesuai dgn hal2 yg umum kita lihat. Tetap kita hargai, gini aja dech., ntr kita perbandingkan saja tingkat rawan kecelakaan daerah yg menerapkan wanita bonceng duduk menyamping, sama suatu daerah yg bebas mau ngangkang atau menyamping. Apabila pemda loksemawe aceh sukses menekan angka kecelakaan brarti mrk sukses menerapkan aturan tsb walopun bagi dunia otomotif salah besar., tp apabila angka kecelakaannya lebih tinggi maka peraturan tersebut GAGAL TOTAL, harus di revisi atau di MUSNAHKAN saja. Kasih aja kesempatan dan bukti biar para tokoh adat, pemimpin tau resiko yg mreka hadapi. ADiL toh..yg penting satu ayat sdh disampaikan. Tdk perlu dilanjutkan dengan cacian seolah merasa paling benar.

    • Maksudnya rakyat dijadiin kelinci percobaan……. kenapa nggak yang bikin aturannya suruh ngantor dibonceng nyamping!

  44. woooyy..tong..org aceh bukan pade ribut..!!! lebih baik ga selamat di jln dari pada masuk neraka..!!

Komentar ditutup.