30
Okt
11

MotoGP : Mempertanyakan Status CRT di MotoGP (Part 2) Kesenjangan

MotoGP bukan Moto2 …

Biaya GP250 hingga 2009 terlalu besar. Bahkan di akhir eranya hanya ada dua pabrikan raksasa yang turun di balapan ini (diluar Doni Tata bersama Yamaha di 2008) hanya Honda yang pada akhirnya menutup era 250cc dengan kemenangan, serta piaggio Grup yang diwakili oleh Aprilia (Lorenzo, Bautista, Barbera) dan Gillera (Alm Marco Simoncelli)

Dorna mengambil inisiatif dengan membuat balap OMR-E (One Make Engine) dimana pabrikan dan tim masih bisa berprestasi dengan membuat frame yang sama namun diharuskan menggunakan mesin yang ditentukan oleh FIM-Dorna, yaitu berbasis pada Honda CBR600RR. Otomatis kompetisi terfokus pada “frame maker” dan “pembalap” tapi tidak pada engine dan elektronic maker!

Jadi tim Satelit dengan motor Factory Supported aja susah, apalagi CRT !

Sejak era MotoGP 800cc dimulai tahun 2007, tidak pernah sekalipun terjadi tim Non Pabrikan , terserah mau pake brand apa mampu memenangi balapan. bahkan di era 2009,10 hingga penghujung 2011 ini untuk menembus podium pun menjadi hal yang mustahil bagi tim Satelite. Dengan talenta dan kenekatan sekalipun naik podium hampir tidak mungkin dilakukan oleh tim Non Pabrikan. Bahkan Simoncelli pun terpaksa meregang nyawa hanya karena ingin memaksakan diri bersaing dengan tim pabrikan.

lalu apa gunanya CRT ? pemenuh grid ? atau tim spesialis bulan bulanan ? atau apa ? Bisa dibilang untuk menghadapi Marc Marquez , Bradl dan Ianone di Moto2 saja kecil kemungkinan pembalap bermotor CRT bisa mendominasi … ingat mendominasi!


21 Tanggapan ke “MotoGP : Mempertanyakan Status CRT di MotoGP (Part 2) Kesenjangan”


  1. 7 huueey,.
    Oktober 30, 2011 pukul 11:05 am

    harus’y kaya di F1 y mbah,
    klo di F1 ada batasan anggaran byr tim2 kecil bisa masuk n byr tim2 gede ga terllu over bwt ngembangin piranti2 yg bnyak nyedot duit n bikin kecepatan hampir imbang,
    jadi sesekali tim2 kecil bisa nyodok k depan,yah wlopun ssekali’y itu jrang bngt he,.

    Back k motogp,
    liat repsol honda,jor2an ngembangin gearbox,nurunin 4 mtor pabrikan n ahir’y bisa dominasi musim ini,.

    Imho,cmiiw,.

  2. 9 win
    Oktober 30, 2011 pukul 11:09 am

    pabrikan lain mau terjun tp liat catatan waktunya tim2 raksasa jd minder
    ra sido….
    mending one engine kayak moto2 lbh seru,skalian membuktikan rider mn yg lbh jago

  3. 11 necel
    Oktober 30, 2011 pukul 11:37 am

    Gapapa mbah. Kan bisa untuk latihan pembalap. Buat regenerasi gitu

  4. 12 Mbelgedhess
    Oktober 30, 2011 pukul 12:21 pm

    YA GAPAPA TOH BUAT MENUHIN GRID…..MASA BALAP TINGKAT ‘DUNIA’ CUMAN DIHUNI SEMBALAP YANG JUMLAHNYA BELASAN???

  5. 13 sportrider
    Oktober 30, 2011 pukul 12:39 pm

    emang laptime tim CRT berapa mbah? selisihnya berapa detik dari motor prototype tim factory?

  6. Oktober 30, 2011 pukul 12:50 pm

    mereka hanya tuk ngeramein balapan aja,kayak kampanye gitu..partisan hehehe

  7. 15 Dendy
    Oktober 30, 2011 pukul 2:11 pm

    Tapi kan CRT bisa pake 16 mesin mbah ? (kalau gak salah) sedang non crt cuma 8 mesin. Jadi kemungkinan bisa berkembang.

  8. 17 Ade
    Oktober 30, 2011 pukul 5:26 pm

    Tau ah pusing.

  9. 18 rullynova
    Oktober 30, 2011 pukul 7:31 pm

    Motor WSBK masih lebih kenceng daripada motor CRT?
    Bukannya motor CRT basicnya dari motor SBK (motor massal)?

  10. Oktober 31, 2011 pukul 7:00 am

    jadi kangen GP 500,, jgnkan pembalap satelit,, sembalap wild card aja msh bisa menang..

    http://warungbaksosabar.wordpress.com/


Komentar ditutup.

Jarak Tempuh

  • 11,440,512 Km

Arsip

INDOBIKERS, Indonesian Bikers Community


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 317 pengikut lainnya.