
Kejadian diatas skutik … kecepatan 20 km/jam … full gear dan HI Side !!!
lihat foto diatas ? hehe kejadianya sudah lewat lebih dari 3 bulan yang lalu sih … Tapi apesnya sampe sekarang masih jadi bahan celaan sama anak anak
preeet! akibatnya sempet di gips 3 minggu, fracture di 2 bagian dan absen riding hampir 1 bulan. Thx kepada tante tante di Cafe Racer, sis Satri sis Botol dan suster Danu dengan diagnosisnya yang kacau balaw
udah jadi ojeker selama 1 bulan
sebenernya agak bingung juga kalo di pikir pikir. soalnya kejadianya di kecepatan kurang dari 20 km/jam plus dengan pakaian full gear (Jaket-Sarung tangan-Protektor-Full Face) … tapi entah kenapa naik skutik dengan tenaga on wheel kurang dari 10 hp bisa sampe mengalami kecelakaan yang spektakular
… lucu sih
tapi mbah enggak habis pikir …

Tidak terbiasa dengan matic dan sarung tangan … thats the problem !
rekan rekan mbah baik di SBS, Cafe Racer, Ducati dan R15 juga bingung … lha kok bisa? nah setelah melakukan penerawangan, plus menantikan wangsit akhirnya sampai pada kesimpulan. Yaitu karena mbah enggak terbiasa pake skutik dan sarung tangan. Lha ? nah ini yang menarik soalnya kontrol pada skutik adalah pakai gas, rem harus dikombinasikan antara depan dan belakang. sementara sarung tangan, bagi yang enggak terbiasa “feel” di tangan menjadi minim, terlebih dalam “panic” – “emergency” reflek alam bawah sadar menjadi berkurang. Akibatnya motorik tangan pun tidak maksimal. (sebaliknya pun terjadi)
mbah sendiri keseharian kalo enggak pake si hamster yang punya 190 hp atau naik si panzer yang berbobot lebih dari 250kg. Tapi kok aman aja ? jawabanya sebenarnya sederhana … karena mbah udah terbiasa dengan motor tersebut, maklum sudah 6 tahun lebih mbah keseharian naik motor kopling plus dengan karakter mesin galak, sehingga secara reflek alam bawah sadar mbah udah terbiasa, termasuk riding character plus engine behaviour. Yup kita ga bicara ABS-Traction Control atau Automatic stability control .Tapi lebih pada konsep dasar penggunaan motor. Salah satunya kopling yang mengatur antara engine dan output. nah makanya isitilah “alah bisa karena biasa ” itu benar adanya