31
Okt
11

MotoGP : Harusnya belajar dari WSBK !

WSBK sukses mempertahankan jumlah grid !

sebenarnya permasalahan fundamental yang dialami oleh MotoGP tidak saja karena mahalnya biaya kompetisi yang berujung pada menciutnya jumlah pembalap dan partisipan. Oleh karena itu, Dorna membuat klasifikasi motor tipe baru yang disebut CRT (claimed rule team) hanya demi mempertahankan jumlah peserta di grid. Sementara WSBK mereka  justru sukses menjaga jumlah peserta melalui cara yang jauh lebih baik dan sederhana. Iklim kompetisi yang baik!

tanpa adanya kesuksesan, baik sponsor dan pabrikan pun bisa dibilang gerah untuk mengikuti kompetisi. Hal ini juga yang membuat beban tim satelit semakin berat. Tim pabrikan di MotoGP berada di liga yang berbeda dibandingkan tim Factory supporter dan satelit. Otomatis nilai jual tim non pabrikan akan terus menyusut dan berujung dengan henkangnya sponsor atau setidaknya dalam nilai nominanya!

Iklim kompetisi yang baik di WSBK terbukti sukses menjaga jumlah pembalap di grid!

dalam 5 musim balap terakhir, di WSBK kita mendapatkan 5 juara dunia dari 5 tim yang berbeda dengan 4 motor yang berbeda. 2007, Toseland berjaya diatas Honda CBR 1000 RR, 2008 giliran Bayliss diatas Ducati 1098R Factory, 2009 Ben Spies bersama Yamaha R1 Factory, 2010 Biaggi dengan Aprilia RSV4 Factory dan terakhir Carlos Checa diatas Althea Ducati yang notabene tim satelit – Factory Supported.

hal inilah yang tidak ada di MotoGP. Pemenang atau juara dunia motogp selalu berasal dari tim pabrikan dan mereka yang menjadi juara dunia selalu menjadi kampiun lewat dominasi (800cc era). Stoner 2007 & 2011 , Rossi 2008 & 2009 dan Lorenzo 2010. Saat mereka tampil sebagai kampiun selalu terjadi dominasi total. Kecuali tahun ini, di WSBK hal itu jarang terjadi. bahkan Checa sendiri tampil dari tim Satelite – Factory Supported. Jika motoGP ingin memiliki jumlah peserta yang sehat, kita tunggu saatnya  Cardion AB Ducati, Gresini Honda atau  Rizla Suzuki tampil sebagai kampiun! Disini kita bisa mengatakan grid motogp bakal membesar ! :D


24 Tanggapan ke “MotoGP : Harusnya belajar dari WSBK !”


  1. 4 redlight
    Oktober 31, 2011 pukul 10:07 am

    wsbk juga dipusingkan dgn aturan istimewa buat ducati :D

    juga sempat pusing waktu krismon tim2 besar mundur

    starting grid mungkin terjaga, tapi kualitas pembalap turun. yg jago2 pindah ke moto2 & motogp

  2. 5 SIPPIRILLI
    Oktober 31, 2011 pukul 10:21 am

    Karna jomplangnya paket pengembangan motor. Sistem elektronik tidak semua team ada. Kalo digabungin aja antara motoGP dam WSBK gmana tuh ya?

  3. Oktober 31, 2011 pukul 11:05 am

    wakakkakka gak ngebayangin kalo nanti yang balepan cuma 3 orang

  4. 9 satria biru
    Oktober 31, 2011 pukul 11:20 am

    sulit klo dimotogp bisa menyamakan tim pabrikan dengan tim satelit karena motor motogp biasanya didesain mengikuti masukan pembalap utama pabrikan dan juga paket part perbaikan diberikan tidak bersamaan mengingat diutamakan dulu tim pabrikan yang menerima. beda dengan WSBK yang masih menggunakan basic motor standar yang d upgrade sesuai keperluan masing2 tim. itu menurut ane bro…

  5. 10 raya
    Oktober 31, 2011 pukul 11:39 am

    lho, kan gak ada bedanya, wsbk yang menang juga tim factory semua..

  6. 12 Vespa Ijo Rider
    Oktober 31, 2011 pukul 12:02 pm

    penyelenggara WSBK bisa kipas2… penyelenggara MotoGP ngos2an..!! :D :D

  7. 13 ewink
    Oktober 31, 2011 pukul 12:30 pm

    pabrikan BMW masuk 2 motor, Aprilia masuk 1 motor, KTM masuk 1 motor, TRIUMP masuk 1 motor, MV AGUSTA masuk 1 motor dan KAWASAKI masuk lagi 1 motor. lumayan tuh udah nambah lagi 7 motor pabrikan dan pembalap, hehehe (kalo yg gede dari AS sono sih ngak usah masuk ye karena ngak punya motor kenceng, xixixixixi)

  8. 14 sportrider
    Oktober 31, 2011 pukul 12:47 pm

    maklum mbah namanya ajang adu prototype, pasti biayanya mahal. Tapi yg saya heran, balapan F1 kok gak pernah sepi ya meski biayanya lebih mahal. Tapi di F1 tim non pabrikan bisa bersaing sama tim pabrikan contohnya kayak red bull & force india.

  9. Oktober 31, 2011 pukul 12:58 pm

    semoga Saja team CRT tahun depan ada yg top mendominasi karena mesinya mesin yg umum dijual semoga saja lebih sempurna dari Riset mesin 1000cc motogp yg baru

  10. 19 boombox walker
    Oktober 31, 2011 pukul 1:27 pm

    dilematis sih. soalnya yg banyak uang tentunya tim pabrikan dan mereka bisa mengembangkan teknologi dibanding tim satelit. mengandalkan sponsor diluar pabrikan juga masih sangat berat. nah, klo jd sponsor jelas pilih yg paling mungkin jd juara. ga mungkin donk sekelas repsol akan ngebiaya’in tim gurem. klo ane malah setuju dg gaya F-1 dimana akhirnya regulasi yg dibuat agar lebih kompetitif sehingga tim “gurem” punya kans yg sama

  11. Oktober 31, 2011 pukul 1:31 pm

    regulasi tahun 2012 untuk motogp harusnya untuk ban jangan 1 merk saja, terus untuk sirkuit jangan di eropa aja, masak asia cuma beberapa negara aja. ini yang membosankan dan seperti di monopoli negara Eropa. Padahal Jepang adalah salah satu penyumbang di ajang MotoGP dan WSBK.

  12. 22 ducatista
    Oktober 31, 2011 pukul 6:43 pm

    kalo perlu KTM , BENELLI , BMW , KAWASAKI , APRILIA ,BUELL, MV AGUSTA , HARLEY DAVIDSON ikut MotoGp ,kan seru . Motor cina juga boleh (kalo mesin nya kuat )

  13. Oktober 31, 2011 pukul 9:04 pm

    bener banget terasa timpang dan beda kelas , nmnya terlalu dominan jlas membosankan.. moga diperingan biar bnyk tim dan merek masuk..

  14. 24 kudalumping
    November 1, 2011 pukul 9:08 am

    kayaknya emang susah,,salah satunya emang karena balapannya pake motor prototype, motor prototype dianggap sebagai motor “terbaik” yang bisa di buat oleh pabrikan,, ga mungkin mereka biarin brandnya dikalahin merek lainnya, ya caranya gelontorin dana yang bikin mata melotot, yang ga bisa diikutin tim satelit,


Komentar ditutup.

Jarak Tempuh

  • 11,440,512 Km

Arsip

INDOBIKERS, Indonesian Bikers Community


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 317 pengikut lainnya.