Arsip untuk Februari, 2011

28
Feb
11

Testride yang Bikin Insomnia …

Diavel … Dasar “iblis” kampret

Diavel dalam bahasa inggeris artinya Devil kalo bahasa prancisnya artinya Iblis. Nah kalo kampret adalah hewan yang kelayapan malam hari. Kembali ke toilet, nah seperti yang pemirsa ketahui bahwa Mbah mu yang terlalu ganteng dan digilai banyak orang ini, merupakan manusia kedua yang melakukan testride Ducati Diavel setelah eyang Nug yang tentunya empunya ATPM  Ducati Indonesa. Nah Eyang nug hanya mencoba Diavel sejauh 1 km. Sedangkan Mbah menyikat Diavel sejauh 20 km. Nah jika kita berada di atas sesuatu yang spesial, maksudnya motor, jangan ngeres dong! gimana seh, kadang dibawah juga ada yang ueeenak asal yang diatas agresif seperti Streetfighter :mrgreen: maka pasti ada konsekuensinya :P

Pikiran “di Diaveli” siang malam … Jadinya begadang kayak “kampret”

Kalo tante Nadhi menganggap Test Ride itu bagai ratjun, nah kalo embah Test ride Diavel itu bagai minum Espresso 10 shot + Jagger Bomb 15 shot. Pikiran jadi hiper aktif, halusinasi dan histeris 8O makanya mbah semakin digilai orang orang :cool: bayangin deh, motor bongsor lebih gede dari B-King, tapi dengan bobot 200 kiloan, tenaga yang bisa dibikin liar seperti Superbike 1198 Carlos Checa tapi juga bisa dibuat manis seperti skutik (nah ini lebay). Bayangin kalo mengendarai motor tersebut siang – malam :cool: … nah ngomong ngomong siang malam, pasca test ride Diavel, mbah jadi sulit tidur :? kenapa  ? Pikiran mbah yang suci ini “di Diaveli” oleh Ducati Diavel 1200  … Oooo My God … Damn! Diavel !!! AAAaaaadDDDduuuuhhHHH mak! I loPh You Pulll !!!

Video Ducati Diavel …

 

28
Feb
11

Untuk Menghadapi CBR250R … YMKI Perlu merilis Yamah R15 … Lho?

Posisi Yamaha sedang tidak menguntungkan

Yamaha secara global tidak dalam posisi yang menguntungkan dalam menghadapi honda. Di pasar global mereka terus terkikis. Dalam kondisi seperti ini bukan hal yang asik buat mereka bila ingin mengeluarkan motor yang benar benar baru. Disamping makan biaya besar, waktu nya pun tidak sedikit. Artinya diposisi yang tidak menguntungkan ini  Yamaha harus bisa bertindak dengan cepat dan akurat.

Yamaha R-15 , Sudah teruji tinggal brojol!

Di segmen Sport 250 praktis cuma Yamaha yang nggak punya line up. Disaat yang sama  YMKI merupakan tulang punggung utama Yamaha secara global. Kehadiran CBR250R berbeda dengan Ninja. Pasalnya CBR250R memiliki drag up effect, yaitu menaikan gengsi line up AHM lainya meski secara tidak langsung (kebalikan Ninja 250R yang memiliki drag down effect pada varian di atasnya, khususnya ZX6R … dibahas di artikel lain yeee ;) )Nah untuk menghadapi CBR250R ada dua pilihan bagi YMKI, memasukan motor R-15 yang memiliki platform sama percis dengan V-ixion sehingga meminimalisir kebutuhan logistik, atau motor yang benar benar baru di segmen yang sama. Sepertinya melihat kebutuhan dan kondisi, YMKI seharusnyamemilih menelurkan R-15 dalam hal ini menggenjot quantity over qualita (CBR-250R) … tetapi akankah yamaha YMKI bersedia melakukanya? Tungguin aja dah!

28
Feb
11

Membiasakan “Fitur” Moge Eropa lewat CBR250R

tmcblog.com

Seperti Ninja 250R … CBR 250R memberikan fitur yang baru dikenal oleh publik

Sebagai refreshing lagi, kita telah mendapatkan Ninja 250R yang hadir untuk pasar global. Artinya motor yang kita beli memiliki fitur yang sama dengan yang ada di amerika atau eropa. Nah begitu juga CBR250R. Produk “global” tersebut umumnya hadir dengan kemasan yang berbeda dibandingkan produk “regional” seperti Honda Super Fit ato Jupiter MX. Karena produk ini memang dirancang untuk memenuhi masyarakat secara umum tidak saja untuk kawasan tertentu!

Riding Position agak “ngangkang”

Fitur yang paling kentara adalah ukuran tangki yang melebar ketibang memanjang. Bisa dibedakan dibandingkan CBR150 atau Ninja 150R. Nah hal ini untuk mengakomodir buat bikers dengan tinggi diatas 165cm agar lebih nyaman kasarnya (buat biker jangkung, mengapit tangki dengan model memanjang = menyiksa si burung :lol: ) tapi itu betul. Konon disebut “syndrom tangki anorexia”

Posisi Stang yang lebih melebar

Bisa dibandingkan dengan motor sport untuk pasar regional. posisi Stang CBR250R lebih melebar. Memang buat biker yang berukuran “mini” efeknya adalah mereka harus lebih membungkuk dan “stretch”, tapi buat bikers dengan tinggi diatas 1.65 posisi stang yang melebar artinya posisi mengemudi tersebut lebih rilex. Terutama untuk perjalanan jarak Jauh!

Fitur DRL dan dashboard yang mengutamakan “Tachometer” ketibang speedometer

Nah jika kita melihat moge, bisa dijamin nggak bakal ada switch untuk mematikan lampu. Karena memang mereka telah mengaplikasikan fitur DRL. Begitu juga dengan CBR 250R. Nah fitur lainya adalah Dashboard CBR250R mengaplikasikan display kombinasi. Dimana Tachometer dibuat analog dan besar, sedangkan speedometer dibuat kecil dan digital. Nah ini adalah khas motor sport. Karena saat melakukan “track day” di sirkuit, fokus pengendara ada pada RPM bukan pada speedometer. :D … Nah gimana? Monggo di share :D

27
Feb
11

WSBK : Phillip Island – Kastamer Ducati Dominasi WSBK

Tim Pabrikan Mundur … Tim Satelit Berjaya

Hampir semua orang mencibir ketika tim Pabrikan Ducati (Xerox) memutuskan mundur dari WSBK. Berbagai isu miring bertebaran, mulai dari isu bahwa Ducati kehabisan duit karena mengontrak rossi hingga isu bahwa Superbike 1198 yang sudah tidak kompetitif terhadap kompetitornya. Tetapi ternyata Ducati mampu membalikan keadaan dengan Dominasi Carlos Checa di seri perdana WSBK di Phillip island. Seperti yang diketahui, Ducati SpA berkomitmen untuk tetap menyuplai siapapun juga (asal bayar) Superbike 1198 RS beserta komponennya. Nah bak gayung bersambut  Althea Ducati menyatakan commit dan terus melaju bersama Carlos Checa yang kini dipersenjatai motor spek Pabrikan!

Race 1 & 2 Phillip Island … its Carlos Time !

Memulai lomba dari Pole Position, pembalap veteran berusia 39 tahun, Carlos Checa tidak tersentuh. Dari lap pertama hingga akhir lomba, spaniard ini membalap seorang diri diposisi pertama. Sedangkan pertarungan seru justru terjadi pada perebutan tempat kedua (race2) dimana Mad Max dengan Aprilia RSV4 nya berhasil mengalahkan Marco Melandri diatas YZF-R1. Sedangkan Leon Haslam berhasil naik podium di race pertama di posisi 3. Berikut hasil balapan WSBK seri perdana di Phillip island.

Race 1

  1. Carlos Checa – Althea Ducati
  2. Max Biaggi – Alitalia Aprilia (Factory)
  3. Leon Haslam – BMW Motorrad (Factory)
  4. Eugene Laverty – Yamaha SBK Team (Factory)
  5. Marco Melandri – Yamaha SBK Team (Factory)

Race 2

  1. Carlos Checa – Althea Ducati
  2. Max Biaggi – Alitalia Aprilia (Factory)
  3. Marco Melandri – Yamaha SBK Team (Factory)
  4. Jonathan REA – Castrol Honda (Factory)
  5. Leon Haslam – BMW Motorrad (Factory)



 

 

27
Feb
11

Betis Biru & Bengkak …

senut senut …

Berkorban demi menyelamatkan helm Suomy Kesayangan

akibat buru buru pengen ngeliput Diavel, mbah turun dari motor sambil buka helm, maklum karena malem hari dan lampu taman SCBD kurang terang ya mao mbah nggak liat kebawah, tapi langsung ngeloyor naik tangga. Et dah tali sepatu kanan keinjek, keserimpet lah sudaaaah 8O Mengingat lagi megang helm Suomy kesayangan, keselamatan badan nomor dua, yang ada malah merangkul helm sejadi jadinya biar gak lecet. Alham dulilah helm Suomy Bayliss edition berhasil diselamatkan :D … meski dengan mengorbankan bertis kanan yang biru + bengkak dan kaki kiri yang keseleo … ck ck ck …

27
Feb
11

Mbah : “Bohong Kalo Bikers (Enthusiast) Nggak demen Ngebut!”

Saat wawancara di MS-TRI FM bersama bro SL

Saat wawancara, mbah ditanya mengenai sesuatu hal … apa gitu, pokoknya ada hubunganya dengan balapan. Kemudian mbah mengatakan dengan penuh keyakinan den percaya diri luar biasa bahwa yang namanya Biker (hampir seluruh nya & enthusiast) demen dengan yang namanya ngebut. Kendati berani apa kagak ngebut nya atau dimana mereka melampiaskanya, sorry to say, its another topic! Tapi kalo ada pertanyaan “Lho atas dasar kok si Mbah bisa yakin?”  Nih logikanya ..

Buat apa ngeributin soal Performa & Tenaga  kalo buat ngebut !!!

Udah cerita lama kalo faktor performa menjadi bahan perdebatan tahunan antara Tiger vs Puslar atau Byson vs NMP ato FU vs MX vs CS1 atau Ninja 250R vs CBR 250R … yah itu udah merupakan bukti nyata bahwa performa merupakan daya terik tersendiri dalam dunia motor. Hususnya sebagai nilai jual, perihal penggunaanya sudah maksimal atau belum, atau bagaimana mereka memanfaatknya yah lain soal. Intinya ngebut itu memang sudah menjadi naluri alamiah seorang bikers. Nuff said …

Note : Makanya di wawancara mbah menabahkan “di ajang balap bikers bisa menyalurkan kesenengan dalam ngebut di tempat yang benar dengan cara yang aman”

27
Feb
11

Kendala Kawasaki KMI = “Alumnus Ninja250R” ogah Pilih ZX6R

ZX6R disinyalir terlalu mirip dengan Ninja250R

dua orang pemilik motor ini adalah kontributor dari TMC blog, R6 adalah milik bro Aries (yang suka komen ngelantur) :mrgreen: dan GSXR600 adalah milik bro Asdi (orangnya menyebalkan) :mrgreen: mereka adalah 2 dari puluhan “alumnus” Ninja 250R yang naik kelas ke moge. Ketika di intergasi dengan kekerasan di atas kasur :lol: kenapa mereka membeli Yamaha YZFr6  atau memilih Gixxer ketibang “melanjutkan” pada ZX6R, jawabanya relatif sama percis. ZX6R memiliki penampilan yang hampir sama dengan Ninja 250R. Jadi buat apa keluar duit 5x lebih mahal kalo toh penampilanya cuma beda beda tipis. Nah ini asumsi sebelum mbah tau ZX6R dibandrol 230 jeti dan saat itu bandrol R6,Gixxer dan CBR600R ada di kisaran 250-270 jeti. ;?

KMI harus Turunkan lagi harga ZX6R kalo gak mau keteteran sama  IU !

Ternyata saat inipun kondisinya beda beda tipis. Perbedaan Harga  ZX6R vs Kompetitornya hanya di angka 20-40 jeti. Di segmen ini angka tersebut bisa dibilang “nothing” bila dikompensasikan dengan kata “prestise” ataupun “selera” karena harga tersebut sangat negotiable. Yang pasti di segmen ini ganti knalpot + power commander dan pernak pernik sudah pasti akan menelan biaya 20-40 jeti sendiri. Secara psikologis, konsumen di segmen ini akan memilih “menambahkan ekstra 20-40 jeti” untuk mendapt motor idaman ketibang “ketergiuran selisih harga yang ditawarkan” tersebut. Hal ini diperkeruh dengan posisi ZX6R yang tidak populer dikalangan Japs “moge-er” yang memberi ancaman buat resale valuenya. Belum lagi relasi IU dengan konsumenya. Jualan motor besar nggak bisa pake jargon atau iklan, melainkan melalui mulut per mulut dan ke”eksisan” si penjual di komunitas. Menurut pengalaman mbah, KMI harus membuat “gap” harga yang cukup jauh dibandingkan harga IU  jika ingin ZX6R diterima dengan konsumen ;)

26
Feb
11

Menghadiri IMI Awards 2010 di Hotel Sultan

Anugrah Imi Award untuk pembalap Terbaik dan Para jawara

Sebenarnya ini juga undangan dadakan. Soalnya sroooot (masi pilek) liat bb, tau tau ada 10 ping dari Mateo “mamat” Guerinoni. Dia minta tolong mbah mewakili doi menerima IMI Awards. Maklum yang bersangkutan, saat tulisan ini di ketik doi lagi main Ski di Monte Pora, sedangkan mbah lagi di tolilet, maklum agak sembeli beberapa hari belakangan ini. Dari pada ngeloyor sendiri, mendingan ajak yang bertanggung jawab aja ikut. Telpon Eyang Nug aja deh. Lagian kayaknya nggak etis kalo seorang Juara Nasional SBK2010 diwakili seorang Dukun Profesional, mending juragan ATPM ajah!

Habis Dapet Anugrah … Langsung Kabooooor

Lokasi Hotel Sultan kadang jadi kendala. Soalnya di tengah jalur macet, dan seperti yang kita ketahui, undangan mulai jam 3 Sore, sedangkan jalur Gatsu adalah jalur ultra macet. Nah eyang Nug sih udah ribut, gimana soal pulang dan sebagainya dan sebagainya ;? jadi atur rencana aja deh. Pokoknya begitu dapet awards, langsung ngacir :mrgreen: telpon Pak Bowo aka driver kesayanganya eyang buat siap siap di lobby, nah begitu Mc mengatakan “Penghargaan untuk Juara Nasional SBK 2010 … Kepada Matteo Guerinono dari tim Ducati Indonesia kami persilahlan … ” ehh yang dateng orang Jawa ding bukan italy :mrgreen: tapi gak masalah, terima Penghargaan langsung Capcusss balik ke SCBD :D

26
Feb
11

Test Ride Ducati Diavel Pertama di Asia Pasific !!!

Motor buat nakut nakutin orang :evil:

Orang kedua yang melakukan test ride diavel di wilayah Asia Pasific

Setelah empunya Atpm, Eyang Nugroho :D mbah menjadi Manusia ke dua yang melakukan Test Ride Ducati Diavel di Asia Pasific :cool: artinya ini merupakan kehormatan buat mbah :mrgreen: bisa melakukan testride resmi diatas Ducati Diavel. Bahkan Eyang nug mewanti wanti untuk berhati hati saat melakukan test ride Diavel. Disamping baru ada satu unit :D motor ini buas! Buas harganya (475 jeti) dan Buas performanya (0-100 2.6 detik)

Dua LCD dengan Multi Media Interface …

Test ride jam 5.30 pagi – Melahap SCBD 20 lap dengan mencoba 3 mode !

Agar tidak menarik perhatian publik, mbah diminta sama eyang nug buat melakukan test ride saat setelah subuh. alias pukul 5.30 8O yup! Soalnya nggak cuma Test Ride, tetapi juga untuk keperluan pembuatan video clip acara “the bikers” yang akan kembali tayang. Nah mumpung sepi, jadilah SCBD sebagai sikuit jadi jadian. Pertama mbah mencoba mode “urban” dimana traction control otomatis di set pada level 5. Jujur sensasi berkendara menggunakan diavel, mirip dengan Suzuki B-King, bukan V-Max apaalgi V-Rod. Tetapi bedanya lebih jinak. Setelah puas 5 lap, mbah nyoba mode Touring dimana motor di set pada setingan medium. Sedikit lebih ganas dibandingkan urban cuma masih terkontrol. Setelah itu, giliran mode “Sport” aka “Setan” alias “Sinting” di coba. Traction Control berada di level 1 dan tenaga berada di 162 hp. Edaaaan jangan sekali kali nyentak gas. Soalnya ban motor dikit dikit ngangkat 8O. Nikung kecepatan 60 km/jam masuk terowongan, gas puuooolll di gigi 3 hasilnya ? Bablas di kecepatan 180 km/jam di gigi 3 cuma mau gak mau, motor di rebahin ke sebelah kanan :cool: ala superbike …

Mana ada Muscle Cruiser bisa di Whillie seperti Diavel !

Ini bukan “Power Cruiser” ini mah motor buat nakut nakutin orang !!

Diavel keliatanya gemuk dan lamban. Tapi ini menipu, diavel adalah motor buat nakut nakutin orang, bahkan selama test ride dan pembuatan video Clip, kita sempet ngisengin para biker HD :mrgreen: yang kita pilih mereka yang naik XR1200, Night Rod atau V-Rod Muscle. Mereka kan hobi “ngegeber” aka nge drag di terowongan SCBD :) lagi seru serunya kita overtak dari belakang … wes hewes hewes bablassss! Mereka berusaha ngejar, cuma sayang motor amerika nan lamban itu tertinggal begitu jauh :mrgreen: its not Harley … its Ducati !

26
Feb
11

Kawasaki ZX6R dirilis bulan Juli & ER6 Dirilis bulan November

Kawasaki ZX6R – Dibandrol 230 Jeti …

Akhirnya Kawasaki memastikan merilis ZX-6R pada bulan Juli. Memang keseriusan mereka memasarkan ZX6R udah terlihat dari keterlibatan mereka di Sentul (balapan) bahkan M.Fadli di pastikan hengkang dari Yamaha karena tawarn yang ultra menarik dari KMI (jumlah gak bisa disebutkan, soalnya takut dibacok sama pembalapnya :mrgreen: ) Tetapi dengan harga Yang “Beti” alias beda beda tipis dengan kompetitornya, ZX6R  harus berjuang dengan keras. Terutama menghadapi IU yang menawarkan CBR600RR dan YZFR6! kenapa ? Soalnya selish harga dengan motor2 keluaran IU tersebut cuma terpaut 20-30 jeti an dan disegmen ini, lagi lagi sebagai pedege itu bakal jadi kendala! Kenapa? Nanti deh artikelnya :D

Kawasaki ER6N/F bakal dibandrol Rp 180 jeti … alias jauh diatas penerawangan mbah …

Yang diluar dugaan adalah Harga Kawasaki ER6N yang pastikan oleh pak Fredy yaitu Rp180 jeti, ini diluar penerawanan mbah yang memperkirakan harga ER6N hanya akan berkisar di angka 130-160 jeti. Dengan angka ini ER6N udah memasuki wilayah Monster 696 (240 jeti) dan Harley Davidson XL883Low (220 jeti). Dan parahnya lagi mesin yang diusung oleh ER6N gak lebih dari mesin Ninja250R yang di  perbesar. Kenapa? Nantikan analisanya dari wawancara dengan para pemilik Ninja yang naik Kelas :D


26
Feb
11

MotoGP : Pedrosa … Minggir! Its Stoner Time !!!

Satu hati cyiiinnnn !

Saatnya menghilangkan sosok “Pedrosentris”

Dani Pedrosa memang sudah lama, setidaknya dalam 5 tahun terkhir ini merupakan anak emas honda, sekaligus momok yang menakutkan bagi pembalap lainya. Pasalnya dia merupakan figur dan anak titipan Repsol selaku sponsor utama HRC Honda dan menjadi sentral pengembangan Honda HRC. Terbukti desain RC212V benar benar klop buat Dani Pedrosa. Namun kini situasinya beda. Sudah saatnya “pedro sentris” yang terbukti tidak effektif untuk dihilangkan.

The New King of HRC empire?

He Come From Hell, He Ride Like Hell, He Crazy like a Hell Creature … Stoner is Back!

Yup siapa lagi sosok yang mampu menggeser Pedrosa kalo bukan Stoner. Berbekal gelar jawara dunia 2007 (pedrosa belum pernah), 23 kali gelar juara seri (pedrosa cuma 10) dan battle proven sebagai penakluk motor neraka Desmosedici sudah saatnya Honda HRC mengembalikan Pedrosa statusnya sebagai pembalap murni, bukan crown prince. Bahkan jika belum puas, Livio Suppo yang merupakan salah satu manager HRC MotoGP projek merupakan beking terkuat stoner bahkan Puig pun dibuat gelisah … Gimana ? The Boys Back in town!

26
Feb
11

Antara CBR250R Non ABS dan Ninja250R

Cbr 250R Repsol Livery … kereeen

Nggak sulit buat memilah dan memilih

Honda CBR250R non ABS di bandrol Rp 39.5 jeti on the road. Sebaliknya Ninja 250R dibandrol 6.5 jeti lebih mahal. Dengan performa “dasar” beda beda tipis, jelas gak sulit buat memilih produk mana yang bakal mbah pilih. Selisih harga 6.5 jeti itu nggak sedikit lho! hampir 15% dari harga motor. Banyak yang bisa diperbuat bikers dengan dana segitu. Mule dari beli knalpot Racing, aksesoris grip, rear set sampe aparel. Jadi buat mbah nggak sulit buat milih antara CBR250R vs  Ninja 250R

6.5 Jeti untuk ABS? Trimakasih, mbah pilih Ninja 250R

AbS berguna? Yup! Tapi apakah wajar fitur tersebut dihargai 6.5 jeti? Nope! dengan power 26.5 hp anda nggak bakal kesulitan mengerem motor hingga butuh fitur abs segala. Tetapi jika memang anda speed freaks, maka mesin 2 silinder Ninja 250R bakal kerasa khasiatnya saat berada di lintasan lurus. Plus fitur performance kit N250R yang sudah bejibun di pasaran. Gak sulit buat mbah kalo mesti memilih antara CBR250 ABS dan Ninja 250R …




Jarak Tempuh

  • 11,128,770 Km

Arsip

INDOBIKERS, Indonesian Bikers Community


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 305 pengikut lainnya.