Masalah mendasar : ada anggapan sang “penyampai” ingin jadi pahlawan dengan knowledge pas pasan ?
salah satu yang menjadi penyebab kenapa artikel yang membahas soal “safety riding” tidak digemari menurut mbah itu banyak hal. Salah satunya dikarenakan oleh “sang penyampai” … maklum di tahun 2012 ini rasanya mereka yang sudah berani membawah panji “safety riding” adalah orang paling hebat, sakti suci dan sempurna
wew ! padahal dengan pembawaan seperti itu jangankan didengar yang ada justru jadi penolakan … nah luh ?
sebuah teori mengatakan : agar anda terlihat tinggi, berdirilah disamping orang yang lebih pendek
dan ini yang terjadi. Banyak orang yang mengkampanyekan soal safety riding ingin secara “instan” disebut PAHLAWAN SAFETY RIDING … padahal baik pengalaman dan Knowledgenya kosong
jadilah pegiat safety riding karbitan. Ingin terlihat Safety … caci maki mereka yang “belum” atau sedang “lengah” tidak safety riding … simple kan !
Tidak suka dengan artikel “Safety riding” = alay ? ntar dulu jeng …
nah yang menarik juga ada fenomena dimana terkesan ada anggapan bahwa mereka yang enggak menyukai artikel safety riding = alay yang enggak safety ? wah ntar dulu bro
soalnya beberapa dari mereka yang secara terang terangan mengatakan enggak suka soal artikel safety riding justru berasal dari kalangan yang justru “amat paham” mengenai dunia defensive riding yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
anggapan mereka justru “kebanyakan artikel safety riding itu dasar banget, seperti ngajarin anak tk” … “gak realistis dan gak relevan” itu kata masbro yang beberapa waktu lalu ketemu mbah
hmm maksud ? dia ngejelasin, gimana orang bisa tertarik dengan artikel tersebut kalo isinya cuma ngejelasih hal yang terlalu “mendasar” alias basic banget. Bahkan dia menambahkan, artikel kadang irrelevan
soalnya banyak yang isinya munafik dan lebay … gak mungkin dilakukan di dunia nyata alam jakartalah … jadi kalo anda mengajarkan sesuatu yang tidak di aplikasikan … yah anda bisa tafsirkan sendiri dong
![]()
Kebanyakan cuma mbahas “Teori” tanpa Tips … kalo soal Trotoar mah KAMBING juga tau ! eh enggak ya ?
sebut saja mengenai banjir … pernah anda baca artikel soal bagai mana cara aman menghindari lubang jalanan yang tertutup banjir ? belum kan ? atau apakah anda pernah membaca artikel gimana caranya melewati perempatan tanpa lampu lalu lintas ? atau tips gimana caranya melewati jalan berpasir ? amat jarang kan ? paling yang anda baca adalah … Trotoar jangan dilewati motor … Lah kambing juga tau TOT ! eh enggak yah
atau berenti di garis putih … garis putih maneh ? yah apapun itu … banyak hal kenapa artikel safety riding memang kudu di benahi, khususnya dalam hal “Packagingnya”
Sementara belum belum sudah main menghakimi pengendara lain … seperti juga kampanye, untuk didengar dan mendapatkan pengikut baru, anda mustahil “menyerang” kelompok lain, karena justru merekalah yang harus mereka rangkul. Tapi dengan menyeran biker lain yang belum paham soal keselamatan berkendara secara frontal … ya udah alamat kampanye anda percis dengan Mitt Romney … SIA SIA !
No Hard feeling bro … tapi “Safety Riding” pun butuh marketing yang baik !
gimana anda bisa kampanye safety riding, jika kamapanye itu sendiri dipenuhi oleh pegiat yang ingin jadi pahlawan karbitan dan di kemas dalam kemasan yang buruk dengan cita rasa yang buruk! jika ingin kampanye safety riding, haruslah dibuat lebih menarik dan berkwalitas … ya kan





