
Siapa yang Hilang ?
Jumlah tim Pabrikan menurun ( tinggal 3 )
sebuah ajang balapan kelas puncak yang hanya diikuti 3 parbikan utama (Honda, Ducati, Yamaha) bukanlah kompetisi balapan yang sehat. Mengingat setidaknya ada 1 tim yang secara historis terikat dengan MotoGP (Suzuki) dan dua pabrikab besar lainya yang kini meninggalkan motogp ( Aprilia – Kawasaki ) dan ironisnya mereka meninggalkan motogp entah karena faktor efisiensi internal (biaya) dan faktor teknologi. Meski intinya kita tidak membahas hal tersebut

Ikatan Emosional Fans yang terhubung via Brand semakin terkikis (MotoGP = CRT)
Mayoritas penggemar motogp jelas akan mendukung brand kesayangan (yang dipakai) atau pembalapnya. Sementara ketika Dorna mengatakan bahwa masa depan MotoGP adalah CRT alias pembuat frame jelas ikatan emosional tersebut akan semakin terkikis. Siapa sih yang mau jadi “Fan Boy” Suter, Moriwaki, Speed up atau Motobi ? Rasanya kecil kemungkinanya !

Superstar dan Regenerasi yang Terhambat
apa yang terjadi saat ini adalah di MotoGP adanya hambatan estafet dari regenerasi superstar. Out going superstar sebut saja Valentino Rossi dan seharusnya dilanjutkan oleh Stoner – Lorenzo – Pedrosa. Namun yang terjadi tidak demikian, Stoner justru lebih dulu pensiun, Pedrosa sepertinya masih 1/2 kelas dibelakang Stoner dan Rossi. Praktis estafet tersebut tinggal berada ditangan Lorenzo. Generasi berikutnya Simoncelli malah berakhir tragis. Otomatis Harapanya tinggal ada pada Marq Marquez. Konsekwensinya Generasi Rossi = Lorenzo = Marquez dimana usia mereka pun terpaut signifikan.

Biaya yang semakin Menggila
Ketika Kawasaki Mundur dan disusul Suzuki otomatis membuktikan bahwa pabrikan tersebut memilih mundur demi efisiensi. Ini membuktikan betapa mahalnya membalap di motogp. Artinya balap motogp = ajang balap menara gading. ketika efisiensi diberlakukan otmatis implikasinya ya ke proyek menara gading dan itu sama saja berimbas ke motogp.

Kepentingan Pabrikan tersisihkan dan ini sangat krusial
kepentingan pabrikan adalah menjual motor. Tetapi bagi mereka “mustahil jualan” dengan motor yang dinamakan “Suter” kendati jeroan motor mereka berasal dari mesin yang mereka jual. Otomatis “Exposure” pada balapan jadi hilang dan yang jelas malah sia sia. Ingat ajang balapan = ajang promosi sekaligus pengembangan dan kali ini hal tersebut tinggal sejarah

Ketika ajang balap Moto2 lebih dinanti ketibang MotoGP
Semua orang pasti menantikan gelara Moto2 ketibang MotoGP. Persaingan antara Marquez, Espargaro vs Luthi dan Ianone pasti dinantikan. Namun bagi pabrikan mereka sama saja. Semua menggunakan mesin berbasis CBR600RR dengan frame prototype. Tidak ada ikatan emosional antara penonton dan motor yang berlaga. Jelas sebagai pabrikan mereka tidak menyukai hal tersebut !

World Superbike Championship menawarkan tontonan yang menggiurkan bagi dua pihak
meski kini Infront Motorsport merupakan bagian dari Dorna, tetapi apa yang terjadi di WSBK dengan banyaknya pabrikan , peserta dan serunya pertarungan jelas merupakan tantangan tersendiri bagi MotoGP. Meski terus terang saja untuk ini ada baiknya dibuat artikel tersendiri
KOMENTAR