
ini burung Emu …
produk “laku” namun tidak benar benar laku …
mbah bicara penjualan motor Segmented. Alias bukan skutik dan bebek. yah sebut saja volumenya tidak sampai 3.000 unit setahun, apapun itu. seorang petinggi menggembar gemborkan produknya sudah laris dalam kurun waktu 2 bulan pertama. dalam jumlah fantastis untuk kisaran harganya. Dan ia mengatakan mampu memperluas penjualan dalam volume yang sama hingga 10 kali lipat … Berdasarkan ? asumsi penjualan dua bulan pertama … bravo … mungkin jika bicara dengan mereka “pemodal” namun minim pengalaman maka hal tesebut amat menjanjikan. Tapi sebenarnya penjualan tersebut semu …
semu ? kan unit nya ada yang terjual, terkirim dan dipakai ? trus bisa bisanya mbah bilang penjualan semu ? tapi buat mbah tetap saja ini adalah hasil penjualan semu ! karena bukanlah penjualan yang sebenarnya.

Produk bagaimanapun harus memiliki segmen alamiah … jika salah justru malah jadi Bumerang !
anda bisa saja menawarkan produk kepada segmen yang berada diatasnya. Terlebih jika produk tersebut “unik” layaknya “mambo number 5″ makan anda tidak akan kesulitan menjualnya. segmen “non alamiah” terlebih dengan daya beli dan spontanitas yang baik akan dengan mudah menyerap. Secara numerikal penjualan pun akan menjadi baik. Tapi ingat angka tersebut bukan berasal dari segmen alamiah. karena segmen non alamiah tersebut bisa membuat kacau penjualan produk itu sendiri. lewat mana? lewat resale value.
segmen non alamiah bisa dengan mudah “melepas” produk yang mereka beli dengan harga yang diluar estimasi resale value penjualnya. Dan hal tersebut bisa mengakibatkan ketidak sinambungan harga baru dengan harga sekon produk tersebut. Dengan rendahnya harga produk sekon dibandingkan produk baru dan terlebih umur kedua produk berdekatan, ya alamat penjualan yang baru akan tergoncang …

anda sulit melakukan recovery … dan anda bukan Lou Bega !!!
dan hal ini sudah terjadi dalam dunia nyata. okelah efek mambo number 5 terhadap i got a girlfriend memukul lou bega. Tapi beda ceritanya dalam dunia Otomotif. Lagu mambo number five tidak memiliki resale value ataupun secara langsung merusak penjualan album berikutnya. tetapi efek penjualan non alamiah bisa menciptakan gelombang penjualan produk seken dalam jumlah besar, harga murah dan kondisi nyaris baru … dan kejadian ini dipastikan akan mengganggu penjualan produk barunya … Recovery ? bisa ! tapi sepertinya hal itu tidak akan dilakukan …
menyelamatkan market sekon untuk menjaga keseimbangan produk baru vs produk sekon jelas bisa dilakukan. Contohnya dengan “buy back” policy dari principal. Sehingga pasaran sekon tidak akan terlalu jauh dibawah pasaran baru. yang menjadi masalah apakah APM mau melakukan hal tersebut ? Belom tentu, karena terlihat dari awal mereka sudah memiliki agenda lain, bahkan mereka pun rela “memakan” atau “termakan” penjualan semu …
Artikel ini mohon tidak dikaitkan dengan pabrikan manapun, terutama Mv Agusta dan KTM berhubung keduanya adalah sahabat dan rekan lama

