
Pembalap … Casey Stoner Kok Bisa ?
tunggu dulu, sebenarnya permasalahanya bukan antara casey stoner dan Vallentino Rossi semata. Memang kita bisa bilang Musim lalu Stoner berhasil menang sebanyak 3 kali dan bekali kali naik podium. Tapi sebenarnya Stoner sendiri sudah mempermasalahkan masalah front end dari desmosedici sejak melakuak “perubahan” dari twin trellis menjadi carbon fibre. Stoner sudah complain masalah ini sejak qatar 2010. Tetapi pengalaman stoner di ducati sendiri yang membuat motor tetap kompetitif.
Rossi sendiri melakukan banyak solusi instan dengan melakukan berbagai macam perubahan, tapi ingat ini ajang motogp dimana 0,01 detik memiliki pengaruh besar. dan nggak ada hari potter disini
![]()

Faktor Frame antara Frameless dengan Trellis
dikalangan praktisi balap, faktor perubahan frame menjadi topik hangat. Sebagai mana Ducati yang merubah konfigurasi frame dari trellis menjadi karbon frameless. Bahkan ducati sendiri saat ini mengaplikasikan teknologi frameless dari motogp ke motor jalan raya masa depan mereka (1199) . Penggantian dari rangka besi ke carbon frameless technologi memang sudah menghasilkan 7 kemenangan buat stoner (4 di 2009 dan 3 2010) dengan asumsi rangka karbon membuat motor lebih kaku dan lebih muda di setting.
rangka lebih rigid berpengaruh pada pengendalian motor. Oke buat pengendara agresif seperti stoner ini berguna, cuma sejauh ini memang cuma stoner yang brutal seperti itu, sementara 16 pembalap motogp lainya memiliki karakter berkendara yang lebih normal.

R&D dan pengembangan mesin 1000cc
ini merupakan pilihan yang cukup dilematis bagi tim motogp. Tidak terkecuali Ducati. mereka sendiri tidak ingin “tertinggal” dan menghabiskan waktu untuk musim 2011 dimana kali terakhir mesin 800dipakai. Sumber daya uang dan waktu mereka harus prioritaskan ke msin dan frame untuk motor 1000cc ketibang pengembangan motor yang hanya akan dipakai 8 seri lagi. ini harus diingat
krisis ekonomi yang kerap mengancap tim balap menjadi peringatan bagi setiap tim untuk berkonsentrasi memilih mana prioritas utama mereka, apakah musim ini atau musim depan. Nampaknya ducati memilih untuk konsentrasi musim depa ketibang habis habisa di musim ini!



















KOMENTAR