20
Feb
10

MUI Usulkan Fatwa HARAM naik Motor Tanpa Helm !!!

*Note : Ini blog sebenarnya melarang keras membahas isu SARA, tapi karena ini erat hubunganya dengan keselamatan berkendara, saya kira wajar, jika hal ini dijadikan topik bahasa, tapi diskusi di fokuskan kepada kewajiban penggunaan helm sebagai upaya keselamatan berkendara!

Lembaga pendidikan UMMA Bawean mewajibkan Siswa dan Guru memakai helm, jika tidak mau kena sanksi!

Detik : Road Safety Association (RSA) yang meminta fatwa haram tersebut ke MUI

Hal itu diungkapkan oleh Ketua umum Road Safety Association (RSA) Rio Octaviano kepada detikOto.Meski MUI belum mengeluarkan fatwa bahwa naik sepeda motor tidak pakai helm itu haram paling tidak mereka MUI sudah menyatakan niat untuk menekan angka kecelakaan di Indonesia. artikel asli ada di sini meski saat ini MUI masih  mempertimbangkanya, padahal data yang dibutuhkan sudah cukup lengkap diberikan oleh RSA.  Meski rasanya akan lebih pas jika fatwanya adalah “mewajibkan siapa saja menjaga keselamatan termasuk memakai Helm “ karena kata “haram” dinilai terlalu sensitif dan justru membuat masyarakat menjadi apatis.

setahu saya, didalam ajaran agama manapun, umat yang beriman dan taat terhadap ajaran agama  memiliki kewajiban menjaga keselamatan dirinya!

Selain melanggar UU, pemakaian Helm adalah untuk keselamatan !

Memakai helm konon adalah kewajiban, apakah SNI, DOT atau SNELL bukanlah permasalahan di topik ini, tetapi yang jelas selain diatur oleh undang undang, memakai helm adalah kewajiban. Indobikers juga yakin bahwa setiap ajaran agama akan mewajibkan penganutnya untuk menjaga keselamatan diri. Nah, pasalnya justru pelanggaran (tidak memakai helm saat berkendara) justru kerap dilakukan oleh konvoi ormas – berbasis agama. Jadi rasanya fatwa yang mewajibkan individu menjaga keselamatan dalam berkendara dari lembaga agama manapun patut di dukung ! Setuju !

Bagai mana menurut MasBro jika lembaga Agama dilibatkan dalam urusan keselamatan berkendara ?


22 Tanggapan ke “MUI Usulkan Fatwa HARAM naik Motor Tanpa Helm !!!”


  1. 1 snalpot99
    Februari 20, 2010 pada 5:19 am

    setubuh.. eh setuju..

  2. 2 denny2607
    Februari 20, 2010 pada 5:24 am

    Saya kemana2 pake helm kecuali kalo ke warung beli rokok ato indomi :D

  3. 3 Joenkir.balik
    Februari 20, 2010 pada 5:42 am

    Kayanya kurang pas bro kl bawa2 nama agama,

  4. Februari 20, 2010 pada 6:16 am

    sebenarnya setuju
    tapi terkesan belebih-lebihan, dasar hukum mana yang halal dan haram sudah jelas

  5. 5 Washid
    Februari 20, 2010 pada 6:49 am

    Kalo saya naek motor pake helm bukan karna diwajibkan tp eman” gundule mung siji :-)

  6. 6 Noa
    Februari 20, 2010 pada 7:04 am

    Setuju aja… Soalnya demi keselamatan jiwa dan dompet Biker..

  7. 7 Supra XX
    Februari 20, 2010 pada 7:10 am

    @maskurmambang- SETUJU!

  8. 8 hueyy,..
    Februari 20, 2010 pada 7:23 am

    g ngaruh ah,
    msh bnyk cemong’y org indo mslh agma,g ngaruh mo d haram halalin,.
    ksdaran msing2 ja,yg syng kpla y pk tu helm tp yg syng ma model rmbut’y y sok ja g pk helm toh ky’y dy ngerti resiko’y,.

  9. 9 kombayana
    Februari 20, 2010 pada 8:11 am

    Saya termasuk kurang setuju dengan fatwa pengharaman MUI.Ada hal-hal yang mestinya negara ikut membantu soal-soal agama yang mnjadi problem masyarakat dan ada juga yang tidak.Negara dalam hal ini punya kewajiban melindungi dan menjaga keselamatan rakyatnya,begitupun dengan agama,kpd msing2 pemeluknya.

    Dalam konteks per-Helm-an pemerintah sudah sangat baik membuat peraturan wajibnya pakai helm kpd pengguna kendaraan roda2,saya kira itu sudah cukup,tinggal penegakkan hukumnya saja.Pemerintah seharusnya berdiri sejajar dengan agama dalam mengawal masyarakat dan bukan mencampuri atau intervesnsi dalam internal hukum agama.Pemerintah punya program sendiri yang menyangkut soal negara dan agama adalah nilai dan moral bagi para rakyat beragama.

    Setuju tuh sama coment diatas,yang perlu ditumbuhkan adalah kesadaran para biker sendiri untuk mentaati ajaran agamanya,yakni menjaga keselamatan dirinya dan juga mentaati ulil amri sebagai wujud hubbul wathon dan loyalitas kepada pemerintah.

  10. 10 juliandi
    Februari 20, 2010 pada 8:14 am

    setyju pisan..abdi mah kalau ga ada helm..mendingan ga jalan..kalau kepaksa juga…naik motor nya kaya ngawang.:-)

  11. 12 YhidAYAT
    Februari 20, 2010 pada 8:50 am

    gw sih kurang stuju, jangn bw2 agama dlm hal ini…sedikit2 haram…sudh jelas ko yang diharamkan dalm Al-Quran, dan untuk berlalu lintas pun sudh jelas undang2nya kenapa harus pake haram,..cobalah sadar diri pengguna motor…menggunakan helm itu suatu kewajiban bgi pemakai mtr..

  12. 14 xxl123
    Februari 20, 2010 pada 9:18 am

    wah saya kurang setuju…klo si kecil naik motor lagi parkir ngak pake helm haram juga dukz aya aya wae…:D

  13. 15 kompresi kempos
    Februari 20, 2010 pada 10:22 am

    setuja aja pak De.

  14. 16 Bang Sat
    Februari 20, 2010 pada 11:12 am

    yang merasa otak nya di kepala ya kepala nya pakai helm, yg otak nya di sikut ya monggo sikut nya di kasih helm, yg gak punya otak ya gak usah pakai helm.
    tetangga rumah dulu ada yg mati gara2 motor masuk lubang pas yg di pakai helm sikut nya gegar otak deh kepala, ujung2 nya mati deh. helm di sikut mulut sambil gigit tusuk gigi gaya banget

  15. Februari 20, 2010 pada 3:47 pm

    saya setuju, punya helm yg berkualitas dan memakainya dng benar adalah salah satu dari wujud dari rasa syukur kita kepada Allah, karena telah diberikan nikmat mempunyai kepala yg bentuk yg baik dan berisi :D , bukankah melindungi diri sendiri adalah ikhtiar kita menuju keselamatan, misal kita naik motor menuju ke mesjid ato majelis taklim/pengajian tapi kita gak safety riding, kalo terjadi sesuatu yg diluar kehendak kita, bagaimana mau selamat :D
    pake helm juga bisa diitung ibadah lho(tergantung niatnya), ibadah didalam islam tidak hanya ibadah ritual,
    maaf kalo ada yg tidak berkenan dng apa yg saya sampaikan, maklum pengetahuan saya tentang agama juga sangat terbatas

    IMHO ya….

  16. 18 pemain baru
    Februari 20, 2010 pada 11:58 pm

    kalo sudah waktunya ajal menjemput tidak bisa dimajukan atau dimundurkan…
    naik kuda aja…gak perlu pake helm..

  17. 19 shree
    Februari 21, 2010 pada 6:00 am

    ga penting banget, karena helm adalah keselamatan pribadi. sayang kepala ya pake helm yang standar, kalo merasa punya stock nyawa ya silahkan ga pake helm. yang mesti diharamin itu yang berhubungan dengan keselamatan yang lain, seperti pake ban kecil (rawan jatuh,serem kalo jalan di deket motor yang pake ban kecil, apalagi pas hujan;mika lampu rem dihilangkan yang merahnya, bikin silau yang belakang cuy…, bener2 gebleg, ga mikir keselamatan orang lain; maupun penambahan aksesoris yang membahayakan pengendara lain).
    wahai MUI ane merindukan fatwa yang benar menyentuh substansi….seperti : memberi, menerima, ataupun makan dari uang hasil korupsi adalah HARAM. subtansinya adalah anak dan istri berhak atas nafkah yang halal. mereka berhak dan wajib tahu apakah halal nggak nafkah yang dikasih bapaknya.(nggak bisa berlindung dari ketidaktahuan)

  18. 20 Yudi Suseno
    Februari 21, 2010 pada 8:48 am

    gak penting mas., hahha,. udahlah, bubarkan ajalah MUI, buat rusuh aja

  19. Februari 21, 2010 pada 9:50 am

    yang jelas intinya agama islam mewajibkan setiap muslim untuk mematuhi aturan penguasa selama aturan tersebut tidak bertentangan dengan agama..kalo pemerintah mewajibkan pake helm,bagi yang melanggar berarti dianggap berdosa,gitu bro..

  20. 22 yponk
    Februari 21, 2010 pada 11:32 am

    Sy sh setuju2 aja. Kemana2 sy pst selalu mekakai helm ful face. Kecuali saat memakai pakaian adat utk sembahyang ke pura br kaga make helm.


Komentar ditutup.

Jarak Tempuh

  • 12,685,584 Km

Arsip

INDOBIKERS, Indonesian Bikers Community


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 394 pengikut lainnya.